Mengenal Zlatko Dalić, Arsitek Timnas Kroasia di Euro 2020

0
353
Zlatko Dalic

Debatbola.com – Usai menjadi runner-up gelaran Piala Dunia 2018 lalu, Kroasia juga akan ikut ambil bagian dalam turnamen Euro 2020 mendatang. Kroasia sendiri bermain begitu apik di babak kualifikasi dengan mengemas hanya satu kekalahan di Grup E. Mereka pun lolos sebagai pemuncak klasemen, dengan perolehan 17 angka.

Di balik kegemilangan Kroasia akhir-akhir ini, ada peran seorang Zlatko Dalić yang tak lain adalah pelatih timnas berjuluk Vatreni itu. Lalu, sebenarnya, seperti apa rekam jejak Dalić selama dirinya terjun dan berkiprah di dunia sepakbola. Untuk mengenal sang pelatih lebih dekat, berikut adalah profilnya.

Pernah Berkarir Sebagai Pemain

Sebelum aktif melatih, Zlatko Dalić juga pernah berkarir sebagai pemain. Dahulu, Dalić dikenal sebagai gelandang bertahan yang berkiprah di tim-tim Kroasia dan sekitarnya. Dalić memulai karir di klub kota kelahirannya, Troglav 1918 Livno. Lalu pada tahun 1983, ia pindah ke Hajduk Split dan memulai karir seniornya di sana.

Sepanjang karirnya, Dalić tercatat pernah membela lima tim berbeda, antara lain Hajduk Split, Dinamo Vinkonci, Budućnost Titograd, Velež Mostar, dan Varteks. Varteks menjadi klub terakhir yang ia bela sebagai pemain, sebelum akhirnya pensiun di tahun 2000. Selama aktif bermain, Dalić tercatat telah mengemas 235 penampilan, dengan catatan 19 gol.

Pelatih Kurang Terkenal

Saat ini, nama Zlatko Dalić memang mungkin sudah terdengar familiar di telinga para pecinta sepakbola. Tapi dulu, sebelum membawa Kroasia lolos ke Piala Dunia 2018 hingga ke partai final, nama Dalić sepertinya belum banyak dikenal. Rasanya memang wajar karena Dalić hanya berkarir di tim-tim dari negara pecahan Yugoslavia dan Asia.

Meski merupakan pelatih yang tidak banyak dikenal, Dalić rupanya mampu tampil mengejutkan bersama timnas Kroasia yang ia latih. Seperti di ajang Piala Dunia 2018 lalu, Kroasia sukses menghajar beberapa negara unggulan. Sebut saja Inggris, Argentina, Denmark, sampai Islandia yang kala itu menjadi kuda hitam di Grup D.

Dalić boleh saja kurang populer, tapi keberhasilannya memecundangi negara-negara unggulan sukses mengantarnya menjadi finalis Piala Dunia. Sayang, dua tahun lalu, Prancis ternyata masih terlalu kuat untuk Kroasia. Kroasia pun menyerah dengan skor 4-2 dan harus merelakan trofi World Cup untuk Les Bleus.

Prestasi Mentereng di Level Klub

Asosiasi Sepakbola Kroasia tentu bukan tanpa alasan memilih Dalić sebagai pelatih timnas mereka. Mereka memilih Dalić karena prestasinya semasa melatih di level klub, terutama ketika dirinya melatih di klub-klub Arab. Dalić pernah menjadi runner-up di ajang Croatian Cup, serta pernah menjuarai Albanian Supercup.

Selepas itu, Dalić pindah ke Arab dan berhasil mengukir prestasi di sana. Pada musim 2010/2011, ia membawa Al-Faisaly lolos ke Saudi Professional League untuk kali pertama. Dalić pun dinobatkan sebagai pelatih terbaik kala itu, mengalahkan nama-nama besar lain macam Walter Zenga, Eric Gerets dan Gabriel Calderón.

Karir Dalić berlanjut bersama Al-Hilal, di mana ia sukses meraih gelar Saudi Crown Prince Cup musim 2012/2013. Ia juga sukses mengantar Al-Hilal meraih posisi runner-up Saudi Professional League 2012/2013. Lalu bersama Al-Ain, Dalić menjuarai UAE President’s Cup, UAE Pro-League, UAE Super Cup, dan menjadi runner-up Liga Champions Asia.

Sosok yang Religius

Lahir di Livno, Yugoslavia, atau sekarang termasuk ke dalam wilayah Bosnia Herzegovina, Dalić berasal dari keluarga Katolik asal Kroasia. Dalić pun dikenal sebagai sosok pelatih yang religius. Dalam sebuah wawancara, ia pernah berkata bahwa kesuksesannya sekarang ia dapat berkat kepercayaannya pada Tuhan.

“Semua yang sudah saya lakukan dalam hidup dan karir profesional saya, saya dapatkan karena kepercayaan saya dan rasa syukur saya pada tuhan.” Kata Dalić. “Saya merasa sangat bahagia dengan hidup saya. Tanpa kepercayaan dan motivasi yang kuat, sulit untuk meraih semua ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here