Joan Laporta Senang Barcelona Tak Jadi Pulangkan Neymar

0
99

Debatbola.com – Usai meninggalkan Barcelona pada tahun 2017, isu Neymar pulang ke Camp Nou sempat nyaring terdengar. Kabar ketertarikan Barca pulangkan Neymar sebelumnya hanya menjadi isu yang belum terbukti kebenarannya. Namun, baru-baru ini, presiden Barca Joan Laporta membenarkan isu itu sembari mengungkapkan kebahagiaannya karena isu itu tak terwujud.

Isu yang Tak Pernah Terwujud

Periode tahun 2013 sampai tahun 2017 barangkali menjadi salah satu era tersukses dalam catatan sejarah Barcelona. Salah satu penyebab dari kesuksesan tersebut adalah hadirnya trio maut yang kerap dipanggil trio MSN. Trio ini tak lain beranggotakan tiga trisula serang Barca kala itu, Luis Suárez, Neymar dan Lionel Messi.

Sayang, pada tahun 2017, trio MSN secara resmi bubar setelah Neymar memutuskan pindah menuju Prancis untuk gabung klub kaya, Paris Saint-Germain. Bertahun-tahun ditinggal bintang asal Brazil, Barca nampaknya masih rindu dan belum bisa melupakan Neymar. Buktinya, pada beberapa jendela transfer terakhir, banyak isu Neymar pulang ke Camp Nou.

Melihat pencapaian yang telah ia raih selama berkostum Barca, memang tak mengejutkan apabila raksasa Catalan punya niat memulangkan sang bintang Brazil. Sayang, kepulangan Neymar ke Barca ternyata tak pernah terealisasi. Kabar-kabar kembalinya Neymar pun tetap menjadi isu belaka karena belum ada pihak yang mengkonfirmasi kebenarannya.

Bersyukur Neymar Tak Jadi Pulang

Namun, beberapa waktu yang lalu, presiden Barcelona Joan Laporta akhirnya angkat bicara mengenai isu ketertarikan Barca pulangkan Neymar. Sang presiden membenarkan bahwa Barca sempat berniat memulangkan Neymar. Niat itu muncul hanya beberapa saat setelah Laporta naik menuju kursi presiden klub.

Dalam sebuah wawancara kepada RAC1, seperti dikutip via Goal International, Laporta membeberkan bahwa kepulangan Neymar ke Camp Nou sudah hampir terlaksana. Namun, kepulangan sang bintang Brazil akhirnya batal terlaksana. Laporta memang ingin membawa Neymar pulang ke Barca, tapi ia juga bersyukur sang bintang Brazil tidak jadi pulang.

“Ketika detail-detailnya dipaparkan pada kami, kami kira ada kesempatan untuk melakukannya.” Kata Laporta menggambarkan proses negosiasi kepulangan Neymar. “Mereka memberitahu kami bawa dia ingin pulang, dan dia tidak bisa melanjutkan karir di sana, dia juga sudah meyakinkan klub (untuk melepasnya).”

“Tapi beginilah sepakbola. Siapapun yang bisa memberikan penawaran terbaik akan menjadi pemenangnya. Gagal memulangkan Neymar bisa jadi merupakan hal yang bagus karena itu juga tidak akan banyak membantu. Neymar mungkin bisa memberi pemasukan yang banyak, tapi tidak mendatangkannya juga bisa berarti sesuatu yang baik.”

Keputusan Sangat Tepat

Saat Laporta mengambil alih kursi kepresidenan, Barcelona memang tengah berada dalam krisis finansial. Sebagai salah satu pemain top, Neymar jelas bakal mendatangkan pundi-pundi uang yang banyak untuk klub pemiliknya. Tapi sebagai gantinya, klub juga harus memberi gaji besar untuknya, dan hal demikian tentu bakal makin mempersulit keuangan Barca.

Pada akhirnya, keputusan Barca untuk tidak memulangkan Neymar menjadi keputusan yang sangat tepat. Buktinya, bisa dilihat sekarang, di mana Barca seakan tak mau lagi mengurusi pemain bergaji mahal. Lionel Messi dilepas dengan status free agent. Sementara Antoine Griezmann dipulangkan lagi ke klub asalnya Atlético Madrid.

Dampak dari krisis finansial dan pindahnya beberapa pemain itu bisa dirasakan Barca sekarang. Permainan Barcelona di atas lapangan terlihat kurang bagus, ditambah hubungan antar pemain yang tak seerat dahulu. Hasil dari semua itu, performa Barca menurun dan posisi Ronald Koeman kini di ujung tanduk alias terancam didepak oleh klub Catalan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here