Kebiasaan Lama Kambuh, Marco Asensio ‘Si Ahlinya Supersub’

0
278

Debatbola.com – Publik tentunya sudah banyak yang mengetahui bahwa laga dramatis baru saja disuguhkan tengah pekan ini pada ajang Olimpiade 2021. Pasalnya pada ajang elite empat tahunan ini terbilang sangat panas terutama saat fase semifinal kemarin. Panasnya semifinal yang dihelat sangat terbukti karena semua laga harus sampai diperpanjang ke 2×15 menit karena tak kunjung ada gol.

Salah satu laga yang cukup krusial adalah pasukan muda Spanyol menghadapi pasukan Jepang U23 yang langsung jual beli serangan sejak peluit dibunyikan. Laga ini cukup jadi sorotan karena mau tidak mau kedua kubu harus bertempur sampai 120 menit dan tentunya fisik cukup terkuras.

Namun upaya pasukan muda Spanyol untuk memenangkan laga tersebut akhirnya keturutan berkat gol semata wayang dari pemain Madrid. Pemain Madrid tersebut adalah Marco Asensio yang berhasil mencatatkan gol cantik ke gawang pasukan Kubo dan kawan-kawan ini.

Penampilan Spanyol sebenarnya kurang membaik, tapi berkat mental yang luar biasa akhirnya pasukan muda Spanyol bisa melewati semuanya. Pasukan muda Jepang murni nampak kalah pengalaman dan mental. Hal itu mungkin karena tim ini notabene masih jarang mengukir prestasi sepakbola di kancah Internasional. Oleh sebab itu, tak mengherankan apabila Spanyol bisa memanfaatkan momentum menegangkan ini dengan sangat sempurna.

Marco Asensio Lagi-lagi Jadi Spesialis Supersub

Ada kejadian yang cukup unik dan menarik untuk diulas ketika salah satu winger Spanyol U23 beberapa waktu lalu banyak dicibir. Namun berkat kesabarannya, pemain winger Spanyol U23 ini bisa buktikan kualitas permainannya ketika bentrok lawan pasukan muda Jepang. Pemain tersebut yaitu Marco Asensio yang berhasil mencatatkan gol indah dan sekaligus membungkam mulut para pencibirnya.

Berkat gol tersebut, kini Marco Asensio banyak disebut publik kebiasaan lamanya seketika kambuh. Kebiasaan lama yang kambuh yaitu Marco Asensio kembali seperti tiga tahun yang lalu, kerap bisa menjadi supersub yang handal ketika dimainkan di babak kedua.

Asensio memang kerap angin-anginan ketika dimainkan sejak menit awal, hal tersebut pun juga terjadi di Madrid. Oleh sebab itu, tak heran apabila Madrid selama ini banyak membangku cadangkan pemain Spanyol U23 ini. Nampaknya sang pelatih Spanyol U23 mengetahui akan hal tersebut dan berupaya menerapkan cara yang sama dengan pelatih Madrid.

Akhirnya pelatih Spanyol U23 memutuskan untuk banyak membangku cadangkan seorang Asensio dan lebih memilih dipasang ketika babak kedua ataupun perpanjangan waktu 2×15 menit. Dalam hal ini akhirnya Marco Asensio berhasil memberikan kontribusi besarnya dan sekaligus membawa pasukan muda Matador ke partai puncak Olimpiade.

Akankah Asensio Jadi Supersub Lagi di Final?

Berbicara mengenai performa Marco Asensio, tentunya pelatih Spanyol U23 kini dibuat kebingungan oleh performa Asensio yang tak menentu. Pasalnya pemain ini memang ahlinya supersub, sehingga akan sangat riskan bagi pelatih Spanyol U23 apabila memutuskan memasang Asensio sejak menit awal di partai puncak.

Namun di sisi lain publik banyak yang memperkirakan bahwa jajaran pelatih Spanyol U23 agaknya enggan memasang resiko terlalu berlebihan saat jumpa Brazil di partai puncak. Pasalnya jajaran pelatih Spanyol U23 menilai bahwa di partai puncak, suatu tim atau negara sudah tak bisa bermain-main lagi dengan skuadnya.

Praktis kemungkinan besar publik memperkirakan bahwa seorang Asensio akan kembali dibangku cadangkan terlebih dahulu kala jumpa pasukan muda Samba. Namun kemungkinan besar Asensio akan kembali dituntut dan menjelma sebagai supersub. Itu artinya pemain ini akan dipasang saat babak kedua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here