Julian Nagelsmann Pernah Tolak Latih Real Madrid

Debatbola.com – RB Leipzig jadi kandidat serius juara Bundesliga 2019/20. Meski kini puncak klasemen diduduki kembali oleh Bayern Munich, tapi Leipzig sempat menjadi juara paruh musim.

Keberhasilan itu tak lepas dari kegeniusan pelatih mereka, Julian Nagelsmann. Apalagi di musim pertamanya bersama Leipzig ini, Nagelsmann baru menelan lima kekalahan dari 30 laga di segala kompetisi, 17 menang 8 imbang.

Kemampuannya sebagai pelatih hebat cukup diakui meski ia belum meraih prestasi di level top. Pada kenyataannya, Nagelsmann pernah diminati oleh raksasa Spanyol, Real Madrid.

Pada Independent, Nagelsmann bercerita bahwa Real Madrid tertarik untuk merekrutnya pada 2018 silam, setelah Zinedine Zidane memutuskan untuk mundur. Tapi ia menolaknya. Madrid lantas memilih Julien Lopetegui, di mana eks pelatih Timnas Spanyol itu tak bertahan lama bersama Madrid.

Nagelsmann tak menyesal tolak tawaran Real Madrid. Ia merasa terlalu cepat untuk bisa melatih kesebelasan sebesar Real Madrid saat itu. Pelatih yang kini berusia 32 tahun itu merasa butuh lebih banyak jam terbang sebelum melatih kesebelasan top.

“Hal yang normal ketika Real Madrid menghubungi kita, dan kita sempat mempertimbangkannya. Aku awalnya terkejut, aku tertarik, tapi kemudian aku merasa tak nyaman jika aku memutuskan menerima tawaran tersebut. Aku masih ingin meningkatkan kualitasku. Kalau aku ke Real Madrid, tidak ada waktu untuk meningkatkan kualitasku sebagai manajer,” kata Nagelsmann. 

“Di sana, kamu tidak punya kesempatan untuk berkembang jadi pelatih yang lebih baik, kamu harus sudah menjadi pelatih terbaik. Aku bukan yang terbaik saat ini, tapi aku yakin aku bisa menjadi yang terbaik di masa depan. Tapi sekali lagi, kalau kamu ke Real Madrid atau ke Barcelona, fans, media, dan para pengambil keputusan tidak akan memberikan waktu untukmu berkembang di sana.” 

Nagelsmann merasa di usianya yang masih muda, ia terlalu dini untuk menanggung beban berat dan tuntutan tinggi dari klub besar. Ia tak mau usianya yang muda membuatnya jadi permisif. Kegagalan di klub besar, menurutnya, bisa merusak kariernya yang sudah terbangun cukup baik sejauh ini.

“Klub besar selalu ingin menang setiap pertandingan, setiap gelar, dan trofi Liga Champions. Kalau kalah, kita tak bisa bilang ‘aku masih muda, aku masih berkembang’. Itu tidak mudah di sepakbola untuk merencanakan karier, karena semuanya tak terduga.”

“Betul kita harus mencoba, tapi yang paling utama adalah memilih langkah tepat, bukan langkah terbesar. Real Madrid mungkin akan jadi salah satu langkah terbesar dan membuat aku berpikir, ‘Aku berusia 31 tahun, pergi ke Real, terus aku akan ke mana lagi dari sana?’.”

Dengan kehebatannya yang sudah terbukti bersama Hoffenheim dan RB Leipzig saat ini, sebenarnya memang tinggal menunggu waktu Nagelsmann melatih klub besar. Mungkin lima tahun ke depan, kita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here