Kiper Iran mengalami Patah Gigi Setelah Bertabrakan dengan Rekannya Sendiri

0
22
Kiper Iran mengalami Patah Gigi Setelah Bertabrakan dengan Rekannya Sendiri

Debatbola.com – Kecelakaan dialami oleh punggawa timnas Iran, Alireza Beiranvand. Penjaga gawang Iran tersebut mengalami nasib yang nahas. Pada pertandingan menghadapi Inggris Selasa (22/11) lalu, ketika Alireza berusaha menangkap bola, tiba-tiba didepannya rekan setimnya yang juga berusaha meraih bola untuk dibuang jauh dari gawang timnas Iran. Majid Houssaini bek Iran tersebut juga mengalami benturan. Awalnya Alireza bisa melanjutkan untuk bermain selama 5 menit. Berikutya Alireza harus tunduk pada batasan kemampuan tubuhnya. Ia berbaring kesakitan karena batang hidungnya mengalami patah tulang.

Sementara itu Majid Houssaini tidak mengalami cedera yang cukup serius. Hanya saja sedikit memar setelah pipi kanannya membentur hidung kiper andalan timnas Iran tersebut. Pemain nomor satu iran tidak bisa melanjutka laga karena hidungnya mengalami pendarahan.
Staff medis awalnya mengizinkan Alireza melanjutkan untuk bermain, namun beberapa saat kemudian ia terjatuh dan berbaring kesakitan atas hidungnya yang terus mengeluarkan darah.

Beberpa pemain belakang Iran cepat-cepat memanggil tim medis untuk segera menangangi rekan setimnya yang mengalami pendarahan dihidungnya. Akhirnya Alireza digantikan oleh Payam Niazmand pada menit ke 14 babak pertama.

Sayangnya laga tersebut tidak menjadi keberuntunga bagi Alireza dan juga Payam Niazmand. Iran harus takluk oleh timnas Inggris dengan skor 6 : 2. Walaupun kalah setidaknya timnas Iran sempat memperkecil ketertinggalan lewat dua gol yang dicetak oleh M Taremi.

Diawal pembukaan laga pemain beberpa pemain timnas Iran tidak ikut menyanyikan lagu kebangsaan. Hal itu menjadi simbol protes pemain timnas Iran kepada pemerintah karena aksi yang dilakukan oleh aparatnya yang represif kepada pendemo di Iran. Sebelumnya sempat diisukan bahwa Iran gagal mengikuti Piala Dunia dan akan digantikan oleh Italia. Tetapi hal itu tidak berpengaruh sedikitpun kepada pihak berwenang.

Tidak sedikit timnas yang gagal menjalani kompetisi jika pemerintah dan politik masih menguasai industri sepakbolanya. Seperti diIndonesia sendiri, protes insiden kanjuruhan yang hingga saat ini digaungkan tidak kunjung ditindak lanjuti oleh aparat dan pihak yang berwajib. Semoga tidak akan ada lagi kejadian yang serupa dimanapun tempatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here