Hasil Sidang Komdis Sudah Keluar, Klub Dan Pemain Terkena Denda

0
19

Debatbola.com – Liga 1 baru berjalan di minggu kedua, namun Komdis PSSI sudah turun tangan untuk mengatasi masalah yang timbul baru-baru ini. Terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan ketika pertandingan berlangsung sejak tanggal 23 Juli lalu. Karena hal itulah Komdis turun tangan untuk menyelidiki serta memberikan sanksi pada pihak yang melanggar.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Komdis kemudian melakukan sidang untuk menentukan Sanksi. Beberapa klub harus membayar denda yang cukup besar yang Sebagian dikarenakan ulah fans. Tidak hanya klub, pemain yang ketahuan melanggar pun juga diberi sanksi oleh Komdis PSSI.

Hasil Sidang

Komdis PSSI sudah harus menjalankan sidang perdananya di Liga 1 yang bahkan baru berjalan di pekan kedua. Tepatnya Jumat tanggal 29 Juli kemarin sidang Komdis PSSI resmi dilaksanakan dan menetapkan beberapa hukuman. Total, 5 klub serta dua pemain yang dipastikan akan mendapat sanksi dari PSSI.

Persib Bandung, Persija Jakarta, PSS Sleman, Dewa United serta Persita Tangerang tidak luput dari sanksi yang diberikan oleh Komdis. Pelanggaran dari masing-masing klub tersebut bermacam-macam namun cukup merugikan. Karena hal itulah Komdis memutuskan memberikan sanksi berupa uang denda.

Dewa United didenda karena mencatatkan sebanyak 5 kartu merah di satu laga sehingga didenda sebanyak 50 juta rupiah. PSS Sleman didenda lantaran suporternya melempar pemain serta official PSM Makassar dengan botol plastik berisi air serta benda lain. Akibatnya, PSS Sleman harus membayar sebesar 50 juta rupiah.

Untuk Persita, Persib serta Persija mendapat denda lantaran ulah suporternya yang menyalakan flare. Seperti yang diketahui, flare serta petasan dilarang ada di dalam stadion selama pertandingan berlangsung. Karena hal itulah ketiga klub itu di denda sebesar 50 juta rupiah untuk setiap flare yang dinyalakan.

Selain klub, ada dua pemain yang juga menerima saksi dari pihak Komdis berdasarkan hasil sidang kemarin. Leo Guntara yang merupakan pemain Borneo melakukan pelanggaran serius yang berakibat kartu merah. Pemain tersebut kemudian disanksi tambahan dengan larangan bertanding di dua pertandingan serta denda 10 juta rupiah.

Salah satu pemain Arema FC juga tidak luput dari hukuman yang diberikan oleh Komdis PSSI. Rizky Dwi Febrianto terlihat menghalangi tim lawan mencetak gol yang juga berujung pada kartu merah. Pemain tersebut mendapat tambahan larangan satu kali bermain serta denda sebanyak 10 juta yang harus dibayarkan.

Persib Paling Banyak

Diantara klub-klub yang didenda oleh Komdis PSSI, Persib yang paling banyak kehilangan uangnya. Tidak tanggung-tanggung, Persib harus membayar sebanyak 200 juta rupiah pada Komdis PSSI. Hukuman tersebut dikarenakan Bobotoh terlihat menyalakan flare pada saat berkunjung ke Bhayangkara FC.

Persib menerima denda yang paling banyak dibandingkan klub-klub lain yang juga disanksi oleh PSSI. Hal tersebut dikarenakan supporter bukan hanya menyalakan satu, tetapi banyak sekali flare selama pertandingan itu. Karena hal itulah Komdis menjatuhkan denda sebesar 200 juta pada Persib.

Pada kompetisi kemarin, Persib juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI lantaran pelanggaran yang dilakukan oleh suporternya. Bahkan Persib sampai dilarang berkandang di Stadion GBLA di sisa akhir pertandingan pramusimnya. Bukannya jera, Bobotoh justru berulah kembali yang membuat Persib lagi-lagi harus menanggung akibatnya.

The Jakmania Patungan

Persija Jakarta diketahui juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI yang diakibatkan dari kesalahan The Jakmania. Penggemar setia Persija tersebut terlihat menyalakan flare saat bertanding melawan Bali United. Karena hal itulah Persija didenda sebesar 50 juta rupiah oleh Komdis.

Rupanya The Jakmania mengakui kesalahannya yang mengakibatkan pihak klub harus mendapat hukuman dari PSSI. Sebagai bentuk tanggung jawab, pengurus pusat The Jakmania kemudian mengirimkan uang sebesar 25 juta pada Persija. Uang tersebut digunakan sebagai patungan untuk membayar denda pada Komdis PSSI.

Kabar mengenai The Jakmania yang ikut patungan tersebut disampaikan oleh Diky Soemarno selaku Ketua Umum. Diky juga berharap kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di pertandingan-pertandingan yang akan dilakukan Persija. Pasalnya pihak klub yang akan menanggung akibat dari perbuatan supporter tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here