Juventus dan Milan Siap Ditendang Serie A?

0
283

Debatbola.com – Isu soal European Super League (ESL) tak lagi sepanas beberapa waktu lalu. Batal digelarnya kompetisi antar klub-klub elite itu membuat sepakbola seolah kembali berjalan seperti biasa. Klub-klub yang awalnya hendak turut serta memang memilih mundur.

Tapi tidak semua klub menyatakan ketegasannya untuk mundur dari ESL. Setidaknya ada Real Madrid dan Barcelona yang teguh untuk tetap menyiapkan turnamen antar klub top elite. Sementara itu Juventus dan AC Milan juga tidak secara tegas menyatakan mundur dari keanggotaan ESL.

Bagi Juventus dan Milan, keputusan mereka tetap berusaha menggelar ESL bisa berdampak fatal. Pasalnya, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) sudah siap menjatuhkan hukuman pada keduanya. FIGC akan mencabut lisensi klub mereka sebagai klub Italia jika mereka keukeuh masih ingin menggelar ESL.

FIGC bahkan sudah memberikan tenggat waktu hingga 21 Juni 2021 mendatang. Jika lewat tanggal tersebut dan keduanya masih menjadi bagian dari ESL, hukuman berat itu akan dijatuhkan.

“Bagi mereka yang meyakini bahwa mereka harus ikut kompetisi yang tida diizinkan oleh FIGC, UEFA, dan FIFA, akan kehilangan keanggotannya,” ujar Presiden FIGC, Gabriele Gravina. “Saat ini, kami belum mendapatkan kabar siapa saja yang masih dan sudah keluar dari Super League itu.”

“Aturan ini mengacu pada lisensi nasional. Jelas, tanggal 21 Juni akan menjadi tenggat dari pendaftaran, tapi jika mereka masih berharap untuk ikut di kompetisi yang tertutup, mereka tidak akan ikut di kompetisi kami.”

Di antara Juve dan Milan, bisa jadi Juve yang paling terancam. Bersama Presiden Real Madrid, Florentio Perez, Presiden Juve, Andrea Agnelli, adalah sosok yang teramat ngotot untuk menggelar liga baru dengan popularitas dan kompetitif seperti Liga Champions.

Maka dari itu saat klub-klub lain menyatakan pengunduran dirinya sebagai klub ESL, Juve malah memberikan statement bahwa mereka masih belum menyerah dan akan terus memperjuangkan liga baru tersebut, dengan regulasi baru yang lebih bisa diterima khalayak.

Sampai saat ini, kedua belah pihak belum memberikan respons. Keduanya tampaknya masih meratapi hasil negatif pada akhir pekan. Juventus baru saja ditahan imbang Fiorentina, sedangkan Milan dibantai Lazio dengan skor 0-3.

Untuk diketahui, Ibrahimovic saat ini sudah berusia 39 tahun. Namun ia masih jauh dari kata habis. Selain menjadi andalan Milan di lini depan, ia baru saja kembali dipercaya ke timnas Swedia yang berlaga di babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Akankah ini jadi akhir karier Ibrahimovic?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here