Kepedulian FAM Dan MFL Yang Membuat Bali United dan PSM Makassar Iri

0

Debatbola.com – Menjadi perwakilan Indonesia, Bali United dan PSM Makassar akan mengikuti Piala AFC tahun ini. Kedua klub tersebut kini baru saja menyelesaikan pertandingan perdananya di kompetisi tersebut dengan hasil yang berbeda. Dalam mengikuti kompetisi Internasional tingkat Asia tersebut, rupanya jalan Bali United dan PSM Makassar tidaklah mudah.

Rupanya, Bali United dan PSM Makassar tidak sepenuhnya didukung oleh PSSI dalam melakoni kompetisi besar tersebut. Bahkan perlakuan PSSI terhadap perwakilannya itu berbeda jauh dengan FAM dan MFL yang juga mengutus dua klub. Bahkan Bali United dan PSM Makassar dipastikan iri dengan cara FAM dan MFL memberikan kemudahan pada utusannya.

Kurangnya Dukungan Dari PSSI

Musim ini, Bali United dan PSM Makassar mengikuti jadwal kompetisi berbeda yang jadwalnya bertabrakan. Selain Piala Presiden, kedua klub itu masih harus berjuang di kompetisi tingkat Asia yaitu Piala AFC 2022. Belum lagi Liga 1 musim baru juga akan dimulai sebentar lagi.

Seperti yang diketahui, Bali United menjadi perwakilan Indonesia karena merupakan pemenang Liga 1 tahun 2019. Sedangkan PSM Makassar terpilih menemani Bali United karena merupakan pemenang Piala Indonesia di tahun yang sama. Kini keduanya berada di grup G dan H bersama perwakilan dari negara lainnya.

Dibandingkan Piala Presiden yang hanya turnamen pramusim, Piala AFC tentu jauh lebih penting. Piala AFC merupakan kompetisi internasional tingkat Asia yang tentu saja tingkatannya jauh lebih tinggi dibandingkan Piala Presiden. Belum lagi kedua klub itu membawa nama Indonesia di kancah Internasional.

Seharusnya, PSM Makassar dan Bali United tidak perlu mengikuti Piala Presiden dan fokus pada Piala AFC saja. Pasalnya kedua klub itu membawa harga diri Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia itu. Namun kenyataannya, PSM Makassar dan Bali United bahkan tidak diberi waktu untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Menjelang dimulainya Piala AFC 2022 fase grup, PSM Makassar dan Bali United justru berjibaku dengan padatnya jadwal di Piala Presiden. Bahkan kedua klub itu harus menyelesaikan 3 pertandingan dalam kurun waktu 9 hari saja. Jadwal yang terlalu padat untuk kompetisi yang hanya digunakan sebagai pemanasan sebelum dimulainya musim baru.

Karena hal itulah Bali United dan PSM Makassar terpaksa menurunkan pemain pelapis di pertandingan terakhirnya. Langkah tersebut diambil demi bisa tampil maksimal dalam laga perdana di Piala AFC. Bahkan Bali United hanya memiliki waktu 3 hari saja untuk persiapan sebelum harus melawan Kedah.

Berbeda Dengan FAM dan MFL

Sepertinya, PSSI dan PT. LIB perlu banyak belajar pada FAM dan MFL dalam cara mendukung utusannya. Bagaimana tidak, perlakuan keduanya pada klub yang menjadi perwakilan negara sangat jauh berbeda. Bahkan FAM dan MFL memberikan kemudahan untuk Kedah dan Kuala Lumpur City dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Kedah berada di grup G bersama Bali United yang menjadi lawannya pertama kali. Akan melakoni pertandingan penting, Kedah meminta bantuan pada MFL untuk menunda salah satu pertandingannya. MFL mengabulkan permintaan tersebut dan membuat persiapan yang dilakukan Kedah lebih matang.

Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan perlakuan yang diterima Bali United dan PSM Makassar. Alih-alih mendapat kemudahan, kedua perwakilan Indonesia itu justru harus berjibaku dengan padatnya jadwal di Piala Presiden. Akibatnya, persiapan Bali United dan PSM Makassar kurang maksimal dibandingkan dua klub lawannya.

Stuart Ramalingam selaku CEO MFL mengatakan jika mendukung secara penuh perwakilan negara adalah tugasnya. Termasuk juga memastikan persiapan dari dua perwakilannya itu cukup maksimal. Kebijakan tersebut tentu menguntungkan bagi Kedah dan Kuala Lumpur City yang bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya.

Situasi tersebut seharusnya bisa menjadi bahan intropeksi diri bagi PSSI dan PT. LIB selaku federasi tertinggi sepak bola Indonesia. Tidak perlu meniadakan turnamen pramusim seperti Piala Presiden yang sedikit banyak membantu untuk persiapan klub. Akan tetapi memudahkan klub yang menjadi perwakilan Indonesia terutama masalah jadwal pertandingan.

Saat ini, Bali United berhasil menduduki puncak klasemen grup G pasca mengalahkan Kedah. Sementara PSM Makassar berada di posisi dua klasemen grup H setelah hasil imbang di laga pertamanya. Di sisa pertandingan, diharapkan dua perwakilan Indonesia itu bisa mendapat hasil yang terbaik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version