Kalah Dari Inggris, Jerman Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Pelatihnya

0
107
Kalah Dari Inggris, Jerman Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Pelatihnya

Debatbola.com – Timnas Jerman telah dipastikan tersingkir dari gelaran EURO 2020 setelah takluk dari Inggris pada babak 16 besar. Perpisahan yang begitu buruk telah dialami oleh sang pelatih, Joachim Loew yang akan angkat kaki setelah gelaran selesai.

Perjalanan Timnas Jerman Bersama Joachim Loew

Der Panzer gagal memberikan kado perpisahan spesial kepada pelatih yang telah kurang lebih 17 tahun berada di balik layar tim. Terhitung sejak 2004 silam, Joachim Loew telah menjadi bagian dari timnas Jerman.

Dimana dirinya ditunjuk menjadi asisten pelatih kepala, Jurgen Klinsmann hingga tahun 2006. Selepas Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di tanah mereka sendiri, Jurgen Klinsmann pun mundur dari posisinya.

Kemudian pihak Deutscher Fussball-Bund, asosiasi sepakbola Jerman pun langsung tanpa ragu menaikkan jabatan asisten Jurgen Klinsmann tersebut. Alhasil mulai Juli 2006, Joachim Loew secara resmi menjadi kepala pelatih timnas Jerman.

Selama menukangi Der Panzer, Joachim Loew telah mempersembahkan dua gelar kepada negaranya tersebut. Pencapaian tertinggi internasional, Piala Dunia sudah pernah diangkatnya ketika duduk di kursi kepelatihan.

Der Panzer menjadi juara dunia pada gelaran Piala Dunia tahun 2014 silam yang dimainkan di Brasil. Pada babak final, Argentina yang menjadi lawannya harus pulang dengan kepala tertunduk akibat menuai kekalahan. Gol terlambat dari Mario Gotze menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut.

Kemudian satu lagi gelar yang berhasil dipersembahkan oleh pelatih berusia 61 tahun itu adalah piala Konfederasi pada tahun 2017. Di partai final, Julian Draxler dan kawan-kawan sukses mengalahkan timnas Chile dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan dicetak oleh penyerang Borussia Monchengladbach, Lars Stindl.

Turnamen Terakhir

Sementara itu sebelumnya Joachim Loew telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala timnas Jerman. Dimana seusai turnamen EURO 2020, dirinya akan angkat kaki dari kursi kepelatihan.

Maka dari itu EURO 2020 ini adalah turnamen terakhirnya sekaligus perpisahannya. Melihat itu para pemainnya berniat untuk mempersembahkan kado spesial kepada pelatih yang telah mengabdi lama tersebut.

Mereka pun tergabung dalam grup neraka bersama negara-negara kuat calon juara seperti Prancis dan Portugal. Sementara satu negara lagi tidak boleh diremehkan yaitu, Hungaria. Hingga menjalani tiga laga, Der Panzer sukses memenangkan satu pertandingan saja.

Portugal menjadi negara yang berhasil mereka kalahkan. Akan tetapi pada laga melawan Prancis, gol bunuh diri Mats Hummels menjadi mimpi buruk bagi Thomas Muller dan kawan-kawan. Yang mana l tersebut membuat mereka kehilangan tiga poin.

Sementara di laga terakhirnya, mereka harus melawan tim kuda hitam di grup tersebut yaitu Hungaria. Tak disangka-sangka, perlawanan skuat yang diasuh oleh Marco Rossi membuat laga hanya berakhir imbang dengan skor 2-2.

Namun timnas Jerman tetap lolos setelah menjadi runner up grup. Dimana pada partai terpisah, ulangan laga final EURO 2016 hanya berakhir imbang 2-2 setelah ada tiga penalti yang terjadi pada pertandingan tersebut.

Pulang Lebih Cepat

Setelah menjadi runner up grup F, skuat asuhan Joachim Loew pun berhak untuk tampil di babak 16 besar. Mereka pun telah ditunggu juara grup D, Inggris yang mampu melewati hadangan Kroasia, Ceko dan Skotlandia.

Sayang di partai tersebut, timnas Jerman harus pulang lebih cepat. Pasalnya mereka tak mampu meraih kemenangan di babak gugur itu. Dua gol yang dilesatkan Raheem Sterling dan Harry Kane menjadi kado perpisahan bagi Joachim Loew. Pertandingan itu sekaligus menjadi yang terakhir kalinya bagi mantan pelatih VfB Stuttgart itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here