Masalah Mentalitas dan Badai Cedera Masih Membalut Persela Lamongan Saat Ini

0
39

Debatbola.com – Persela Lamongan adalah tim yang tak akan berhenti jadi sorotan awak media ternama selama ini. Pasalnya armada Laskar Joko Tingkir ini diperkirakan cukup berpotensi jadi kuda hitam yang memberikan ancaman bagi klub besar. Dalam hal ini, banyak yang beropini bahwa Persela musim ini masih cukup terseok dan belum konsisten. Namun secara sistem permainan sudah mulai nampak matang dibawah besutan Iwan Setiawan.

Oleh karena itu bisa dibilang sekarang ini Persela masih terbuka lebar peluangnya untuk lebih maksimal lagi. Sepertinya Persela sekarang masih tinggal menunggu waktu saja, kesabaran sudah pasti akan jadi kunci utama. Banyak yang menilai bahwa kubu Laskar Joko Tingkir akan berupaya tampil lebih baik lagi di bawah komando Iwan Setiawan. Dalam hal ini, diperkirakan Persela akan terus matangkan sistem pragmatis yang dibentuk oleh Iwan.

Sistem Permainan Persela Mulai Apik

Semua agaknya sudah paham bahwa Iwan Setiawan mencoba menyatu dengan filosofi permainan Laskar Joko Tingkir. Banyak yang sudah tahu bahwa Iwan Setiawan mencoba menerapkan pakem pragmatis sejak awal.

Bahkan Iwan Setiawan sudah berkata sejak kompetisi belum dihelat bahwa armadanya akan bermain dengan pertahanan sebagai pondasi utama. Gaya pragmatis yang diterapkan ala Iwan Setiawan memang sedikit membuat Persela kelimpungan terutama pada awal-awal pekan.

Bahkan bisa dibilang Iwan Setiawan kala itu dihantam banyak badai kritikan dari beberapa pihak. Sang pelatih veteran tersebut langsung banjir kritikan dan sorotan karena dinilai tak tunjukkan permainan atraktif.

Bahkan Persela juga sempat disebut sebagai tim yang sangat monoton atau tak prioritaskan permainan cantik. Namun kenyataannya memang demikian, Persela secara permainan memang tak terlalu cantik karena lebih gemar melakukan strategi parkir bus.

Setelah dipoles beberapa pekan, sekarang sepertinya kemajuan sudah mulai nampak dari armada Persela Lamongan. Skuad Laskar Joko Tingkir dinilai sudah mampu tontonkan pertunjukkan yang cukup apik dengan sistem pragmatis. Persela sudah nampak mulai nyetel dengan sistem permainan Iwan Setiawan, hanya saja keberuntungan masih kerap belum berpihak.

Masalah Mental Masih Membalut Persela Lamongan

Walaupun Persela Lamongan sudah dianggap nyetel dengan sistem permainan baru, sudah tentu tim ini kerap berbalut dengan tren negatif. Tren negatif yang selama ini cukup sering menerpa kubu Persela Lamongan sudah pasti dikarenakan beberapa hal. Banyak yang menilai bahwa hal yang paling utama menjadi penyebab lemahnya performa Laskar Joko Tingkir adalah masalah mentalitas.

Semua sepertinya juga sependapat bahwa mentalitas akan terbentuk ketika para pemain tersebut sarat dengan pengalaman. Terkait dengan itu, banyak yang menilai bahwa terkadang suatu klub memang butuh sosok senior yang mampu menjadi topangan mental. Dalam hal ini, Persela dinilai mentalnya belum terbentuk karena di skuad sangat banyak sosok muda. Bisa dibilang skuad Persela saat ini line up nya dihuni enam pemain muda bertalenta.

Badai Cedera Juga Tak Kunjung Reda

Masalah lain yang tak kalah pentingnya bagi kubu Persela saat ini adalah badai cedera berkepanjangan. Sepertinya publik Tanah Air sudah banyak yang mendengar informasi bahwa armada Laskar Joko Tingkir dihantam badai cedera. Bahkan hampir semua pemain asing Persela sekarang ini sedang dibalut oleh problematika fisik.

Banyak pemain yang notabene jadi sosok sentral justru alami cedera di skuad Persela Lamongan. Baru-baru ini Persela kehilangan dua pemain intinya karena alami cedera yakni Jabar Sharza dan Ivan Carlos. Maka dari itu, tak heran apabila Persela performanya akhir-akhir ini kian merosot dan kehilangan banyak poin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here