Man City Dihukum UEFA, Pep Guardiola Bakal Hengkang

Debatbola.com – Hukuman yang dijatuhkan UEFA terhadap Manchester City terkait pelanggaran Financial Fair Play bak petir di siang bolong. Man City yang masih berjuang di beberapa kompetisi musim 2019/20 ini harus dihadapkan dengan masalah di luar lapangan.

Man City dihukum tak boleh tampil selama dua musim di kompetisi UEFA. Hal tersebut tentu bisa membuat sosok-sosok bintang di skuad Man City meninggalkan kesebelasan yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut, tak terkecuali sang manajer, Pep Guardiola.

Mantan pemain Man City, Richard Dunne, memprediksi jika banding Man City atas kasus ini gagal, yang artinya City akan menjalani hukuman per musim depan, Pep Guardiola akan hengkang. Menurut Dunne, Pep butuh tim yang sanggup memenuhi ambisinya untuk juara.

“Ke manapun dia pergi, dia di sana untuk jadi pemenang,” kata Dunne pada Omnisport. “Itu adalah yang akan terus ada pada dirinya. Dia ingin datang lalu juara. Kalau City ada di situasi di mana mereka tak bisa lagi bersaing, karena mereka terpaksa menjual banyak pemain dan tidak bisa membuat tertarik pemain top karena tidak tampil di Liga Champions, itu akan sulit.” 

Dunne sendiri khawatir Man City akan tetap menjadi kesebelasan yang ditakuti lawannya jika tak lagi dilatih oleh Pep Guardiola. Menurut eks pemain Tim Nasional Republik Irlandia itu, Pep punya sikap yang disukai banyak pemain. Sosoknya pula yang membuat banyak pemain top hijrah ke City.

“Aku rasa klub ini sudah diorganisasi dengan baik, sebagai klub, tidak hanya tim utama. Mereka punya struktur yang bisa membuat mereka selamat dan bisa kembali membangun tim (jika dihukum). Tapi kehilangan seseorang seperti Pep Guardiola akan jadi kehilangan besar.”

“Dia adalah apa yang telah dikerjakannya, dan dia terbukti sukses. Dia membuat pemain berbicara apa alasan mereka ingin bergabung ke tim dan Pep juga jadi daya tarik besar  untuk pemain mana pun,” tukas Dunne.

Bagi Dunne, masalah ini akan membuat para pemain Man City terganggu di sisa musim ini. Dunne sendiri pernah mengalami situasi yang sama ketika Sheikh Mansour menjadi pemilik anyar Man City pada 2008.

“Mungkin ini mirip ketika pemilik baru datang dan mengambil alih City. Semua pemain di ruang ganti membicarakan soal itu [pindah] dan mulai membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. ‘Apakah aku aman? Apakah teman-temanku akan pindah?'”

“Ada ketidakpastian dalam diri klub. Mereka akan banding, tapi selama itu pula para pemain berpikir, ‘Apa yang akan terjadi musim panas nanti? Apakah kami akan main di Liga Champions?’ atau ‘Haruskah aku pindah?'”

Musim 2019/20 sendiri baru akan berakhir pada Mei mendatang. Kurang dari empat bulan lagi memang, tapi itu akan menjadi waktu yang cukup lama bagi para pemain City diselimuti rasa resah mengenai masa depannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here