Legenda Sepak bola Dukung Pemain Muda Merumput Di Luar Negri

0
77

Debatbola.com – Legenda sepak bola Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto sangat mendukung program untuk mendorong pemain muda. Program tersebut adalah mengijinkan pemain muda Indonesia berlaga dalam liga di klub luar negeri. Cara seperti ini tentunya lebih efektif daripada program Primavera yaitu mengirim tim ke luar negeri.

Kurniawan Dwi Yulianto Pernah Dikirim Ke Italia

Kurniawan Dwi Yulianto kini menjadi salah satu staf pelatih Tim Nasional Indonesia. Posisinya di kepelatihan Indonesia tentunya ikut berpengaruh terhadap kemajuan tim Garuda Muda. Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu legenda Indonesia yang berposisi sebagai penyerang.

Kurniawan Dwi Yulianto atau yang sering disapa kurus awalnya memulai karier di Diklat Salatiga. Kemudian Kurus melanjutkan ke Diklat Ragunan untuk mematangkan permainan sepak bolanya. Selain itu, Kurus juga salah satu bagian dari program Primavera yang pernah dibuat PSSI tahun 1990-an.

Kala itu Kurus dikirim ke Italia bersama 21 pemain lainnya. Tim Indonesia yang dikirim mengikuti kompetisi selama satu musim penuh. Dalam kompetisi tersebut para pemain bermain melawan tim dari luar negeri. Bahkan banyak nama-nama legenda Italia yang pernah bertemu dengan tim Indonesia kala itu. Sebagai contoh ada Buffon, Del Piero, dan Montella.

Lebih Baik Dari Program Individu

Federasi sepak bola Indonesia PSSI juga memiliki beberapa program yang hampir sama. Ada yang dikirim untuk berkompetisi di Uruguay, ada juga Baretti yang dikirim ke Italia juga. Setiap masa pengurusan PSSI tentunya memiliki program yang berbeda dan semakin lebih baik. Jadi dalam tim nasional bisa berasal dari banyak klub luar negeri berbeda-beda.

Menurut Kurniawan, program semacam ini efektif sebagai bahan belajar dan mencari pengalaman pemain muda Indonesia. Akan lebih baik jika para pemain tersebut ke luar negeri sebagai pemain individu untuk sebuah tim luar negeri. Para pemain ke luar negeri tidak sebagai tim seperti yang dialami Kurniawan dulu.

Kurniawan menambahkan jika pemain dikirim dalam bentuk tim mungkin akan memberikan kemampuan individu lebih baik. Namun memberikan akses untuk berkarier secara individu di luar negeri dapat memberikan skill serta pengalaman yang baik. Dikirim secara tim belum tentu melatih mental pemain muda, namun dikirim secara individu tentunya dapat melatih mental pemain.

Berbagi Pengalaman

Kurus memberikan contoh saat dirinya memperkuat Sampdoria dan juga Luzern Swiss. Kala itu Kurus memiliki mental yang sudah terbentuk karena bermain individu. Kurniawan sudah tidak bersama dengan tim Primavera Indonesia. Tandanya Kurniawan sudah bermain dan berpartner dengan para pemain luar negeri.

Kurniawan pernah pindah ke Swiss untuk memperkuat tim yang dibelanya. Kurus mengatakan bahwa mental dapat lebih terlatih karena apabila pemain memiliki masalah di latihan atau lapangan, pemain tersebut harus memotivasi dirinya sendiri. Selain itu pembentukan karakter oleh tim luar negeri biasanya lebih keras dan berkualitas.

Namun sangat disayangkan, karier Kurniawan di dunia sepak bola eropa tidak bertahan lama. Kala itu Kurus pulang dan merumput di tanah air, tahun 1995 Kurniawan bergabung dengan Pelita Jaya. Masa yang sangat sebentar di eropa tentunya menjadikan Kurniawan menyesali sekarang.

Dirinya tidak mengetahui bahwa akan menyesali keputusannya untuk pulang dan bergabung dengan klub lokal. Faktor lain yang membuatnya menyesal adalah kurangnya pemahaman mendalam mengenai karir sepak bola saat itu. Padahal Kurniawan sendiri dinilai memiliki potensi besar saat bermain di eropa kala itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here