Ini Alasan Juventus Pecat Sarri dan Pilih Pirlo Sebagai Pengganti

Debatbola.com – Keberhasilan Juventus menjuarai Serie A 2019/20 tak membuat kursi pelatih yang diduduki Maurizio Sarri aman. Buktinya, usai gagal lolos ke babak perempat final Liga Champions 2019/20 akibat kalah agresivitas gol tandang dari Olympique Lyon langsung membuat Sarri dipecat Juventus.

Sarri didepak satu hari pasca kemenangan 2-1 Juventus atas Lyon (agregat 2-2), Sabtu (8/8), dini hari WIB. Namun berita itu bukan satu-satunya berita mengejutkan yang datang dari Juventus hari itu. Pengganti Sarri yang dipilih Juventus juga menjadi daya tarik sendiri dan mengundang tanya besar: Andrea Pirlo.

Ya, Pirlo akan menjadi kepala pelatih Juventus berikutnya. Menjadi kontroversial karena eks pemain Juventus tersebut sebelumnya ditunjuk jadi pelatih U-23. Selain itu, pemain yang sukses bersama AC Milan tersebut tak punya pengalaman melatih sebelumnya karena baru menyelesaikan kursus kepelatihan lisensi UEFA Pro-nya.

Banyak yang kaget atas keputusan ini karena Mauricio Pochettino yang tengah menganggur dianggap pelatih yang lebih tepat untuk menukangi Juventus. Namun menurut CEO Juve, Fabio Paratici, keputusan memilih Pirlo karena pria berusia 41 tahun tersebut dianggap sudah mengenal Juventus dan punya kepercayaan diri tinggi untuk menanggung beban sebagai pelatih Juventus.

“Keputusan memilih Pirlo sangat natural, dalam sudut pandang gaya Juventus, karena dia adalah seseorang yang pernah bermain bersama kami, dan selalu berkomunikasi dengan semua yang ada di sini, jadi ini adalah pilihan yang natural,” beber Paratici pada Sky Sport Italia.

“Kami juga yakin bahwa dia ditakdirkan untuk kesuksesan yang pernah diraihnya sebagai pemain, kami rasa dengan kepercayaan dirinya dia bisa melakukannya juga sebagai pelatih.”

Paratici juga mengklarifikasi bahwa keputusan memecat Sarri bukan hanya sebatas kegagalan di Liga Champions musim ini. Ada banyak faktor yang membuat manajemen Juventus menilai bahwa Sarri gagal musim ini meski berhasil menjuarai Serie A.

“Kami sudah bilang, satu pertandingan tidak akan menentukan nasib seorang pelatih. Hasil evaluasi kami berdasarkan apa yang terjadi selama satu musim, bukan karena sebuah pertandingan. Musim ini sangat panjang, ada banyak momen dan situasi yang mempengaruhi ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here