Koeman Kembali Serang Laporta, Beri Gambaran Momen Saat Dirinya Dipecat

0

Debatbola.com – Perseteruan panas yang terjadi antara Joan Laporta dengan Ronald Koeman nampaknya masih terus berlanjut. Saling serang kata-kata terjadi antara keduanya dalam beberapa pekan terakhir ini. Terkini, Koeman kembali mengungkap borok Laporta dengan menggambarkan ulang bagaimana kejamnya cara sang presiden Barcelona memecat dirinya.

Pemecatan yang Brutal

Hampir setengah tahun pasca pemecatannya dari Barcelona, Ronald Koeman sepertinya masih merasa sakit hati dengan klub yang pernah ia tukangi tersebut. Rasa sakit hati Koeman juga rupanya bermuara pada satu orang. Orang tersebut tidak lain dan tak bukan merupakan presiden klub Catalan sendiri, Joan Laporta.

Tentunya, sebagai presiden, Laporta menjadi orang yang paling bertanggungjawab dalam pemecatan Koeman. Koeman beberapa waktu lalu pernah menyerang Laporta dengan kata-kata, dimana ia menyebut sang presiden tidak adil. Laporta menyerang balik dengan menyebut bahwa ia seharusnya mendepak Koeman lebih cepat.

Saling serang argumen terjadi, dan Koeman baru-baru ini ternyata kembali menyerang Laporta dengan sebuah pengakuan. Kali ini, ia menggambarkan situasi ketika ia dipecat oleh Laporta. Menurut Koeman, momen tersebut merupakan momen yang sangat kejam karena Laporta memecat dirinya tepat di hadapan anak-anak asuhnya.

Tampil dalam acara Hoge Bomen TV Show, Koeman ditanya bagaimana kronologi pemecatannya dari kursi kepelatihan Barcelona. Koeman lalu menyebut bahwa itu merupakan salah satu momen menyakitkan di hidupnya. Pasalnya, Koeman menyebut dirinya terus diserang dengan kata-kata oleh Laporta di hadapan para anak asuhnya sendiri.

“Cara Laporta memecat saya? Satu hal yang membuat saya merasa sakit hati saat itu adalah, para pemain ada di belakang kami, di pesawat, sementara saya duduk di sampingnya.” Papar Koeman, mengungkap momen pemecatannya. “Dia selalu berteriak bahwa saya adalah legenda klub, buktikan, dan bertindak berbeda.”

Joan Laporta Tidak Dendam

Meski terkesan menyerang balik Koeman dengan pernyataan bahwa ia harusnya memecat Koeman lebih cepat, Laporta ternyata tak menyimpan dendam pada juru taktik Belanda. Terbukti, dalam sebuah wawancara, ia mengaku akan tetap mengingat Koeman sebagai pahlawan, dan kalaupun saat ini Koeman membencinya, ia harap semua itu berlalu.

“Saya ingin mengingatnya sebagai pahlawan di Wembley.” Kata Laporta, menggambarkan sosok Koeman, mengutip via Sport.es. “Saya berada di sana saat dia mencetak gol di menit ke-111 (final European Cup 1991/1992). Bukan berarti dia bisa berkata apapun seenaknya, tetapi saya akan selalu mengingat gol di Wembley itu.”

Laporta lalu mengingat jasa-jasa Koeman, termasuk membuat beberapa pemain muda bersinar bersama Barcelona.”Dia (Koeman) juga punya kemampuan menempatkan para pemain muda.” Lanjut Laporta. “Itu juga adalah sebuah penghargaan buat Ronald, dan jika dia menyakiti saya sekarang, saya harap, semua ini segera berlalu.”

Statistik Karir Ronald Koeman

Sebagai pemain, Koeman sendiri bisa dibilang sukses, dan wajar rasanya apabila Laporta menganggap Koeman sebagai legenda sekaligus pahlawan. 264 penampilan telah dibuat, dan 88 gol telah dikemas, termasuk gol di final European Cup 1992 kontra Sampdoria. Sejumlah gelar telah dimenangkan Koeman di Barcelona, termasuk empat titel Liga Spanyol.

Sayang, kesuksesannya sebagai pemain dahulu tak lantas membuat karir melatihnya sukses. Sebelum datang ke Barcelona, Keoman memang terlihat menjanjikan, dengan mengantar timnas Belanda menjadi runner-up ajang UEFA Nations League 2018/2019. Tetapi di Barcelona, segala pencapaian yang diraih selama masih aktif bermain tak lagi bisa diulang.

Berkat rentetan hasil negatif, Koeman akhirnya dipecat pada tanggal 28 Oktober 2021, menyusul kekalahan memalukan atas Rayo Vallecano. Koeman resmi meninggalkan Barcelona setelah mendampingi tim sebagai pelatih dalam 67 pertandingan. Rasio kemenangan Koeman pun terbilang sedikit, hanya di angka 58 persen saja.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version