Kalah Dari Borneo FC, PSM Dievaluasi Oleh Hanafing dan Sadat

0
85
Kalah Dari Borneo FC, PSM Dievaluasi Oleh Hanafing dan Sadat

Debatbola.comPengamat Sepak Bola, Muhammad Hanafing Ibrahim memiliki catatan atas kekalahan PSM dari Borneo 1-2. Menurut Hanafing, meskipun kalah, PSM telah mengalami peningkatan performa. 

Lini tengah PSM kini semakin bertambah solid. Aliran bolanya pun mampu dimainkan dengan bervariasi. Sisa dalam mengarungi laga yang panjang ini, perbaikan memang wajib untuk terus dilakukan.

Meski Kalah, PSM Telah Alami Kemajuan

Hanafing mengatakan bahwa secara tim memang PSM Makasar mengalami kemajuan. Terlebih apa yang dicapai sudah bagus. Hanya dalam perjalanannya saat ini, pembenahan masih perlu dilakukan oleh pelatih. Akan tetapi, dalam laga kontra Borneo FC, PSM lemah pada posisi dua full back atau bek sayap kiri dan kanan.

Dua gol Borneo melalui sisi kiri pertahanan PSM. Gol pertamanya ini melalui aksi solo run Terens Puhiri masuk ke kotak penalti dan melepaskan umpan tarik ke Jonatan Bustos. Kemudian pada gol keduanya, dicetak oleh umpan lambung Marckho Sandi ke Francisco Torres yang telah disalah-antisipasi pemain PSM. Pemain bernomor punggung 9 ini menyundul bola ke sisi kanan gawang milik PSM.

Hanafing menambahkan bahwa masalah lain dari PSM adalah apabila mendapatkan lawan bermain bertahan, mereka kesulitan untuk membongkarnya. Hal itu terbukti dari Willem Jan Pluim dan rekan-rekannya belum pernah menang besar atas lawannya. 

Namun kemenangan itu hanya selisih skor yang tipis, yakni satu gol. Mantan pelatih PSM ini menyebutkan bahwa masalah PSM apabila mendapatkan lawan bertahan yang bagus, mereka tidak bisa membongkarnya dengan mudah.

PSM belum pernah mengalami kemenangan yang besar. Sepertinya memang PSM perlu mencari pemain penyerang. Menurut Hanafing, masih belum ada penyerang sayap yang mampu membongkar pertahanan lawan. Sejauh ini PSM hanya mengandalkan Ilham Udin Armaiyn.

Padahal, klub PSM telah dikenal dan selalu bisa melahirkan penyerang sayap yang kuat. Mereka itu di antaranya Karman Kamaluddin, Rohandi Yusuf, Dollar Rajim, Abdi Tunggal dan dirinya sendiri. Pada Liga musim ini, Hanafing masih belum melihat ada penyerang sayap yang kuat di tim PSM.

Meskipun begitu, tim pelatih harus diberi waktu untuk terus memperbaiki performa para pemain. Hal ini lantaran memang tidak mudah membentuk tim dengan persiapan yang kurang. Pembenahan tim ini adalah pekerjaan pelatih, menurut Hanafing memang tidak mudah untuk membentuk tim dengan persiapan yang kurang.

Kekurangan PSM di Bek Sayap

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadakati Sukma menyebutkan bahwa babak pertama PSM bermain lebih baik daripada Borneo FC. Namun, pada babak kedua pemain PSM lengah dan kehilangan konsentrasi sehingga Borneo FC mampu mengejar ketertinggalan.

Menurut Sadat, permainan PSM ini minus di bek sayap kanan dan kiri. Terlebih pada bagian bek sayap kiri, Abdulrachman ditarik keluar lantaran cedera. Hal ini lantaran pemain bernomor punggung 7 itu berhasil bertahan dan menyerang dengan baik. Terbukti memang beberapa kali pergerakannya merepotkan pemain dari Borneo FC.

Sadat menambahkan bahwa PSM seharusnya bermain dengan konsisten di setiap pertandingannya. Memang sudah menjadi kebiasaan PSM selama ini selalu bisa ditaklukkan oleh tim berada di posisi klasemen bawah mereka.

Dirinya menyampaikan bahwa PSM harus keluar dari kebiasaannya. Ketika laga kontra dengan klub yang dibawahnya, harusnya tim tetap konsisten dan konsentrasi. Harusnya bertanding dengan tim di atasnya ataupun di bawahnya sama saja.

Ketika laga kontra Borneo, PSM menganggap mereka sudah unggul sehingga konsentrasinya buyar. Hal ini membuat Borneo berbalik unggul. Hasil dari pertandingan ini menempatkan PSM pada posisi 7 klasemen sementara BRI Liga 1 dengan perolehan poin 12. Sedangkan Borneo FC naik di posisi kesebelas.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here