Hasil Pertandingan Feyenoord Rotterdam vs Atletico Madrid

0
218

Debatbola.com – Juara bertahan La Liga Spanyol, Atlético Madrid melakoni laga uji coba terakhirnya sebelum tampil di musim baru 2021/2022. Sayang, tim asal ibukota itu harus menelan kekalahan kala bertamu ke De Kuip, Minggu (8/8) kemarin. Atlético yang menantang Feyenoord harus menelan kekalahan memalukan dengan kedudukan akhir 2-1.

Tim Belanda Unggul Satu Gol di Babak Pertama

Laga Minggu malam di De Kuip menjadi laga uji coba terakhir kedua kesebelasan sebelum mengawali kampanye musim 2021/2022. Jadi, sudah dapat diprediksi bahwa kedua kesebelasan akan bermain ngotot. Atlético tentu ingin menang demi menjaga gengsi sebagai jawara La Liga, sedang Feyenoord tentu ingin menjaga gengsi di rumah sendiri.

Ketika laga baru berjalan sembilan menit, publik tuan rumah nyaris dibuat malu lewat kesalahan umpan Gernot Trauner. Trauner hampir saja menyarangkan bola di gawangnya sendiri selepas memberi umpan tidak sempurna pada kiper Justin Bijlow. Beruntung, bola masih melebar tipis di gawang tim asal Belanda itu.

Feyenoord yang secara garis besar menguasai laga akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-18. Marcos Senesi yang berada di jantung pertahanan Atlético dengan jeli mengirim umpan silang ke tengah kotak penalti. Bryan Linssen yang ada di mulut gawang tanpa basa-basi langsung menyambar bola dan getarkan jala Jan Oblak.

Mendekati akhir laga, petaka menghampiri Atlético manakala Yannick Carrasco harus mendapat ganjaran kartu merah, tepatnya di menit ke-39. Berawal dari pelanggaran Carrasco terhadap Tyrell Malacia, keributan pun terjadi. Carrasco yang makin tersulut emosi bahkan sampai melukai Orkun Kökçü sehingga wasit harus mengusirnya keluar lapangan.

Selepas insiden kartu merah Carrasco, pertandingan masih berjalan hampir sama dengan sebelumnya. Feyenoord tetap mempertahankan keunggulannya, sementara Atlético masih terus gagal mencetak gol penyeimbang. Tuan rumah pun memasuki ruang ganti dengan kondisi memimpin satu gol, dan unggul dalam jumlah pemain.

Kemenangan Dramatis di Masa Injury Time

Memasuki interval kedua, Feyenoord yang sudah unggul satu gol terlihat lebih pede dalam melancarkan serangan. Hasilnya, pada menit ke-57 di busar inter303 mencatatkan sebuah peluang emas kembali lahir, dan kali ini, peluang lahir dari sepakan jarak jauh keras Ridgeciano Haps. Sayangnya, kesigapan Jan Oblak masih bisa membuat gawang Atlético aman.

Tak kenal lelah mencari gol penyeimbang, Atlético Madrid akhirnya mendapatkan gol tersebut kala pertandingan memasuki menit-menit akhir. Pada menit ke-82, Ángel Correa berusaha menusuk pertahanan Feyenoord usai menerima umpan heading Santiago Arias. Hasilnya, Correa sukses memperdaya kiper Ofir Marciano dan setarakan skor.

Sayang, hasil seri rupanya tak bisa bertahan sampai akhir karena Feyenoord mencetak gol kejutan di masa injury time. Skema serangan balik cepat yang dilancarkan Feyenoord benar-benar membuat lini bertahan Atlético kocar-kacir. Hasilnya, Feyenoord mencetak gol kemenangan lewat sepakan Naoufal Bannis yang memperdaya Oblak.

Pelajaran Berharga Bagi Kedua Tim

Sebagai pertandingan uji coba terakhir sebelum mengarungi musim baru, laga di De Kuip jelas menjadi pelajaran berharga bagi kedua kesebelasan yang bermain. Bagi Atlético, mereka mungkin harus lebih siap menghadapi serangan-serangan balik cepat. Pasalnya, skema seperti inilah yang pada akhirnya membuat mereka tak berdaya di tangan Feyenoord.

Adapun bagi Feyenoord, laga kontra Atlético juga bisa mengandung pelajaran yang berharga, meski akhirnya mereka sukses meraih kemenangan. Feyenoord di laga ini lebih banyak menguasai bola, tetapi lebih sedikit melepas tembakan. Selanjutnya, mereka mungkin harus belajar bermain sedikit lebih agresif lagi.

Uji Coba yang Panas

Kendati cuma bertajuk laga uji coba, laga Feyenoord vs Atlético Madrid tetap menjadi sebuah laga yang panas. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kerusuhan antar pemain, beberapa saat sebelum Yannick Carrasco diusir pengadil lapangan. Di akhir laga, kamera bahkan sempat menangkap adu argumen antar kedua pelatih kesebelasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here