Kritik Lapangan, CONMEBOL Denda Pelatih Brazil

0
123
Kritik Lapangan, CONMEBOL Denda Pelatih Brazil

Debatbola.com – Timnas Brazil telah berhasil lolos ke babak perempat final Copa América, tetapi kabar buruk justru menghampiri mereka. Sang juru taktik, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite mendapat hukuman akibat kritik yang ia lontarkan terkait Copa América. Tite dikabarkan mendapatkan denda bernilai hingga puluhan juta rupiah.

Banyak Kritik Untuk CONMEBOL

Kritik kepada CONMEBOL sepertinya sedang gencar dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam gelaran Copa América edisi tahun 2021. Beberapa waktu lalu, ada nama Marcelo Martins. Martins kala itu mengkritik CONMEBOL karena ia menilai penyelenggara Copa América itu hanya mementingkan uang, dan tak peduli dengan kesehatan para pemain.

Akibat kritik pedasnya, Martins diberi hukuman berupa larangan bermain dalam satu pertandingan Copa América. Tak cuma itu, penyerang andalan Bolivia juga dikabarkan dijatuhi denda yang tentu tak sedikit nilainya. Menurut beberapa sumber, Martins diganjar denda dengan nilai sekitar 20 ribu USD atau sekitar 290 juta rupiah oleh CONMEBOL.

Lapangan yang Buruk

Setelah Marcelo Martins, kini nasib hampir sama sepertinya telah menghampiri pelatih timnas Brazil, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite. Mirip dengan Martins, Tite juga beberapa waktu lalu mengkritik salah satu hal terkait Copa América. Menariknya, yang dikritik Tite justru adalah lapangan Brazil sendiri selaku tuan rumah turnamen ini.

Kritikan Tite ini disampaikan ketika Timnas Brazil berhasil merebut kemenangan menghadapi Kolombia dengan skor tipis 2-1. Tite menilai bahwa lapangan Brazil masih belum layak menggelar event sekelas Copa América. Menurutnya, kondisi lapangan di Copa América bisa mencederai pemain yang mayoritas merupakan pemain-pemain liga elit Eropa.

“Saya tak mau menyebut lapangannya mengerikan, tapi lapangan seperti ini adalah lapangan yang buruk untuk bermain sepakbola. Kondisi lapangan seperti ini mempengaruhi kualitas pertandingan. Apa saja yang seharusnya terjadi, justru tidak bisa terjadi.” Kata Tite selepas membawa skuadnya taklukkan Kolombia.

“Jangka waktu yang diberikan untuk menggelar ini (Copa América) sangat singkat. Ini tidak dapat diterima karena para pemain dari kedua tim harus selalu bermain di level tertinggi. Para pemain itu bermain di lapangan yang luar biasa di Eropa. Tapi mereka datang kemari (Copa América), hanya untuk bermain di atas lapangan seperti ini.”

Hukuman Berat Menanti

Pada akhirnya, kritik yang disampaikan Tite terhadap buruknya kualitas lapangan untuk Copa América berujung panjang. CONMEBOL sepertinya tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Tite. Atas kritikan tersebut, CONMEBOL pun dilaporkan siap memberikan denda hingga puluhan juta rupiah.

Seperti dilansir via AP News, CONMEBOL dikabarkan bakal memberi denda sebesar 5 ribu USD untuk Tite atas kritikan tajam yang ia berikan. Jika dirupiahkan, nilai itu sama dengan sekitar 72 juta rupiah. CONMEBOL juga meminta agar Federasi Sepakbola Brazil tidak memberikan pembelaan terhadap pelatihnya.

Selain itu, presiden CONMEBOL Eduardo Gross Brown memberikan pernyataan keras terkait pelanggaran yang dilakukan Tite. Ia menuturkan bahwa Tite tidak boleh melakukan pelanggaran serupa. Jika nantinya pelatih 60 tahun itu melakukan pelanggaran yang sama, maka CONMEBOL menyatakan siap memberi hukuman yang lebih berat lagi padanya.

Kontroversi Brazil Sebelumnya

Sebelum kasus Tite, Brazil juga sudah pernah membuat kontroversi dengan mengkritik CONMEBOL terkait keputusan tetap menggelar Copa América di tengah situasi pandemi. Beberapa hari sebelum Copa América, para pemain Brazil melakukan boikot terhadap turnamen karena menilai turnamen ini harusnya dibatalkan.

Para pemain menilai Brazil yang memiliki angka kasus Covid-19 sangat tinggi selayaknya tidak menjadi tuan rumah. Meski memboikot Copa América, Brazil kala itu mengaku akan tetap profesional dan ikut serta dalam turnamen. Mereka pun akhirnya ikut, dan kini sudah memastikan diri lolos ke babak perempat final.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here