Jelang Final Piala Presiden, Akankah Sejarah Kembali Terulang

0
32

Debatbola.com – Piala Presiden 2022 kini telah sampai pada tahap final dan akan mempertemukan Arema dengan Borneo FC. Keduanya dinyatakan lolos setelah mengalahkan PSIS Semarang dan PSS Sleman. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, Arema dan Borneo akan bertanding dua kali di tanggal 14 dan 17 Juli nanti.

Jelang pertemuan leg pertama laga final tersebut, banyak fakta mengenai Arema dan Borneo yang terungkap. Salah satunya banyaknya pemain Arema yang musim ini memperkuat Borneo termasuk pelatih klub asal Kalimantan itu. Pertandingan kali ini juga mengulang sejarah lama yang bisa saja hasil akhirnya berubah.

Melawan Klub Mantan

Sebagai pemenang terakhir dari Piala Presiden, Arema tentu akan berusaha mempertahankan mahkotanya di edisi kali ini. Terlebih lawannya kali ini merupakan Borneo yang memegang rekor tidak terkalahkan selama kompetisi tersebut berjalan. Belum lagi ada beberapa mantan pemain Arema yang bisa saja menjadi aktor kemenangan Borneo.

Salah satunya yaitu Hendro Siswanto yang dulunya merupakan andalan Arema di lini tengah. Pemain yang juga membantu Arema meraih gelar Piala Presiden 2019 itu memutuskan pindah ke Borneo di tahun 2020 lalu. Selain itu juga ada nama Ahmad Nur Hardianto yang dulunya andalan lini depan Arema.

Dua pemain Borneo yang juga pernah membela Arema adalah sang kiper, Dwi Kuswanto dan Diego Michiels. Dwi Kuswanto juga sempat membela Persela Lamongan sebelum pindah ke Borneo. Sedangkan Diego Michiels memutuskan pulang ke Borneo di akhir musim kemarin setelah hanya satu tahun saja di Malang.

Milomir Seslija yang kini menjabat sebagai pelatih Borneo juga memiliki ikatan kuat dengan Arema. Pelatih asal Bosnia yang akrab disapa Milo tersebut pernah melatih Arema hingga dua periode lamanya. Salah satu pencapaian Milo adalah membawa Arema menjuarai Piala Presiden di tahun 2019 lalu.

Kembali ke Kanjuruhan, Milo kali ini membawa misi yang berbeda yaitu membawa kemenangan untuk Borneo FC. Pelatih tersebut harus tetap profesional meskipun Arema sudah dianggap sebagai rumah keduanya di Indonesia. Terlebih jika berhasil menang di final Piala Presiden kali ini, Milo akan menjadi pelatih pertama yang menjuarai turnamen itu dengan dua klub berbeda.

Akankah Sejarah Kembali Terulang?

Arema bukan hanya akan melawan para mantan pemain serta pelatihnya di laga final melawan Borneo nanti. Pertandingan final kali ini lebih dari sekedar menunjukkan siapa yang lebih kuat. Ada sejarah lama yang ingin dirubah hasil akhirnya oleh Borneo FC di final Piala Presiden kali ini.

Borneo memiliki dendam lama dengan Arema yang dulu pernah mengalahkan klub tersebut di final kompetisi yang sama. Tepatnya pada Piala Presiden di tahun 2017 lalu dimana Arema meraih gelar pertamanya di kompetisi tersebut. Pada pertandingan itu, Borneo takluk dengan Arema dengan skor telak 5-1.

Laga final Piala Presiden kali ini tentu saja mengulang sejarah dari 5 tahun yang lalu. Namun Borneo akan berusaha mengubah hasil akhirnya agar tidak sama dengan Piala Presiden tahun 2017 silam. Jika berhasil merebut gelar dari Singo Edan, dendam lama Pesut Etam akan langsung tuntas.

Pada final nanti keduanya kini memiliki peluang yang sama untuk bisa memenangkan laga. Terlebih baik Borneo dan Arema berkesempatan bermain di kandang masing-masing nantinya. Catatan statistik yang cukup bagus sejak Piala Presiden tahun ini dimulai membuat pemenang Piala Presiden cukup sulit diprediksi.

Arema Akui Kekuatan Borneo FC

Borneo memiliki rekor cukup bagus di Piala Presiden kali ini dengan belum terkalahkan hingga semifinal kemarin. Karena hal itulah Borneo optimis bisa menang melawan Arema di final kali ini. Bahkan klub yang dijuluki Pesut Etam itu siap mencuri kemenangan ketika berlaga di Kanjuruhan nanti.

Sebagai pelatih Arema, Eduardo Almeida mengakui jika lawannya di final kali ini cukup berat. Pelatih asal Portugal itu mengakui kekuatan Borneo termasuk para pemainnya yang dinilai cukup bagus. Almeida juga mengatakan jika Borneo sangat layak untuk bisa sampai ke final.

Akan melakoni pertandingan yang keras, Eduardo Almeida mengatakan persiapan timnya sudah maksimal. Arema dinilai siap melawan Borneo meskipun waktu persiapannya sangat sempit. Target yang diusung Eduardo Almeida juga masih sama yaitu meraih kemenangan di pertandingan nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here