Ingin Singkirkan Kutukan, Ini Pemain Yang Berpotensi Menjadi Pembeda Skuat Argentina

0
110
Ingin Singkirkan Kutukan, Ini Pemain Yang Berpotensi Menjadi Pembeda Skuat Argentina

Debatbola.com – Skuat Argentina tampil kembali dalam gelaran Copa America edisi 2021. Tim yang dijuluki La Albiceleste itu mengusung misi juara sekaligus mematahkan kutukan yang telah lama melanda mereka. Kutukan itu adalah tim ini selalu gagal di partai final.

Pada gelaran-gelaran sebelumnya, La Albiceleste selalu berhasil lolos dari babak grup. Di lima edisi sebelumnya, Sergio Aguero dan kawan-kawan sukses melangkah hingga ke partai pamungkas. Total tiga laga final telah dimainkan oleh tim Tango.

Empat Partai Final Selalu Gagal

Namun nahas pada edisi tahun 2007, timnas Argentina yang berhadapan dengan timnas Brasil harus mengakui tangguhnya skuat tersebut. Trigol dari Julio Baptista dan Dani Alves serta own goal dari Ayala membuat tim Tango harus puas di tempat kedua.

Dua edisi Copa America berikutnya yakni pada tahun 2015, La Albiceleste kembali sukses melangkah hingga ke partai final. Namun sayang, menghadapi Chile, Lionel Messi dan kawan-kawan harus takluk lewat adu penalti. Negara yang terletak di bagian barat Amerika Selatan itupun keluar sebagai juara dan meraih gelar pertamanya.

Gelaran Copa America 2016 menjadi babak final terakhir bagi kubu tim Tango. Seperti de javu, tim tersebut kembali berhadapan dengan Chile. Kembali melakoni babak adu penalti, Alexis Sanchez dan kawan-kawan akhirnya memastikan gelar keduanya.

Kemudian ada satu lagi partai final yang sekaligus mempertegas bahwa tim ini seperti terkena kutukan. Hal itu terjadi pada saat mengikuti turnamen paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2014 lalu. Dimana diselenggarakan di tanah mereka sendiri, Amerika Selatan.

La Albiceleste sukses melangkah dari fase grup hingga ke partai semifinal. Sergio Aguero dan kawan-kawan juga memupuskan asa Belanda untuk berlaga di final keduanya secara berturut-turut lewat babak adu penalti.

Berhadapan dengan timnas Jerman, Timnas Argentina ngotot tampil menyerang dan berhasil menahan Der Panzer hingga babak extra time. Namun nahas, Mario Gotze yang baru masuk menggantikan Miroslav Klose membuat timnya menjadi pemenang di edisi Piala Dunia 2014.

Pemain Yang Berpotensi Menjadi Pembeda

Berbicara mengenai turnamen, maka pemain adalah pemegang kunci jalannya pertandingan. Walaupun strategi yang telah diterapkan oleh sang pelatih sudah bagus, kalau para pemain kurang baik mempraktekkannya maka hasilnya akan buruk.

Pemain timnas Argentina pertama yang kemungkinan besar menjadi pahlawan adalah kapten mereka, Lionel Messi. Penyerang Barcelona ini menjadi tulang punggung skuat tim Tango bahkan dalam gelaran-gelaran sebelumnya.

Kapasitasnya sebagai mega bintang memang betul-betul sangat dimanfaatkan oleh sang pelatih, Lionel Scaloni. Penyerang yang bermain untuk Barcelona ini akan berusia 34 tahun per tanggal 24 Juni mendatang. Akan sangat gembira bila bisa mendapatkan trofi Copa America sebagai kado ulang tahun.

Pemain kedua yang berpotensi menjadi pembeda adalah sang kiper Emiliano Martinez. Penjaga gawang berusia 28 tahun itu menunjukkan sinarnya sewaktu bermain di Arsenal. Kemudian kiprahnya berlanjut di Aston Villa hingga sekarang.

Emiliano Martinez juga bisa menjadi pemain penting di lini pertahanan tim Tango yang terkenal sangat buruk itu. Sepeninggal Sergio Romero yang karirnya turun drastis di Manchester United, mantan penjaga gawang Arsenal itu sangat dibutuhkan tim.

Pemain terakhir yang juga tak kalah berpengaruh bagi tim ini adalah bek muda yang bermain bagi Atalanta, Cristian Romero. Bek pinjaman dari Juventus itu menjadi angin segar bagi lini pertahanan skuat Argentina.

Sepeninggal nama-nama besar seperti Javier Mascherano, Martin Demichelis, Roberto Ayala dan Gabriel Heinze, pertahanan tim Tango sangat buruk. Mereka dalam beberapa tahun ini masih menggunakan jasa Nicolas Otamendi yang sudah terbuang dari Manchester City.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here