Laga Perdana Grup B, Dua Pertandingan Diisi Kejadian Menggemparkan

0
132
Laga Perdana Grup B, Dua Pertandingan Diisi Kejadian Menggemparkan

Debatbola.com – Masing-masing anggota grup B EURO 2020 telah memainkan pertandingan pertamanya. Partai pertama grup ini menyelenggarakan pertandingan antara timnas Denmark melawan timnas Finlandia. Kemudian tiga jam setelahnya dilanjutkan pertandingan antara timnas Belgia melawan timnas Rusia.

Kejadian Menggemparkan Christian Eriksen

Pada laga derby skandinavia antara Timnas Denmark melawan Finlandia, terjadi sebuah kejadian yang sangat menggemparkan. Pasalnya salah satu pemain tim yang berjuluk Danish Dynamite itu tiba-tiba terjatuh dan tak sadar diri.

Pemain tersebut adalah playmaker Inter Milan, Christian Eriksen. Sang pemain tak disangka-sangka mengalami collapse di tengah-tengah jalannya pertandingan tepatnya menjelang babak pertama akan berakhir.

Christian Eriksen yang tengah menerima lemparan ke dalam dari sang bek kiri tim, Joakim Maehle tiba-tiba tersungkur ke arah depan. Melihat itu bek yang bermain untuk Atalanta itu langsung menghampiri sang playmaker.

Pengadil lapangan yang bertugas ketika itu, Anthony Taylor juga langsung memberhentikan jalannya pertandingan. Wasit berkebangsaan Inggris tersebut pun juga segera memberikan tanda kepada paramedis untuk segera menjalankan tugasnya. Melihat kesigapan dari sang pengadil lapangan banyak penggemar sepakbola yang memberikan pujian kepada sang wasit.

Berkat itu tindakan pertolongan pertama dapat segera dilakukan oleh tim paramedis. Hasilnya nyawa Christian Eriksen dapat terselamatkan dan kini sang pemain tengah menjalani perawatan di rumah sakit di negaranya.

Ucapan pun banyak berdatangan dari segala penjuru dunia bagi kejadian menggemparkan yang dialami oleh Christian Eriksen. Bahkan Romelu Lukaku yang bermain tiga jam setelahnya merayakan gol dengan memberikan ucapan padanya.

Cedera Kepala Timothy Castagne

Sementara itu kejadian yang sama menggemparkannya juga terjadi di pertandingan kedua grup B. Dimana Timnas Belgia bertandang ke markas tuan rumah Rusia bertempat di Gazprom Arena, St. Petersburg.

Pada laga itu, Timothy Castagne tengah melakukan clearance bola dengan cara disundul. Ketika itu bek kanan Leicester City itu tidak sendiri namun juga berduel dengan gelandang tengah timnas Rusia, Daler Kuzyaev.

Sama seperti kejadian yang menimpa Christian Eriksen, wasit yang bertugas Mateu Lahoz juga segera memanggil tim paramedis masuk. Tujuannya agar cedera sang pemain tersebut bisa dicegah atau setidaknya diminimalisir.

Setelah dilakukan pemeriksaan di tengah lapangan oleh tim paramedis, didiagnosa sang pemain mengalami ‘broken eye socket’. Alhasil, garisan benjolan merah panjang pun menghiasi wajah sang pemain.

Syukurnya pertandingan tidak sampai harus diberhentikan sementara seperti kejadian Christian Eriksen sebelumnya. Namun sang bek kanan tersebut harus meninggalkan permainan dan tidak bisa melanjutkan.

Bek kanan Borussia Dortmund, Thomas Meunier pun langsung disiapkan oleh sang pelatih, Roberto Martinez. Thomas Meunier masuk pada menit ke-27 dan menggantikan Timothy Castagne yang meringis kesakitan dan harus segera dirawat.

Kabarnya setelah itu sang pemain dilarikan ke salah satu rumah sakit di kota St. Peterburg dan mengalami perawatan di sana. Dirinya pun dikabarkan tidak akan bisa dimainkan di pertandingan timnas Belgia selanjutnya.

Roberto Martinez Kehilangan Satu Pemain

Roberto Martinez, pelatih timnas Belgia diliputi kesedihan pasalnya sang pelatih telah kehilangan satu pemainnya. Padahal dirinya bersama tim baru saja melakoni pertandingan pertamanya namun sudah tidak bisa memainkan satu pemain tersebut. Timothy Castagne pun juga telah dikonfirmasi oleh sang pelatih bahwa sang pemainnya itu tidak bisa menjalankan pertandingan lagi. 

Kesedihan pelatih yang telah berusia 47 tahun tersebut tidak berhenti di situ saja. Pasalnya satu pemain bertahannya lagi, Jan Vertonghen yang juga merangkap sebagai kapten di laga itu harus mengakhiri laga lebih cepat. Namun dikabarkan permasalahan cedera yang meliputi punggawa Tottenham itu tidak cukup serius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here