Komisi Disiplin Ligue 1 Dalami Keributan Massal PSG-Marseille

Debatbola.comNeymar, penyerang Paris Saint-Germain (PSG), mendapatkan larangan dua pertandingan akibat kartu merah yang didapatkannya saat ia menghadapi Olympique Marseille pada pertandingan Ligue-1 di Stadion Parc des Princes, Senin (14/9). Pada laga itu, PSG mengalami kekalahan dengan skor 1-0 dan berakhir dengan perkelahian massal. Sebanyak lima pemain diganjar kartu merah termasuk Neymar yang menampar bagian belakang kepala Alvaro Gonzalez, bek Marseille.

Pengumuman sanksi juga membuka penyelidikan atas tuduhan rasisme Neymar dari Alvaro yang katanya memanggil monyet. Akan ada penyelidikan dengan mempelajari rekaman pertandingan lebih lanjut. “Kami tahu ada pertukaran kata. Tapi saat ini, tidak ada cukup kepastian untuk memanggil para pemain,” kata Sebastien Deneux, Presiden Komisi Disiplin Ligue 1, seperti dikutip dari Agence France Presse.

Rekaman akan dilihat untuk menentukan apakah ada cukup bukti tentang klaim pelecehan rasis atau tidak. Deneux juga menegaskan bahwa komisi disiplin hanya akan memutuskan berdasarkan elemen yang objektif dan nyata dari rekaman tersebut. Sebab mereka juga akan menafsirkan apakah Neymar mengatakan homofobia kepada Alvaro. “Apa yang sebenarnya dikatakan dan apa yang sebenarnya didengar,” tambah Deneux.

Angel Di Maria juga akan dipanggil ke pertemuan komisi disiplin liga pada 23 September mendatang. Hal itu atas klaim Di Maria yang meludahi Alvaro. Selain itu, Layvin Kurzawa, bek sayap PSG, juga terkena larangan enam pertandingan karena menendang Jordan Amavi, bek kiri Marseille, yang juga terkena skorsing tiga laga setelah mendapatkan kartu merah.

Leandro Paredes, gelandang PSG, juga dilarang bermain dua pertandingan setelah mendapatkan kartu merah akibat bentrok dengan Dario Benedetto, penyerang Marseille.  Benedetto pun sama mendapatkan kartu merah seperti Paredes sehingga harus absen pada laga selanjutnya melawan Saint-Etienne.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here