Kenapa Tidak Ada Timnas Sepakbola Pria Britania Raya di Olimpiade Tokyo?

0
147

Debatbola.com – Di ajang Olimpiade Tokyo 2020, ada satu hal unik di mana ada tiga negara yang disatukan ke dalam satu tim, yakni timnas Britania Raya. Dari cabang olahraga sepakbola, ada timnas wanita yang mewakili Britania Raya, tetapi tak ada timnas Britania Raya di sektor pria. Mengapa demikian?

Britania Raya Tanpa Timnas Pria

Olimpiade memang bukan salah satu turnamen yang dinanti oleh para penikmat sepakbola. Banyak pihak yang menilai, sepakbola Olimpiade kalah menarik dibanding kompetisi-kompetisi besar lainnya, seperti Euro dan World Cup. Tetapi selalu saja ada kejutan dalam kompetisi sepakbola Olimpiade.

Salah satu hal yang mengejutkan dalam sepakbola Olimpiade adalah munculnya timnas Britania Raya. Timnas ini merupakan timnas yang unik karena timnas ini sejatinya merupakan gabungan empat negara, yakni Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara. Tercatat, ini adalah kali ke-2 timnas Britania Raya berlaga di sepakbola Olimpiade.

Dari cabang olahraga sepakbola, ada timnas wanita yang mewakili Britania Raya. Namun, hal sebaliknya justru terjadi di sektor pria. Jika di sektor wanita ada timnas wanita Britania Raya, maka di sektor pria, tak ada timnas pria Britania Raya. Lalu, kenapa kejadian ini bisa terjadi di Olimpiade Tokyo tahun ini?

Tak Ada Diskusi Pembentukan Timnas Pria

Mengutip media situs judi online bersama majalah Goal, FIFA sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka hanya akan menerima timnas Britania Raya di Olimpiade jika semua negara anggotanya sama-sama sepakat. Akhirnya, pada tahun 2012 di Olimpiade London 2012, Britania Raya membentuk timnas pria pertama sejak 1972, dan timnas wanita pertama mereka sepanjang sejarah.

Empat tahun berselang, tepatnya di tahun 2016 kala Olimpiade dilangsungkan di Rio, Irlandia Utara dan Wales tak sepakat untuk membentuk timnas Britania Raya lagi. Akhirnya, timnas Britania Raya pun tidak ikut serta di ajang ini. Baik di sektor sepakbola pria, maupun di sektor sepakbola wanita.

Lalu setelahnya, pada tahun 2020, atau tepatnya saat perhelatan Olimpiade Tokyo, keempat negara tadi nampaknya telah sepakat membentuk timnas wanita Britania Raya. Namun lain cerita dengan timnas pria Britania Raya. Sampai turnamen hampir dibuka, tak ada satupun topik diskusi terkait pembentukan timnas pria Britania Raya di Olimpiade Tokyo.

Prestasi Jadi Alasan

Alasan lain yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan mengapa tidak ada timnas pria Britania Raya adalah perihal prestasi. Timnas wanita Britania Raya wajar bisa ikut serta di Olimpiade tahun ini. Pasalnya, di ajang Piala Dunia Wanita 2019, Inggris selaku salah satu anggota Britania Raya sukses menjadi juara ke-4 dan otomatis lolos ke Olimpiade.

FIFA memang menggunakan hasil di Piala Dunia sebagai acuan untuk menentukan apakah timnas wanita suatu negara layak lolos ke Olimpiade atau tidak. Lalu, untuk timnas pria, FIFA menggunakan ajang Euro U-21 sebagai acuannya. Di turnamen ini, Inggris tak berhasil lolos dari fase grup, sehingga FIFA menilai mereka tak layak bermain di Olimpiade.

Harapan Ketua Kontingen

Minimnya kesempatan menyaksikan timnas pria Britania Raya tentu saja membuat beberapa pihak bertanya-tanya, apakah di masa depan, ada rencana membentuk timnas ini lagi? Kepala kontingen Britania Raya, Mark England punya sedikit bocoran. England punya harapan untuk melihat timnas Britania Raya lagi di Olimpiade Paris 2024 mendatang.

“Tentu saja saya dengan senang hati akan membawa timnas pria (Britania Raya) menuju Olimpiade.” Kata England, seperti dikutip via Goal. “Saya pikir pengalaman timnas wanita telah mengalir ke seluruh negara. Semoga saja, FA akan mengambil langkah positif dan terbuka untuk mendiskusikan keikutsertaan timnas pria di masa depan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here