Kegagalan yang Mengantarkan Mason Jadi Pengganti Jose Mourinho

0
60
Kegagalan yang Mengantarkan Mason Jadi Pengganti Jose Mourinho
Sumber : https://d2x51gyc4ptf2q.cloudfront.net/content/uploads/2021/04/20104517/Ryan-Mason.jpg

Debatbola.com – Ryan Mason pernah bercita-cita untuk menjadi legenda Tottenham Hotspur. Ia lahir di London, lalu masuk akademi Spurs pada usia 8 tahun. Di sana ia berlatih sekeras mungkin untuk mengasah talentanya agar bisa menembus skuad utama Tottenham.

Harapan untuk terwujudnya cita-cita itu muncul saat dirinya berusia 17 tahun. Pada sebuah laga Piala UEFA tahun 2008, ia menjalani debut seniornya bersama Tottenham.

Potensi Mason perlu diasah. Oleh karenanya, Tottenham memutuskan untuk meminjamkan Mason ke klub lain karena ia butuh jam terbang lebih banyak. Kemudian ia pun dipinjamkan ke klub League One, Yeovil Town.

Tentu tak masalah buat Mason. Ia akan berusaha keras membuktikan kualitasnya agar suatu saat Spurs bisa percaya pada kemampuannya. Bermain di liga bawah bisa jadi panggung baginya untuk menambah pengalaman bermain.

Tapi ternyata segalanya mulai berjalan tak sesuai harapan Mason. Alih-alih kembali ke Spurs, Mason terus dipinjamkan ke klub lain musim-musim berikutnya. Doncaster Rovers, Milwall, Lorient, dan Swindon Town adalah klub-klub yang pernah diperkuat Mason dalam masa-masa peminjamannya.

Perjuangan Mason membuktikan diri sempat dilirik oleh Mauricio Pochettino pada 2014. Ia tak dipinjamkan ke klub lain dan didaftarkan Spurs ke Premier League. Mason bisa menjawab kepercayaan itu.

Selama dua musim, Mason cukup sering dimainkan oleh Pochettino. Total 66 pertandingan ia jalani bersama Spurs.

Namun Spurs punya rencana lain. Mereka memutuskan untuk menerima tawaran Hull City sebesar 13 juta poundsterling untuk merekrut Mason. Mason yang merupakan pemain Spurs selama 17 tahun harus pergi.

Lebih tragis, di Hull City, Mason justru mendapatkan tragedi yang memupuskan segala harapannya sebagai pemain. Pada pertengahan musim, ia mengalami cedera kepala. Ia mengalami retak tengkorak dan mengharuskannya dioperasi.

Tak kunjung pulih, Mason akhirnya memutuskan pensiun dini satu tahun kemudian. Ia gantung sepatu pada usia 26 tahun.

Tak ingin menyerah dengan sepakbola, ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Tottenham menyambutnya dan memberikan jabatan sebagai pelatih akademi sejak 2018. Mason bahkan dipercaya sebagai kepala pengembangan usia muda Spurs hingga 2020.

Kepercayaan Spurs terhadap Mason ternyata lebih dari itu. Saat Spurs memutuskan untuk memecat Jose Mourinho dari kursi manajer, Mason langsung ditunjuk jadi pelatih sementara hingga akhir musim.

Penunjukan tersebut membuat Mason yang masih berusia 29 tahun menjadi pelatih termuda dalam sejarah Premier League. Bahkan dia bisa mencatatkan tinta emas lainnya jika bisa mengalahkan Manchester City pada final Piala Liga pada 25 April mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here