Karena Arsenal, Aturan Penundaan Laga di Liga Inggris Kian Ketat

0
80

Debatbola.com – Baru-baru ini operator Liga Inggris dikabarkan mengubah aturan yang berkaitan dengan masalah penundaan pertandingan jika ada salah satu diantara pemain maupun staff dari klub yang bersangkutan yang dinyatakan positif Covid-19.

Terkena Badai Covid-19

Menjelang libur Natal dan tahun baru kemarin Liga Inggris sempat kembali dihantam merebaknya kasus Covid-19. Imbasnya ada beberapa laga yang harus ditunda demi menjaga keselamatan banyak pihak yang bersinggungan dengan industri olahraga ini. Salah satu laga penting yang diketahui harus ditunda adalah duel Derby London Utara antara Arsenal kontra Tottenham Hotspur.

Duel panas tersebut di atas sejatinya akan dilangsungkan sesuai jadwal pada hari Minggu (16/1/2022) malam WIB. Tottenham Hotspur sebagai tuan rumah sudah siap menyambut laga ini. Akan tetapi Arsenal sebagai tim tamu mengalami masalah kekurangan pemain. The Gunners ternyata ditinggal sejumlah pemain mereka yang diketahui mengalami cedera dan ada juga yang terkena Covid-19.

Karena kekurangan pemain, manajemen Arsenal kemudian mengajukan permintaan kepada operator Liga Inggris untuk bisa menunda laga ini. Selain cedera dan Covid-19, ternyata ada juga punggawa Arsenal yang tengah membela negaranya untuk bermain di Piala Afrika.

Keputusan Operator Liga Inggris

Permintaan Arsenal untuk menunda laga Derby London Utara ini ternyata mengundang kontroversi. Sebab setelah ditelusuri, ternyata anak asuh Mikel Arteta yang terkena Covid-19 hanya ada satu orang. Lainnya mengalami cedera dan juga bermain di Piala Afrika. Meski permintaan dari Arsenal ini dikabulkan dan laga benar-benar ditunda, kemudian banyak klub lain yang melakukan protes.

Arsenal sempat memberikan berbagai alasan agar laga ini ditunda. Gelandang mereka, Martin Odegaard memang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun nama-nama seperti Takehiro Tomiyasu, Emile Smith Rowe, Sead Kolasinac, dan Cedric Soares dikonfirmasi mengalami cedera. Kemudian Mohamed Elneny, Pierre-Emerick Aubameyang, Nicolas Pepe dan juga Thomas Partey tengah mewakili negara masing-masing di Piala Afrika.

Banyak klub lain dari Liga Inggris yang kemudian merasa keberatan dengan keputusan tersebut. Mereka menilai jika Arsenal hanya mencari keuntungan dengan penundaan ini untuk menutupi kekurangan stok pemainnya. Banyaknya komplain yang muncul dari klub-klub lain kemudian memaksa pihak operator Liga Inggris merubah peraturan yang sudah mereka tetapkan sebelumnya.

Awalnya pihak penyelenggara memberikan izin kepada pihak klub untuk menunda laga dengan syarat tertentu. Salah satunya adalah jika klub terkait tidak memiliki minimal 13 pemain ditambah satu kiper. Hal ini meliputi para pemain yang terkena cedera dan juga pemain yang tengah membela negaranya di laga internasional.

Usai mengadakan pertemuan dengan 20 klub peserta Liga Inggris musim ini, pihak penyelenggara akhirnya membuat keputusan baru. Pihak operator bisa mengabulkan permintaan penundaan laga jika pihak klub memiliki minimal empat kasus Covid-19 dalam timnya.

Penghapusan Paspor Covid-19

Selain keputusan tersebut di atas, pihak Operator Liga Inggris juga menghapus ketentuan mengenai paspor Covid-19. Hal ini sebelumnya sempat menjadi peraturan wajib untuk para pemain dan juga staff yang ingin memasuki stadion tempat dimana mereka akan bertanding. Aturan baru ini juga akan berlaku pada bulan depan. Tepatnya dimulai pada laga Burnley kontra Watford pada Sabtu (5/2/2022) akhir pekan mendatang.

“Sejalan dengan panduan terbaru dari Pemerintah setempat, izin COVID sudah tidak lagi diberlakukan sebagai syarat untuk masuk ke pertandingan Liga Inggris. Panitia Liga Inggris dan juga klub akan saling bekerjasama untuk terus mendesak penggemar untuk saling menjaga keamanan di hari pertandingan. Termasuk mengenakan penutup wajah ketika berada di dalam ruangan maupun di tempat umum yang ada keramaian,” demikian bunyi pernyataan dari Operator Liga Inggris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here