Inkonsisten, Legenda Manchester United Sebut Maguire Tak Cocok dengan Taktik Rangnick

0

Debatbola.com – Secara garis besar, Ralf Rangnick telah membawa perubahan positif buat Manchester United. Tapi, perubahan positif itu rasanya tidak berlaku buat Harry Maguire. Alih-alih tampil kian bagus, Maguire justru kian inkonsisten di bawah arahan Rangnick. Legenda Manchester United Rio Ferdinand pun menyebut Maguire tidak cocok dengan taktik Rangnick.

Maguire yang Kian Inkonsisten

Pasca pemecatan Ole Gunnar Solskjær, Manchester United menunjuk Ralf Rangnick sebagai suksesor pelatih asal Norwegia tersebut. Rangnick memang tak bisa langsung mengubah Setan Merah menjadi tim penantang gelar Liga Inggris musim ini. Tetapi setidaknya, pelatih asal Jerman telah berhasil mengembalikan Manchester United ke papan atas klasemen.

Beberapa pemain kembali menunjukkan sinarnya bersama Ralf Rangnick. Namun, sementara pemain lain bersinar, ada juga beberapa pemain yang sinarnya justru meredup. Harry Maguire contohnya. Bek yang sebelumnya tampil cukup konsisten bareng Solskjær, kini justru tampil kian inkonsisten bersama Rangnick.

Kelemahan Besar Maguire

Semenjak penunjukan Rangnick pada bulan November, Maguire menjadi pemain yang tampil inkonsisten bareng pasukan Setan Merah. Hal ini pun menimbulkan tanda tanya besar di kalangan para pecinta sepakbola, terutama para penggemar Manchester United. Mengapa Maguire bisa tampil inkonsisten manakala Rangnick mengambil alih kursi kepelatihan?

Rio Ferdinand, legenda Setan Merah yang kini berganti profesi menjadi pundit mencoba membeberkan alasan utama mengapa Maguire tampil buruk di bawah Rangnick. Menurut Ferdinand, satu hal yang kurang dari sosok Maguire adalah kecepatan. Karena kekurangannya inilah, Ferdinand menilai Maguire tidak cocok dengan taktik Rangnick.

Mayoritas pecinta sepakbola tahu siapa Ralf Rangnick. Media wahana888 menilai seorang Rangnick adalah sosok yang dikenal dengan julukan “The Godfather of Gegenpressing.” Gaya bermain Rangnick mengandalkan kecepatan, terutama dalam hal bertahan. Menurut Ferdinand, kurangnya kecepatan Maguire membuat sang defender kesulitan beradaptasi dengan taktik Rangnick.

“Satu hal yang menarik tentang seseorang seperti Rangnick dan tim-tim papan atas lain adalah ketika mereka bermain. Mereka bermain dengan garis pertahanan tinggi dan ingin memenangkan bola secepatnya.” Kata Ferdinand dalam channel Vibe with Five. “Untuk itu, anda butuh defender yang bisa bertahan di separuh lapangan dalam situasi apapun.”

“Apakah anda bisa melakukan hal-hal seperti itu dengan Maguire? Itulah masalahnya, itulah yang saya khawatirkan. Kecepatan yang ia miliki membuat dia tidak bisa melakukan semua itu. Dia selalu butuh pendamping. Jika saya menjadi seorang striker yang cepat, maka saya akan berada di sekitar Harry Maguire berdiri.”

“Terlepas dari semua hal bagus yang ia punya dalam setiap permainannya, ada kelemahan besar dan juga penting bagi tim-tim papan atas. Yakni ketika dia harus dihadapkan dalam situasi satu lawan satu di tengah lapangan. Untuk Maguire, butuh waktu lama (untuk bisa lebih baik), kecuali dia bisa lebih cepat, semuanya akan menjadi semakin sulit.”

Gagal Tiru Liverpool?

Digaet dengan biaya transfer mahal, Manchester United sejatinya ingin menjadikan Maguire layaknya Virgil van Dijk di Liverpool. Banyak yang tahu bahwa pasca kedatangan Van Dijk, Liverpool berubah menjadi penantang gelar juara. Tapi, Manchester United gagal melakukan hal yang sama karena pasca kedatangan Maguire, mereka tak lantas menjadi penantang gelar.

Hal yang sama juga berusaha diterapkan Manchester United manakala mereka mendatangkan Ralf Rangnick. Sebagai “The Godfather of Gegenpressing”, Rangnick adalah mentor buat Jürgen Klopp yang sukses menerapkan strategi ‘gegenpressing’ di Liverpool. Setan Merah gagal melakukan itu, sekalipun yang mereka gaet adalah sosok guru dan mentor Klopp.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version