Jermain Defoe Comeback ke Tottenham Hotspur

0
47

Debatbola.com – Delapan tahun meninggalkan Tottenham Hotspur, Jermain Defoe diumumkan comeback ke klub London itu. Namun, Defoe bukan comeback untuk bermain lagi, melainkan menjadi staf pelatih dan dewan klub. Tottenham Hotspur memberi kepercayaan Defoe untuk menjadi bagian tim pelatih level junior.

Comeback Setelah Delapan Tahun Pergi

Para penggemar Liga Inggris, utamanya mereka yang kerap menikmati Liga Inggris era 2010-an pastinya mengenal Jermain Defoe. Pria asal Inggris itu merupakan mantan pemain Tottenham Hotspur. Tercatat, Defoe mengemas 143 gol dari 363 penampilan bareng The Lilywhites.

Defoe meninggalkan Tottenham Hotspur pada tahun 2014 setelah mengerek namanya ke posisi keenam daftar pencetak gol terbanyak klub. Semenjak saat itu, ia bergabung dengan beberapa klub Eropa dan Amerika. Mulai dari Toronto FC, hingga yang teranyar adalah klub Inggris Sunderland.

Setelah delapan tahun meninggalkan pasukan London Utara, Defoe dikonfirmasi telah kembali ke rumah lamanya. Namun, comeback Defoe kali ini bukanlah bertujuan untuk bermain lagi. Melainkan untuk menjadi bagian pelatih di level junior klub berjuluk The Lilywhites.

Lewat laman web resminya, Tottenham Hotspur mengkonfirmasi comebacknya pria berusia 39 tahun tersebut. Melalui laporan yang sama, Tottenham juga mengkonfirmasi Defoe bakal mendapat peran baru. Yakni sebagai salah satu staf akademi dan ambassador klub.

Ingin Ikuti Jejak Para Kompatriot

Berbicara setelah comebacknya ke Tottenham Hotspur, Defoe mengungkapkan bahwa mimpinya memang ingin menjadi pelatih. Ia ingin meraih kesuksesan seperti beberapa kompatriotnya seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard. Defoe berpikir dirinya layak menjadi pelatih.

“Anda harus berpikir realistis, tidak banyak pelatih berkulit hitam, tapi saya tak mau membuang-buang waktu. Saya berpikir saya akan mendapat kesempatan (menjadi pelatih) di manapun. Bukan cuma karena saya berkulit hitam dan mau, tetapi juga karena saya layak dan mampu.”

“Tidak boleh ada yang bilang saya tidak mengerti sepakbola. Saya memulai debut pada 1999, lalu saya pulang ke Inggris di usia 34 tahun, saya juga baru saja pensiun. Ya, saya sudah lihat sepakbola banyak berkembang, terutama dari segi taktik.”

“Saat saya melihat mantan-mantan rekan setim saya, Stevie (Gerrard), Frank (Lampard), Ashley Cole, Joey Barton, Scott Parker, saya pikir kami melalui perjalanan yang sama. Jadi, kalau mereka bisa (menjadi pelatih), kenapa saya tidak?”

Conte Sang Idola

Satu sosok yang diakui Defoe mampu membuatnya terkesan adalah Antonio Conte, pelatih yang dikenal kerap menggenjot disiplin fisik para pemainnya. Defoe mengagumi kinerja eks pelatih Inter Milan. Menurutnya, tipikal seperti Conte adalah yang terbaik, mengingatkannya pada sosok Paolo Di Canio.

“Suatu hari, ketika saya menjadi pelatih, semoga saya bisa melatih seperti cara Conte melatih.” Katanya, mengutip Evening Standard. “Saya ingin tim saya menjadi tim yang paling bugar di liga. Tidak ada yang lebih baik selain kebugaran.”

“Beberapa pekan lalu, saya bertemu dengannya (Conte), berbincang sebentar dengannya. Dia banyak memberitahu saya soal elemen fisik dalam sepakbola. Memang, taktik adalah salah satu elemen dasar. Tapi kerja keras lebih besar dibanding tim lain juga diperlukan.”

“Dia adalah pria yang sangat baik, tapi punya semangat luar biasa untuk menang, untuk berkembang setiap harinya. Sebagai profesional, saya rasa dia sangat mirip dengan (Paolo) Di Canio. Dia selalu melakukan segalanya dengan benar dan bekerja keras.”

“Jadi, ketika saya bertemu Conte, saya berpikir, ‘Wow, dia yang terbaik.’ Rekam jejaknya bisa menjadi bukti. Dia adalah seorang pemenang, dia ingin menang sekarang. Ini adalah momen-momen menarik buat klub.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here