Harry Kane Siap Korbankan Penghargaan Individu Demi Prestasi Spurs

0
252
Harry Kane Siap Korbankan Penghargaan Individu Demi Prestasi Spurs

Debatbola.com  –  Memuncaki daftar pencetak gol terbanyak sementara, Harry Kane jelas berada dalam trek yang tepat untuk menjadi top skorer Premier League untuk ketiga kalinya. Kane sudah mencetak 21 gol, jumlah yang sama dengan penyerang Liverpool, Mohamed Salah.

Namun jika berbicara Spurs sebagai tim, Spurs berpeluang gagal tampil di kompetisi UEFA musim depan. Tottenham saat ini berada di peringkat ketujuh. Jika tetap pada posisinya hingga musim berakhir, mereka masih bisa tampil di UEFA Conference League, kompetisi baru UEFA. Akan tetapi masih ada Everton, Arsenal, dan Leeds yang bisa menyalip posisi mereka.

Untuk menjaga posisinya bahkan naik ke peringkat enam atau lima, Spurs harus mampu mengalahkan Wolves, Aston Villa, dan Leicester City di tiga pertandingan terakhir.

Pelatih Spurs, Ryan Mason, berharap Spurs bisa lolos ke kompetisi UEFA sekaligus Kane menjadi top skor Premier League. Tapi Mason menilai bahwa Kane siap melakukan apapun demi yang terbaik untuk tim, termasuk jika harus gagal meraih Sepatu Emas.

“Aku tahu Harry, dia adalah salah satu teman terbaikku. Dia bisa membantu kami untuk menang dan meraih Sepatu Emas, itu akan menjadi hari yang bahagia. Tapi dia tidak akan mengorbankan tim demi penghargaan individu,” ucap Mason jelang lawan Wolves.

“Target kami adalah meraih poin semaksimal mungkin lalu melihat ada di mana kami berakhir. Sangat sulit untuk meraih tiga kemenangan beruntun di Premier League. Tapi fokus kami sekarang adalah menghadapi Wolves. Kami ingin berada di kompetisi UEFA, itu yang kami tuju.”

Mason merupakan pelatih sementara Spurs hingga akhir musim. Ia baru memimpin empat pertandingan setelah menggantikan Jose Mourinho yang dipecat. Dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjawab kepercayaan manajemen.

“Mengalami kekalahan sangat menyakitkan. Apalagi saat kalah di final Piala Liga, itu sangat menyakitkan. Kalah di liga juga menyakitkan. Ada emosi yang berbeda di setiap pertandingan yang berbeda.”

“Ada perbedaan momen saat kami kalah dari Leeds dan itu membentuk bagaimana kami cara kami bermain. Kami ingin menang dan terus berharap bisa menang. Setiap kekalahan tentu mengecewakan. Itu menjadi terapi terbaik saat kembali ke tempat latihan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here