Luis Suarez Ditendang Dari Barcelona, Juara Di Ibukota

0
199

Debatbola.com – Luis Suarez menjadi pemain paling berharga Atletico Madrid di musim ini. Pasalnya mantan striker Barcelona itu berkali-kali menyelamatkan kubu Los Rojiblancos dari hasil imbang. Dua laga terakhir mereka, dimana merupakan pertandingan penentuan juara La Liga, sang striker hadir menjadi penyelamat.

El Pistolero Atau El Salvador?

Luis Suarez setelah dibuang oleh raksasa Catalan, Barcelona tidak serta merta memburuk secara performa. Mendekati akhir-akhir musim La Liga, rasa-rasanya julukan El Pistolero dari sang striker harus diganti menjadi El Salvador. Yang berarti ‘Sang Penyelamat’ dalam bahasa Spanyol.

Pada laga melawan Osasuna di Wanda Metropolitano, pasukan Diego Simeone dikejutkan oleh gol dari Ante Budimir pada menit ke-75. Renan Lodi, bek kiri tim berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan kaki kirinya. Menjelang laga usai, gol yang ditunggu-tunggu lahir dari Luis Suarez dua menit sebelum waktu normal berakhir.

Magis striker berusia 34 tahun itu tidak berhenti di laga melawan Osasuna. Di pertandingan pamungkas Los Rojiblancos menghadapi Real Valladolid, skema yang sama seperti laga sebelumnya terulang kembali.

Pucela, julukan Valladolid mampu unggul dulu lewat taktik serangan balik yang diselesaikan dengan sempurna oleh sang winger, Oscar Plano. Kali ini Angel Correa yang menggantikan tugas Renan Lodi sebagai penyeimbang skor. Kemudian lewat tembakan sang Pistolero tepat di menit ke-67, Atletico Madrid sukses menyegel gelar La Liga.

Dikira Sampah Ternyata Emas

Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dan pelatih tim saat ini, Ronald Koeman menjadi orang yang membuang Luis Suarez. Striker asal Uruguay itu menjadi daftar jual sang presiden lantaran usianya yang sudah uzur.

Konflik antara sang striker dengan presiden tim memuncak tatkala, Barcelona tidak merestui keinginan striker tersebut hijrah ke ibukota dengan gratis. Tim asal Catalan itu hanya mau jika sang striker dibeli dan tidak mau jika pemainnya itu diboyong secara cuma-cuma.

Namun akhirnya El Pistolero berhasil berlabuh ke Wanda Metropolitano dengan Atletico Madrid membayar mahar sebesar 7 juta Euro. Namun banyak media yang mengatakan bahwa kepindahan striker berusia 34 tahun itu berstatus free transfer.

Sementara itu Ronald Koeman bahkan tidak memasukkan Luis Suarez dalam rencana timnya di awal musim. Pelatih asal Belanda itu lebih senang menurunkan pemain muda untuk dimainkan dalam strateginya.

Mantan pelatih Everton itu lebih percaya kepada Martin Braithwaite untuk mengisi posisi striker murni di timnya. Seraya menunggu manajemen tim agar bersegera meminta tanda tangan Memphis Depay agar keluar dari Olympique Lyon.

Akan tetapi beribu sayang, kapten tim yang berjuluk Les Gones itu tak urung pindah dari klubnya. Bursa transfer musim dingin yang dibuka bulan Januari kemarin menjadi satu-satunya harapan sang pelatih. Lini depan klub itu kian pincang seiring malangnya nasib trio bek El Barca yang tampil konsisten.

Menariknya di kubu Los Rojiblancos, Luis Suarez malah berhasil menjuarai gelar La Liga musim ini. Dirinya pun seakan menampar keras kedua orang yang telah tega membuangnya itu. Emas tetaplah emas, walaupun dibuang ke tempat sampah.

Luis Suarez Menangis

Di akhir laga melawan Real Valladolid, striker Atletico Madrid, Luis Suarez kedapatan menangis. Dirinya meneteskan air mata sambil menatap layar ponselnya menelepon sang istri dan anak-anaknya di tengah lapangan.

Siklus hidup yang naik turun menjadi alasan kuat Luis Suarez tak kuat membendung tangisnya. Setelah dua kali ditendang oleh mantan klubnya, Liverpool dan Barcelona, dirinya masih tetap kuat. Tetap semangat El Pistolero!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here