Luka Dalam Sepak Bola Indonesia, Kiper Potensial Meninggal Dunia

0
96

Debatbola.com – Sepakbola Indonesia kembali berduka. Salah satu pemain profesional Indonesia Taufik Ramsyah yang bermain di Tornado FC meninggal dunia. Sang kiper meninggal pada hari Selasa, 21 Desember 2021 setelah dikonfirmasi oleh pihak klub sang pemain bernaung. Taufik dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit setelah benturan kepala yang dia terima dalam laga lanjutan semi final Liga 3.

Dia dikabarkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkapar di lapangan ketika berusaha menyelamatkan bola. Saat itu, kepala dari sang kiper terkena kaki pemain lawan sehingga dia tidak sadarkan diri. Kiper yang kini berusia 20 tahun dan bermain sangat baik harus berpulang ke pangkuan maha pencipta.

Kiper Potensial

Taufik Ramsyah merupakan salah satu kiper potensial yang dimiliki oleh Indonesia. Insiden di lapangan begitu sangat cepat, sehingga sang kiper harus mengalami kejadian tersebut. “Kiper masa depan sepakbola Riau Taufik Ramsyah telah berpulang ke pangkuan sang pencipta” Begitu ulasan dari pihak klub. “Kiper yang sangat mencintai profesinya tersebut harus berpulang dengan sangat cepat” tandas pihak klub.

“Ya Allah, ampunilah, selamatkan, beri rahmat, dan maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga)” tulis akun Instagram klub tersebut. Pihak klub sangat merasa kehilangan oleh kepergian sang kiper, dia merupakan kiper masa depan Indonesia yang begitu potensial. Dia menghembuskan nafas terakhirnya ketika sudah dirawat secara intensif sebelumnya.

Kejadian yang menimpa Taufik Ramsyah ini menjadi pukulan telak bagi persepakbolaan Indonesia. Pria yang akrab disapa Uun tersebut mengalami luka pendarahan yang begitu parah. Hidung dan mulut tidak berhenti mengeluarkan darah dan petugas medis sangat lamban memberikan pertolongan.

Pihak klub juga merasa kecewa terhadap pihak panpel yang dinilai tidak siap dalam menyelenggarakan pertandingan. “Taufik adalah kiper masa depan, tetapi kenapa penanganan medis sangat lamban” ujar pihak klub “Kalau mereka tidak siap jadi panitia, ga usah jadi panitia” tambahnya dengan rasa kecewa.

Kepergian Taufik menjadi sorotan di berbagai macam media, kepergian penjaga gawang tersebut sangat mengejutkan semua pihak. Dia menjalani operasi namun Tuhan berkata lain, dia tetap tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

Bukan Kejadian Yang Pertama

Kepergian kiper muda potensial asal Riau Taufik Ramsyah memang begitu meninggalkan luka dalam bagi persepakbolaan Indonesia. Selain itu, kejadian tersebut bukan merupakan kejadian pertama kalinya pemain meninggal dunia di lapangan. Sebelumnya pernah terjadi kejadian serupa yang dialami oleh kiper senior Choirul Huda yang meninggal akibat benturan di lapangan.

Hal ini harus menjadi sebuah pelajaran bagi PSSI dan juga pihak klub agar dapat memprioritaskan bagi keselamatan pemain. PSSI harusnya bisa berkaca dari kejadian seorang kiper legenda dan juga mantan pemain Chelsea dan Arsenal, Petr Cech yang juga mengalami benturan kepala. Namun nyawa Petr Cech masih terselamatkan meski harus memakai pelindung kepala dalam menjalankan aksinya.

Prioritas keselamatan bagi kiper yang sangat penting sehingga pihak klub dan juga FIFA sudah mensahkan pelindung kepala tersebut. Seharusnya khusus untuk kiper, pelindung kepala wajib dikenakan sang pemain ketika bermain di lapangan. Selain itu yang menjadi sorotan lain ialah pihak penyelenggara pertandingan yang harus kembali mendapat teguran keras.

Pihak panpel semestinya sudah sangat baik menyiapkan segala keperluan yang ada di dalam lapangan, termasuk kejadian seperti ini. Penanganan yang lambat serta tidak lengkapnya alat kesehatan harus segera dievaluasi. Kejadian ini harus menjadi yang terakhir kalinya membuat nyawa orang kembali melayang.

Semoga Almarhum Taufik Ramsyah mendapatkan tempat mulia dan juga diberikan keselamatan dan juga rahmat Tuhan Yang Maha Esa, semoga kejadian yang menimpa Taufik Ramsyah adalah kejadian terakhir kalinya di dalam dunia sepak bola. Selamat jalan kiper muda potensial Taufik Ramsyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here