Jika Ingin Juara, Liverpool Disarankan Memperdalam Skuad

0
29

Debatbola.com – Selama dua musim ke belakang, Liverpool gagal mengulang kesuksesan meraih gelar, baik di kancah domestik maupun internasional. Rupanya, ada satu masalah yang menjadi penghambat The Reds meraih pencapaian tersebut. Mantan pemain mereka, Stan Collymore menilai Liverpool butuh memperdalam skuad mereka lagi untuk bisa meraih kesuksesan.

Kehabisan Bensin di Dua Musim Terakhir

Semejak datang ke Liverpool pada tahun 2015, Jürgen Klopp berhasil membuat The Reds bertransformasi menjadi klub penantang berbagai gelar. Tahun 2020 barangkali menjadi puncak kejayaan mereka. Klopp memenangi gelar Liga Inggris bersama Liverpool di musim 2019/2020, setelah di musim sebelumnya sukses merebut titel Liga Champions.

Sayangnya, keperkasaan Liverpool sekaan berakhir pada dua musim terakhir, musim 2020/2021 dan 2021/2022. Musim lalu, The Reds hanya bisa finish di urutan ke-3 klasemen akhir Liga Inggris. Perjalanan mereka di ajang Liga Champions juga harus terhenti di babak semifinal usai tumbang di tangan Real Madrid.

Perlu Kedalaman di Semua Lini

Perihal kegagalan Liverpool mempertahankan kesuksesan mereka dalam dua musim teranyar, eks pemain mereka, Stan Collymore ikut berbicara. Menurut Collymore, ada satu masalah utama yang membuat The Reds kesulitan. Masalah utama itu adalah soal kedalaman skuad yang menurut Collymore masih kalah dibanding sejumlah pesaing mereka.

Menurut Collymore, hal terpenting yang dibutuhkan Liverpool saat ini adalah pemain cadangan yang sama hebatnya dengan pemain utama. Dengan demikian, Liverpool akan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Collymore ingin Liverpool seperti Manchester City yang terlihat selalu tangguh dengan kedalaman skuad yang luar biasa.

Lewat laman Twitter, Collymore ditanya mengenai bagaimana cara Liverpool mendapatkan titel lagi. Ia pun menjawab, “Dengan mencari pemain cadangan yang jauh lebih baik. Jürgen adalah master dalam urusan memilih starting XI. Tapi, baik di Mainz maupun di Borussia Dortmund, tak ada satupun era yang menunjukkan ia fokus mencari pelapis yang sepadan.”

“(Kostas) Tsimikas adalah contoh nyata salah satu pelapis yang sepadan untuk (Andrew Robertson) Robbo ketika dia tidak bisa bermain. Dia memang bukan Robbo, tetapi dia menawarkan banyak kesamaan kualitas dengan Robbo, secara teknik, taktik dan energi. Liverpool butuh sesuatu seperti itu di semua posisi.”

Memang, pada musim 2018/2019 dan 2019/2020, Liverpool terlihat begitu tangguh dan nyaris sempurna. Tetapi perlu diingat bahwa dalam dua musim tersebut, Liverpool tak memiliki masalah cedera yang berarti. Sedang di dua musim terakhir, badai cedera berkali-kali menghantam pasukan berjuluk The Anfield Gank.

Seperti yang diungkap Collymore, Tsimikas menjadi contoh nyata keberhasilan Liverpool mencari pelapis untuk salah satu pemainnya. Tsimikas mampu menampilkan permainan menawan dan mampu ciptakan persaingan sehat dengan Andrew Robertson. Sudah seharusnya Liverpool menerapkan hal serupa untuk semua lini, seperti kata Collymore.

Menanti Bukti Pernyataan Collymore

Musim ini sendiri, Liverpool punya beberapa pilar penting, termasuk dua pemain asal benua Afrika yang terancam absen lama, Mohamed Salah dan Sadio Mané. Keduanya adalah sosok penting yang sudah bagi klub Merseyside. Sayang, dua pemain ini tidak punya pelapis yang sepadan, sehingga jika keduanya absen, performa Liverpool ditakutkan bakal jeblok.

Beberapa hari lagi, Piala Afrika akan dimulai. Mané dan Salah termasuk dua pemain yang bakal ikut serta, dan otomatis, mereka akan absen perkuat Liverpool. Pernyataan Collymore perihal kedalaman skuad mungkin benar. Tanpa Mané dan Salah, kita lihat saja, apakah Liverpool masih bisa jaga asa sebagai penantang gelar Liga Inggris atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here