Jungkalkan Argentina di Laga Pembuka Olimpiade, Timnas Australia Banjir Pujian

0
128

Debatbola.com – Tak ada yang memperhitungkan timnas Australia dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020 cabang sepakbola pria. Namun, Australia nyatanya tampil gemilang dan berhasil menghancurkan perlawanan Argentina di laga pembuka. Berkat kemenangan ini anak asuh Graham Arnold pun panen pujian dari berbagai pihak.

Sukses Menang dan Pimpin Klasemen

Mendapat kesempatan tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Australia tentu saja tidak berharap menempati Grup C. Apalagi, grup ini dihuni oleh beberapa negara kuat, antara lain Spanyol, Mesir dan Argentina. Namun ternyata, Armada Graham Arnold justru berhasil menghasilkan kejutan pada pertandingan pembuka Grup C.

Berhadapan dengan Argentina yang merupakan salah satu negara kuat di cabang olahraga sepakbola, Australia jelas tidak diunggulkan pada bursa judi online. Namun fakta ternyata mengatakan hal yang sebaliknya. Australia yang bukan merupakan tim unggulan justru berhasil memetik kemenangan dengan hasil akhir dua gol tanpa balas.

Meski berhadapan dengan salah satu tim kuat Olimpiade, Australia berani menyerang sejak menit-menit awal pertandingan. Hingga akhirnya, pada menit k-14, Australia membuka keunggulan via gol hasil kreasi Lachlan Wales. Argentina yang tertinggal, terus berusaha menyerang, tapi selama 30 menit laga, belum ada gol yang bisa mereka ciptakan.

Sial bagi Argentina karena saat laga berjalan 48 menit, Francisco Ortega dihadiahi kartu kuning kedua setelah dua menit sebelumnya menerima kartu kuning pertamanya di laga ini. Kendati bermain dengan sepuluh orang pemain, Argentina tetap mendominasi babak pertama, namun sepanjang paruh pertama, mereka masih belum bisa getarkan jala gawang Australia.

Memasuki babak kedua, pertandingan Argentina melawan Australia berjalan kian seru dengan lahirnya sejumlah peluang untuk kedua kubu. Petaka justru hadir bagi Argentina karena pada menit ke-82, Marco Tilio menggandakan skor untuk Australia. Armada Graham Arnold pun menutup pertandingan ini dengan kemenangan dua gol tanpa balas.

Keberhasilan Australia menekuk Argentina pun membuat mereka kini bercokol di tempat teratas Grup C cabang olahraga sepakbola pria Olimpiade Tokyo 2020. Australia bahkan berhasil mengangkangi dua unggulan Grup C, Spanyol dan Argentina. Kini, Australia ada di puncak klasemen dengan tiga poin, diikuti Spanyol dengan margin dua angka.

Pujian dari Media Argentina

Kesuksesan Australia di laga kontra Argentina juga turut mengundang apresiasi dari berbagai media, bahkan dari media Argentina sendiri. Reporter asal Argentina yang bekerja di Mundo Albiceleste, Roy Nemer menganggap Argentina patut kalah. Pasalnya, Nemer menilai Argentina bermain kurang terstruktur pada pertandingan kontra Australia tersebut.

“Harus diakui, ini bukanlah permainan yang sangat bagus untuk pemenang Olimpiade dua kali.” Tulis Nemer, seperti dikutip dari Fox Sport. “Kehilangan Ortega berarti membuat Argentina harus bermain dengan sepuluh orang. Tapi mereka memang sudah tampil buruk dan kurang terstruktur sebelum itu (kartu merah untuk Ortega) terjadi.”

Kekaguman Media Brazil

Media asal negara tetangga Argentina, Brazil juga ikut memberikan respon terkait kekalahan La Albiceleste kontra Australia. Berbeda dengan Roy Nemer yang lebih banyak membahas Argentina, media Brazil, lebih banyak membahas permainan Australia. Menurut ge, Australia adalah tim yang sempurna, baik dalam hal menyerang, ataupun bertahan.

“Australia benar-benar mempertontonkan kejutan bagus, mereka menunjukkan performa kompeten di berbagai momen laga.” Tulis media asal Brazil tersebut. “Mereka berhasil memanfaatkan situasi serangan balik, lalu membuka skor secepat mungkin. Kemenangan mereka juga terjadi karena Argentina tampil tak begitu baik di pertandingan ini.”

“Lalu di babak kedua, Australia benar-benar diuntungkan karena mereka memiliki satu pemain lebih banyak dibanding Argentina yang kehilangan Ortega karena kartu merah. Tim ini benar-benar bisa meredam semua momentum yang didapat Argentina. Lalu mereka mengontrol hasil akhir dan masih sempat memperlebar jarak.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here