Joan Laporta Sebut Kylian Mbappe Terjebak Uang dari Paris Saint-Germain

0
31

Debatbola.com – Kylian Mbappé telah memutuskan untuk bertahan di Paris Saint-Germain dan menolak tawaran Real Madrid. Di balik kontrak baru Mbappé ini, ada tawaran fantastis, mulai dari gaji, sampai bonus. Presiden Barcelona Joan Laporta menilai Mbappé telah terjebak dengan uang.

Tawaran Fantastis yang Diterima Mbappé
Masa depan Kylian Mbappé selama ini menjadi isu hangat yang sering dibahas oleh banyak media menjelang pembukaan summer transfer. Sudah lama, Mbappé dilirik raksasa Spanyol, Real Madrid. Namun, rumor itu seakan mulai mereda seiring munculnya keputusan sensasional Mbappé.

21 Mei 2021, Mbappé mengumumkan langkahnya untuk memperbarui kontrak di Paris Saint-Germain. Yang artinya sang pemain telah menolak Real Madrid, klub yang selama ini mengejarnya. Mbappé pun ditawari paket uang berlimpah, termasuk gaji dan juga bonus.

Melansir dari laman Daily Mail, Mbappé diperkirakan mendapat bayaran sampai 650 ribu poundsterling tiap pekannya. Selain itu, ia juga mendapat bonus yang nilainya tidak kalah mahal. Mbappé menerima bonus 126 juta poundsterling ketika ia menandatangani kontrak baru.

Mengganggu Kestabilan Sepakbola
Terkait paket bayaran yang diterima Mbappé, banyak pihak yang merasa keberatan, termasuk pihak-pihak dari La Liga. Joan Laporta, presiden Barcelona, menjadi nama terbaru yang menyampaikan keberatan. Laporta bahkan secara gamblang menyebut Mbappé telah terjebak uang Paris Saint-Germain.

“Kejadian seperti ini telah mengganggu pasar pemain.” Kata Laporta kepada L’Esportiu de Catalunya. “Pemain pada akhirnya harus terjebak dengan uang. Ini adalah efek klub yang bermain di belakangnya. Semua ini bertentangan dengan aturan yang ditetapkan federasi Eropa.”

“Tentunya, semua ini mengganggu kestabilan sepakbola di Eropa. Lalu, ada wacana bahwa Barcelona bisa melakukan semua itu. Memang ada beberapa rival kami yang tidak bisa menjadi lebih kuat. Kami anggap mereka tidak bisa menaklukkan kami dalam hal berkompetisi.”

“Yang saya khawatirkan adalah esensi sepakbola itu sendiri, karena saya pikir, kita juga harus memperhatikan rival juga. Kami harus mengkhawatirkan tim yang kompetitif, dan itulah yang berusaha kami lakukan. Tapi jika kami lebih mengkhawatirkan diri sendiri, semua menjadi lebih baik.”

Kritik Tajam Javier Tebas
Perlu diketahui bahwa Laporta bukan satu-satunya orang yang mengkritik kebijakan Paris Saint-Germain terkait kontrak baru Mbappé. Presiden Liga Spanyol Javier Tebas sebelumnya pernah mengungkapkan kritikan bernada serupa. Tebas bahkan menyebut presiden Les Parisiens Nasser Al-Khelaifi merusak sepakbola.

“Paris Saint-Germain memberi kontrak baru Mbappé dengan melibatkan banyak dana pasca merugi 700 juta euro musim lalu. Belum lagi ditambah 600 juta euro untuk biaya gaji pemain. Ini merusak sepakbola.” Kata Tebas. “Al-Khelaifi sama bahayanya dengan rencana Super League.”

Mimpi Masih Ada
Perihal keputusannya bertahan di ibukota Prancis, Mbappé sendiri sudah pernah berbicara kepada publik. Mbappé mengaku tertarik bertahan karena melihat proyek masa depan klub yang menurutnya sesuai dengan visinya. Ia juga menyebut uang bukan alasan ia memilih bertahan.

Sebelumnya, Mbappé pernah menyebut bahwa main di Real Madrid adalah impiannya, dan memperpanjang kontrak di Paris jelas membuat Mbappé harus mengubur mimpinya itu. Tapi Mbappé mengaku tidak menyesal. Karena ia ingin membangun mimpi baru bersama Paris Saint-Germain.

“Tidak akan pernah, tidak akan pernah.” Kata Mbappé ketika ditanya apakah mimpi bermain di Real Madridnya sudah hilang atau belum. “Tapi saya menyerah memikirkan masa depan. Yang saya tahu, saya sudah memutuskan memperpanjang kontrak hingga tiga tahun.”

Terhitung, ini adalah tahun keempat Mbappé berkostum Paris Saint-Germain, dan di tahun keempatnya, Mbappé telah menjadi andalan tim. Musim 2021/2022 saja, Mbappé mengemas 39 gol dari 46 laga di seluruh ajang. Total, 171 gol telah ia persembahkan untuk Les Parisiens.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here