La Liga Takkan Hukum Klub Penggagas ESL

0
380
La Liga Takkan Hukum Klub Penggagas ESL
Sumber : 038013500_1591681627-200609_ilustrasi_La_liga_2.jpg

Debatbola.com – Dari 12 klub yang menggagas liga tandingan bernama European Super League (ESL), tiga di antaranya berasal dari Spanyol. Ketiga klub tersebut adalah Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Gelombang penolakan mengalir deras pada para pencetus ESL tersebut. Mereka disebut terlalu tamak dan serakah sehingga ingin menciptakan liga yang hanya menguntungkan mereka sendiri. Tak heran klub Non-ESL banyak yang menyarankan untuk menghukum klub-klub ESL tersebut baik dari UEFA maupun dari liga domestik.

Tapi dari pihak La Liga sendiri menyebutkan bahwa mereka tidak akan menghukum Real, Atleti, dan Barcelona. Bagi Presiden La Liga, Javier Tebas, klub-klub itu sudah mendapatkan hukuman dari para fansnya sendiri.

“Kami tak akan membicarakan hukuman. Semua orang ingin mereka disanksi. Tapi kami punya prosedur dan kami perlu melihat akan seperti apa akhirnya. Kita akan melihat apa yang akan terjadi nanti,” tutur Javier Tebas.

“Aku membicarakan tentang jenis kesepakatan. Kita tidak perlu terburu-buru. Aku rasa sangat penting bahwa para klub tersebut sudah mendapatkan hukuman dari fans mereka sendiri. Reputasi mereka sudah terkena dampaknya.”

Untuk diketahui, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, adalah sosok pertama yang menggagas adanya liga tandingan dari Liga Champions. Ia sudah menggaungkan liga semacam ESL sejak satu dekade lalu, namun memang selalu mendapatkan tentangan sehingga urung terlaksana.

Barcelona awalnya bukan dari bagian klub yang ingin liga semacam ESL lahir. Tapi pandemi membuat utang mereka semakin menumpuk. ESL menawarkan aspek finansial yang akan membuat keuangan mereka lebih sehat dibanding sekarang.

Dari sisi Perez, ia menilai bahwa ESL bisa menyelamatkan sepakbola secara universal. Tapi pendapat Perez itu dibantah oleh Tebas. Tebas justru mempertanyakan kenapa ESL harus digagas secara diam-diam jika itu baik untuk sepakbola secara global.

“Mereka bilang bahwa itu dibuat untuk menyelamatkan kita dari kekacauan. Itu tidak benar. Yang ada mereka hanya akan merusak kompetisi nasional. Mereka hanya mementingkan ekonomis dan keolahragaan. Kalau itu bagus buat sepakbola, kenapa mereka sembunyi-sembunyi dari kami?”

Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona saat ini masih menjadi tiga kesebelasan yang paling sukses di Spanyol. Bahkan musim ini, persaingan ketiganya sangat ketat dan kemungkinan besar akan berlangsung hingga pekan terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here