Mauricio Pochettino Sindir Paris Saint-Germain Terlalu Ambisius Rebut Liga Champions

0
14

Debatbola.com – Hampir satu bulan meninggalkan Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino kembali dengan komentar bernada menyindir mantan klubnya itu. Pochettino menyoroti ambisi Les Parisiens yang terlalu besar dalam hal merebut titel Liga Champions. Ini juga menjadi alasan mengapa ia dicap gagal.

Satu Kegagalan Akhiri Karir

Tepat pada 5 Juli 2022 kemarin, gonjang-ganjing isu internal klub di Paris Saint-Germain telah mencapai puncaknya. Mauricio Pochettino yang kala itu berstatus sebagai pelatih menjadi salah satu korbannya. Jabatan pelatih Pochettino resmi dicopot semenjak saat itu.

Rasanya, sedikit tidak adil memecat Pochettino, kendati pemecatan ini berdasar fakta ia gagal membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions. Padahal, skuad yang mereka punya musim lalu terbilang mentereng. Ada banyak nama besar, termasuk Lionel Messi yang baru meninggalkan Barcelona.

Terlepas dari kegagalan Pochettino di kancah Eropa, mantan pelatih Tottenham Hotspur tetap mempersembahkan gelar. Bahkan, dua gelar domestik yakni Liga Prancis dan Piala Prancis berhasil diborong sang juru taktik. Tetapi di mata manajemen, hal ini tetap tak bisa menyelamatkan karirnya.

Ambisi Terlalu Besar di Liga Champions

Sekitar satu bulan meninggalkan Paris Saint-Germain, Pochettino baru-baru ini muncul sembari melempar komentar terkait pemecatannya. Komentar yang disampaikan Pochettino agak sedikit menyindir. Pelatih Argentina menyoroti ambisi mantan klubnya terhadap Liga Champions yang begitu besar.

Menurut Pochettino, semua hal yang disorot dari Paris Saint-Germain adalah bagaimana kiprah mereka di Liga Champions. Di kompetisi lain, Pochettino merasa semua pihak menganggap Les Parisiens lumrah menang. Sementara di Liga Champions, tidak ada trofi berarti kegagalan buat tim.

“Semuanya terfokus pada Liga Champions, dan terkadang, itu terasa agak mengganggu.” Kata Pochettino, mengutip via Daily Mail. “Semua sorotan hanya tertuju pada bagaimana performa di Liga Champions. Sedangkan untuk kompetisi lain, Paris Saint-Germain dianggap sudah superior.”

“Obsesi terhadap Liga Champions begitu besar, sehingga apapun yang terjadi, tidak menjuarai Liga Champions sama dengan dianggap gagal. Tapi saya tenang menghadapi semuanya. Saya menerima kemungkinan ini, dan anda harus melangkah maju.”

Sebagian besar orang pastinya akan merasa kesal apabila dipecat setelah memenangkan sesuatu. Pochettino seharusnya juga demikian karena ia diberhentikan pasca mengantar Les Parisiens juarai dua ajang domestik. Tapi faktanya, Pochettino justru bersyukur pernah melatih Paris Saint-Germain.

“Saya sudah menganalisa 18 bulan karir saya di Paris Saint-Germain.” Katanya. “Saya pikir semua berakhir positif. Anda harus bisa belajar dari pengalaman. Yang saya ingat adalah mereka memperlakukan kami dengan baik. Itu membuat saya selalu bersyukur.”

Harus Belajar dari Pengalaman

Apa yang diungkapkan Pochettino perihal obsesi besar Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions memang demikian faktanya. Dengan segala kekuatan finansialnya, Paris Saint-Germain berambisi mengangkat trofi Si Kuping Besar. Tetapi ambisi itu selalu kandas di tengah jalan.

Era Pochettino barangkali menjadi era paling pas untuk mewujudkan ambisi Les Parisiens yang tidak kunjung kesampaian itu. Sayangnya, kendati dengan skuad mentereng, Si Kuping Besar tetap tidak bisa digondol. Paris Saint-Germain harus puas dipulangkan sang raja kompetisi, Real Madrid.

Kalau berkaca dari sejarah, Thomas Tuchel adalah orang yang paling dekat mengantar Paris Saint-Germain juarai Liga Champions untuk kali pertama. Sayang, perjuangan Paris Saint-Germain yang terjadi di tahun 2019 kandas. Mereka tumbang 1-0 melawan kampiun kala itu, Bayern München.

Les Parisiens harusnya belajar bahwa Liga Champions saja tidak bisa dijadikan tolok ukur, dan sebuah prestasi tidak bisa didapat secara instan. Sekarang, era baru di bawah Christophe Galtier dimulai. Semoga, Paris Saint-Germain kali ini bisa lebih bersabar dengan pelatih barunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here