Manchester United Masih Melempem, Rangnick Hadapi Masalah Serupa Mourinho

0
19

Debatbola.com – Pergantian pelatih telah dilakukan Manchester United, tetapi performa mereka tetap saja melempem. Ralf Rangnick masih belum bisa membawa klub asal Manchester menuju era jayanya kembali. Benarkah Rangnick kini menghadapi masalah serupa yang dihadapi José Mourinho ketika melatih klub Manchester dahulu?

Ganti Pelatih Tak Selesaikan Masalah

Ketika Manchester United masih ditangani Ole Gunnar Solskjær, performa tim bisa dibilang jeblok. Performa minor tim asal Manchester inipun membuat banyak penggemar gerah dan meminta pelatih asal Norwegia itu dipecat. Keinginan para penggemar dikabulkan, dan Solskjær resmi tinggalkan tugasnya melatih Manchester United sekitar bulan November lalu.

Pasca kepergian Solskjær, para penggemar optimis bahwa Manchester United bisa menjadi lebih baik di bawah asuhan Ralf Rangnick. Rangnick menjadi salah satu pelatih favorit untuk menggantikan Solskjær kala itu. Eks pelatih RB Leipzig itupun benar-benar menggantikan Solskjær sejak awal bulan November lalu.

Sayang, optimisme penggemar terhadap Rangnick tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami Setan Merah. Bukannya membaik, performa Manchester United ternyata masih saja melempem. Kekalahan di pertandingan terkininya melawan Wolverhampton membuktikan bahwa masih ada banyak masalah di dalam klub yang berbasis di Manchester tersebut.

Semenjak kedatangan Rangnick, Manchester United telah memainkan total enam pertandingan. Namun, dari enam laga tersebut, Setan Merah hanya mampu mendapat satu kemenangan dengan margin lebih dari satu gol atas lawannya. Total, Rangnick telah mengemas tiga kekalahan, dua hasil seri dan satu kekalahan bersama Manchester United.

Perpecahan, Masalah Utama Dua Pelatih

Performa Manchester United yang masih melempem membuktikan bahwa klub ini sejatinya masih punya sederet masalah. Namun, mengutip laman Daily Mail, sepertinya ada satu masalah utama yang membuat Setan Merah belum bisa bangkit. Masalah yang dihadapi Rangnick ini bahkan sama dengan masalah yang dihadapi José Mourinho dahulu.

Daily Mail mengungkapkan bahwa masalah utama yang dihadapi Rangnick di Manchester United saat ini adalah masalah egoisme para pemainnya. Siapa sangka, masalah ini juga pernah dialami Setan Merah pada periode kepelatihan Mourinho. Mental para pemain dinilai lemah, dan ruang ganti dikabarkan terpecah menjadi dua kubu yang bertentangan.

Ruang ganti Manchester United terbagi menjadi dua, di mana satu kubu adalah kubu pemain yang ingin bertahan, sedang kubu yang lain adalah kubu yang ingin hengkang. Pada akhirnya, perpecahan inilah yang membuat tim sulit disatukan. Rangnick kesulitan menemukan kesatuan dalam tim, sama seperti yang dialami Mourinho beberapa tahun silam.

Luke Shaw Juga Rasakan Masalah

Hilangnya persatuan dalam skuad Manchester United juga bisa dirasakan dengan jelas oleh Luke Shaw. Usai kekalahan satu gol tanpa balas atas Wolverhampton, Shaw melihat bahwa tim yang ia bela tidak lagi menjadi tim yang seperti dulu. Ia tidak melihat ada persatuan serta motivasi untuk menang dalam tim berjuluk Setan Merah.

“Lihat kami, kami sudah lama main bareng, kami sudah sering main di kandang, kami tahu rasanya punya semangat, anda dapat merasakan motivasinya.” Tutur Shaw kepada Sky Sports. “Tapi saya pikir, kami kesulitan malam ini, kami kesulitan mendapat bola dan kami tak punya banyak pilihan.”

“Main di kandang berarti anda harus punya intensitas permainan, tapi sejak menit pertama, kami tidak bisa mendapatkan intensitas itu. Kami cuma seperti menonton dan membuat mereka merasa bermain seperti di kandang. Saya tidak merasakan persatuan di antara kami, kami merasa kami kesulitan, dan itu adalah laga yang benar-benar sulit.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here