Hasil Borneo FC vs Arema FC, Kemenangan Sang Penguasa Piala Presiden

0
27

Debatbola.com – Borneo FC dan Arema FC baru saja menyelesaikan pertandingan leg kedua di final Piala Presiden tahun ini. Laga penentuan juara itu terlaksana pada tanggal 17 Juli 2022 malam hari dan berlangsung sengit. Berdasarkan hasil agregat, Arema keluar sebagai juara Piala Presiden di tahun ini.

Bertanding di Stadion Segiri, Arema berhasil menahan imbang Borneo dan mempertahankan keunggulannya di leg pertama. Trofi kali ini menjadi trofi Piala Presiden ketiga untuk Arema sekaligus menjadikan klub tersebut sebagai juara bertahan. Dengan tambahan satu gelar juara lagi, Arema berhak dijuluki sebagai penguasa Piala Presiden.

Jalannya Pertandingan

Borneo yang berambisi untuk memenangkan pertandingan dan meraih gelar perdananya bermain dengan kekuatan penuh. Demi mencetak gol cepat, Borneo juga langsung tancap gas menyerang pertahanan Arema. Sementara itu, Almedia menepati ucapannya dengan menggunakan strategi parkir pesawat di pertandingan kali ini.

Tepat di menit ke-11, peluang pertama Borneo berhasil tercipta yang terus berlanjut ke peluang-peluang berikutnya. Sayang sekali hampir semua peluang justru melenceng ke sisi lain gawang Arema. Hingga babak pertama usai, tidak ada satupun peluang Borneo FC yang bisa menembus gawang milik Adilson Maringa.

Intensitas serangan Borneo FC tidak mengendur sama sekali ketika memasuki babak kedua. Stefano Lilipaly hampir saja mencetak gol di menit ke-54 jika saja sepakannya lebih kuat. Arema sendiri baru bisa memperoleh peluang matang pertama di menit ke-62 di babak kedua ini.

Tidak ingin menyerah, Borneo terus-terusan menggempur pertahanan dari Arema demi bisa menyusul ketertinggalan di leg pertama. Namun hingga pertandingan berakhir, Pesut Etam tidak mampu membongkar parkir pesawat Arema FC. Akhirnya Borneo harus rela pertandingan kali ini berakhir imbang dengan skor 0-0.

Arema Sang Penguasa Piala Presiden

Raihan juara di Piala Presiden edisi tahun 2022 ini membuat Arema FC mencetak sejarah baru. Trofi Piala Presiden kali ini menjadi gelar ketiga yang diraih oleh Arema sekaligus menjadi juara bertahan sejak edisi sebelumnya. Arema juga menjadi satu-satunya klub dalam sejarah Piala Presiden yang menyandang gelar terbanyak.

Bertanding di Stadion Segiri, Arema gagal mencetak gol kembali ke gawang Borneo di pertandingan tersebut. Beruntung pertahanan Arema cukup rapat sehingga bisa mengakhiri laga dengan skor imbang. Unggul di leg pertama, Arema sukses mengalahkan Borneo dan mempertahankan status juaranya dengan skor agregat 1-0.

Pertandingan final bertegangan tinggi kali ini juga diwarnai dengan insiden yang bahkan membuat para pemain adu argumen hingga saling dorong. Belum lagi banjir kartu kuning juga terjadi di pertandingan final kali ini. Borneo selaku tuan rumah mendapat total 3 kartu kuning dengan Arema mengoleksi 10 kartu kuning.

Dengan gelar Piala Presiden yang diperoleh kali ini, Arema seakan menunjukkan mental juaranya. Dua gelar Piala Presiden Arema sebelumnya diperoleh ketika mengalahkan Borneo di tahun 2017 dan Persebaya di tahun 2019. Tidak heran jika kini Arema memiliki julukan baru yaitu sang penguasa Piala Presiden.

Gelar kali ini juga menjadi gelar pertama untuk Eduardo Almeida yang baru melatih Arema di musim 2021-2022 itu. Pelatih asal Portugal tersebut memberikan apresiasi yang sangat besar untuk pemain yang telah berjuang menghadapi pertandingan yang sulit. Almeida juga mengucapkan terima kasih kepada klub dan staff yang turut membantu.

Borneo Gagal Bongkar Parkir Pesawat

Bertanding di hadapan para suporternya rupanya tidak membuat Borneo FC bisa memetik kemenangan. Lagi-lagi Borneo gagal menjuarai Piala Presiden di laga final keduanya dengan lawan yang sama. Di tahun 2017 lalu, Borneo juga gagal mendapat gelar juara karena kalah dengan Arema di final.

Sejatinya, Borneo sudah berusaha keras dan memberikan perlawanan yang cukup sengit pada Arema. Namun strategi yang digunakan masih belum mampu membongkar parkir pesawat yang diterapkan oleh Arema. Hanya mampu menahan imbang di kandang, Borneo harus rela lawannya menang akibat skor agregat.

Borneo gagal mempersembahkan gelar juara di depan para pendukungnya yang memenuhi stadion. Lebih menyakitkan lagi Pesut Etam harus membiarkan lawannya berpesta di stadion Segiri yang merupakan markasnya. Kekalahan kali ini tentu membawa kekecewaan yang cukup besar untuk Borneo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here