Madura United Sering Gagal Antisipasi Serangan Balik, Ini Kata Fabio Lefundes

0
69

Debatbola.com – Dalam beberapa laga terakhir ini, Madura United ternyata memiliki sebuah catatan buruk terutama dalam hal mengatasi serangan balik. Tim ini sering kebobolan dari lawan ketika sudah unggul lebih dulu atau ketika sedang asyik menyerang.

Hancur Karena Serangan Balik

Pada hari Senin (28/2) malam kemarin WIB, Madura United baru saja melakoni laga kontra Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 Indonesia. Pada laga bertajuk Derby Suramadu tersebut, Laskar Sape Kerap –julukan Madura United- mengalami kekalahan tipis 1:2. Dalam laga kali ini, Madura United ternyata mengalami kegagalan berkat serangan balik yang dilancarkan Persebaya Surabaya.

Karena seringnya gagal mengantisipasi serangan balik, tim kebanggaan warga Madura ini kehilangan poin mereka. Hasil ini tentu saja sangat mengecewakan. Terlebih lagi Madura United masih berambisi untuk bisa menembus peringkat sepuluh besar. Dari pekan terbaru, Madura United terlihat masih bertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 30 poin. Tim ini hanya unggul lima poin dari tiga tim penghuni klasemen terbawah.

Komentar Fabio Lefundes

Selama tiga laga terakhir musim ini, Madura United memang tengah mengalami puasa kemenangan. Dua laga berakhir dengan kekalahan dan satunya lagi hanya berakhir imbang. Disinyalir kegagalan tim ini dari tiga laga terakhir karena tidak bisa mengantisipasi serangan balik dari lawan. Lambatnya transisi para pemain dari skema menyerang ke skema bertahan menjadi hambatan utama.

Meski demikian, hal ini ditepis oleh pelatih Madura United, Fabio Lefundes. Pada laga kontra Persebaya Surabaya kemarin, timnya memiliki koleksi kebobolan lebih sedikit meski hanya berselisih satu angka. Jika Madura United sudah kebobolan sebanyak 28 kali, Persebaya Surabaya sudah mengalami kebobolan sebanyak 29 kali.

“Saya tidak setuju dengan hal itu, lihat saja beberapa gol yang masuk ke gawang kami. Lihat juga bagaimana tim kami dengan cepat balik ke posisi menghalau lawan,” buka pelatih asal Brasil tersebut.

Rawan Serangan Balik

Fabio Lefundes kembali menuturkan analisanya tentang lawan yang dihadapinya di Derby Suramadu kemarin. Menurutnya Persebaya Surabaya adalah tipikal tim yang lebih suka menunggu di awal pertandingan. Mereka mengandalkan kedisiplinan para pemain belakang. Ketika fisik lawan terkuras habis staminanya, barulah Persebaya Surabaya melancarkan serangan secara bertubi-tubi untuk bisa mencetak gol.

Para pemain Madura United ternyata juga sempat dimanfaatkan oleh lawan di pekan sebelumnya ketika melawan Persita Tangerang. Saat itu Laskar Sape Kerap sempat unggul lebih dulu. Namun menjelang laga berakhir konsentrasi para pemain buyar dan membuat Persita kemudian menyamakan kedudukan.

“Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan berkaca dari laga kontra Persita. Pertandingan yang tidak jauh waktunya dari pertandingan lainnya. Persebaya merupakan tim bagus dan itu adalah informasi penting untuk tim,” tambah Fabio Lefundes.

Kalah Materi Pemain

Melihat jumlah laga yang sudah dilalui, memang Persebaya di atas kertas lebih unggul daripada Madura United. Jumlah laga yang sudah dilalui Persebaya juga lebih banyak yaitu 27 laga. Sedangkan Madura United baru memainkan sebanyak 25 laga. 

Selain itu skuad Bajul Ijo –julukan Persebaya Surabaya– memiliki pemain yang pandai mencari celah. Sebut saja Taisei Marukawa, Marselino Ferdinan, Ricky Kambuaya, hingga Samsul Arif.

Selain data di atas, posisi klasemen Persebaya juga lebih tinggi karena berada di peringkat kelima. Namun hikmah dari laga ini dipastikan akan membuat Madura United lebih solid di laga mendatang. Karena hanya tinggal ada enam laga tersisa, maka Madura United harus kembali menemukan konsistensi mereka agar bisa segera masuk ke lingkaran sepuluh besar dari klasemen musim ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here