Kekalahan Belanda Diwarnai Kartu Kuning

0
46

Debatbola.com – Laga panas derby antara Argentina melawan Belanda pada pertandingan Quarter Final yang membuat penonton piala dunia menjadi semakin berwarna. Pada laga ini kedua tim bermain dengan kondisi berimbang, dimana permainan berlangsung dengan baik sampai di menit 74’. Pada saat itu, Argentina berada di posisi unggul 2 – 0 kontra belanda, ketika memasuki menit 80’ permainan mulai panas saat sering terjadinya tackle dari kedua tim yang membuat kartu kuning keluar secara massal. Pada laga ini sebanyak 17 kartu kuning dan 1 kartu merah akibat pertandingan semakin rusuh karena perebutan penguasaan bola. Pertandingan menjadi tidak kondusif ketika dalam perebutan bola sangat tidak etis lagi. Kedua tim memang memiliki misi dalam memperebutkan tiket semi final sehingga terbawa suasana yang tidak bagus maupun tidak sportif. Laga ini menjadi pertandingan yang paling rusuh di Piala Dunia Qatar sejak berjalan dari babak penyisihan. Ego dari masing masing tim membuat pertandingan menjadi tidak layak ditiru dalam pelaksanaan pertandingan pada waktu ini. Hal ini harus menjadi diberi sanksi kepada kedua tim agar tidak menunjukkan permainan sepak bola yang salah sehingga pertandingan selalu sportif dan tersaji dengan lancar baik itu dari panitia maupun pemain saat menjalani laga. Terlebih pertandingan ini adalah kompetisi ajang dunia yang menjadi tontonan masyarakat dunia serta selalu menunjukkan sikap hormat sesama tim.

Meskipun demikian pertandingan berhasil dimenangkan Argentina usai belanda harus takluk melalui babak tendangan pinalti dengan skor 4 – 3. Sebelum itu Argentina membuka keunggulan dalam perolehan gol yaitu di menit ke 35’ Nahuel Molina berhasil membuka kebuntuan Argentina dalam mencetak satu gol, kemudian kapten Argentina, La Pulga berhasil menambah keunggulan dari titik pinalti di menit 73’ sehingga mengubah skor menjadi 2 – 0 tetapi belanda berhasil memperkecil ketertinggalan saat Wout Weghorst mencetak 2 gol dan gol penyama kedudukan menjadi 2 – 2 pada menit ke 83, dan 90+11’ lalu memaksa pertandingan harus lebih lama sampai dengan babak tendangan pinalti pada laga tersebut. kemudian pada babak ini semua pemain memang sangat hati2 sehingga banyak tercatat tendangan yang belum bisa merobek gawang seperti dari belanda ada tiga tendangan tidak berhasil sedangkan dari Argentina hanya mempuyai satu tendangan yang tidak gol pada laga tersebut. Hasil ini menjadi langkah terakhir belanda pada lag aini dan harus pulang tanpa piala dunia Qatar tahun ini dan menjadi catatan sejarah yang berulang ketika bertemu Argentina karena peristiwa ini juga terjadi di piala dunia 2014 di Brasil, Belanda kalah di babak pinalti dari Argentina serta kekalahan ini memukul mundur Tim Orange di kompetisi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here