Makin Menggila di Usia 30 Tahun, Conte Son Heung-min Pemain Kelas Dunia

0
49

Debatbola.com – Son Heung-min tampil makin menggila. Kendati usianya kini sudah memasuki 30 tahunan. Musim lalu menjadi salah satu musim terbaik pemain Korea Selatan, dan penampilan apiknya pun menuai pujian Antonio Conte. Conte menyebut Son sebagai pemain kelas dunia.

Makin Tua Makin Ganas

Tanggal 8 Juli 2022 kemarin menjadi hari spesial buat Son Heung-min, karena tepat pada hari itu, pemain Korea Selatan merayakan ulang tahun. Son tepat berusia 30 tahun di tanggal tersebut. Usianya memang tak lagi muda, tetapi performanya justru kian menggila.

Usia 30 tahun biasanya adalah titik balik buat seorang pesepakbola, di mana di usia tersebut, bayang-bayang akan pensiun sudah di depan mata. Tetapi bagi Son Heung-min, usia 30 tahun justru merupakan usia emas. Hal ini dibuktikan dengan catatannya yang menggila.

Musim debut Son di Tottenham Hotspur cuma bisa ia lalui dengan torehan empat gol dari 28 pertandingan liga. Tetapi empat musim setelahnya, rata-rata gol pemain Korea Selatan naik drastis. Son mencatat rata-rata 12 gol di empat musim berikutnya.

Dua musim terakhir menjadi musim di mana Son menampilkan bentuk terganasnya. Musim 2020/2021, Son menceploskan 17 bola ke gawang lawan. Catatan itu pun meningkat mencapai angka 23 gol di musim 2021/2022.

Pemain Kelas Dunia di Mata Conte

Antonio Conte selaku pelatih yang selalu mengawal Son tentu memahami bagaimana perkembangan pesat pemain asal Korea Selatan tersebut. Oleh karena itu, Conte memberi pujian terhadap penampilan Son yang kian meningkat. Ia bahkan menyebut anak didiknya sebagai pemain kelas dunia.

“Setiap kali saya mendapat kesempatan berbicara tentangnya, yang bisa saya katakan cuma hal-hal positif. Itu karena kita sedang membicarakan pemain kelas dunia.” Kata Conte dalam konferensi pers tur pramusimnya di Korea Selatan.

“Dia adalah salah satu pemain terbaik, dan saya pikir, mungkin banyak orang yang menganggap remeh dirinya. Sonny bisa bermain di manapun, dan dia tahu bagaimana pemikiran saya terhadapnya.”

“Kami benar-benar beruntung dia bertahan dengan kami, dan saya sangat beruntung bisa memilikinya dalam tim saya. Adalah sebuah kehormatan untuk memiliki pemain seperti dia. Dia selalu tersenyum, dan bisa anda lihat setiap latihan, dia punya sikap dan komitmen luar biasa.”

“Bagi saya, dia adalah pemain papan atas, punya kualitas yang fantastis, kaki kanan, kaki kirinya, dia juga banyak berlari. Sulit rasanya mengharap sesuatu yang lebih baik darinya. Tentu, kita sedang membicarakan pemain kelas dunia, salah satu yang terbaik.”

Petuah Ayah Son

Pernyataan yang dikeluarkan Conte tentu bertentangan dengan apa yang dikatakan ayah Son, Son Woong-jung. Memang, Son Woong-jung telah melihat bagaimana penampilan putranya yang makin ganas di usia 30 tahun. Tetapi dalam kacamatanya, Son belum bisa dikatakan sebagai pemain kelas dunia.

Menurut Son Woong-jung, pemain kelas dunia adalah mereka yang bisa mempertahankan level permainan tetap di posisi tertinggi. Apabila pemain itu tidak bisa melakukan hal demikian, maka ia belum termasuk pemain level dunia. Son Woong-jung merasa putranya belum mencapai kelas dunia.

“Harusnya, dia (Son) bisa memainkan peran yang solid di salah satu klub papan atas dunia. Itulah momen ia bisa disebut pemain kelas dunia. Tahun ini, dia mencetak banyak gol, tapi tidak menjamin dia akan melakukan hal yang sama tahun depan.”

“Mereka yang bisa bertahan dalam situasi sulit hanyalah orang-orang yang selalu siap sedia. Dia masih harus menghadapi semua hal dengan hati-hati. Lalu, dia juga tidak boleh terlalu bangga pada pencapaiannya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here