Gareth Southgate dalam Tekanan, Raheem Sterling Membela

0
26

Debatbola.com – Berkat kekalahan Inggris atas Hungaria di ajang UEFA Nations League, Gareth Southgate kini berada dalam tekanan. Banyak yang mendesak Southgate turun dari kursi kepelatihannya. Tetapi di tengah semua ini, Raheem Sterling membela pelatihnya itu.

Alasan Southgate di Ujung Tanduk
Belum genap setahun yang lalu, timnas Inggris meraih nasib mujur dan hampir meraih gelar juara Piala Eropa. Itu adalah kali pertama Inggris mencapai final turnamen antar negara Eropa sejak 1966. Tapi pada akhirnya, Inggris juga tumbang.

Tahun 2018 lalu, Southgate juga berhasil membawa Inggris menuju semifinal World Cup Russia. Puja-puji sempat mengalir untuk Southgate karena dua keberhasilan tersebut. Tetapi saat ini, Southgate menghadapi tantangan terbesar. Southgate dibenci karena hasil minor pasukannya di dua laga terakhir.

Tanggal 8 dan 12, Inggris dihantam dua hasil seri, melawan Jerman dan Italia. Hasil timnas Inggris diperparah dengan kekalahan bermargin hingga empat gol melawan Hungaria. Inggris dibantai hingga empat gol tanpa balas, dan ini membuat posisi Southgate di ujung tanduk.

Hasil Dua Laga Terakhir Bukan Tolok Ukur
Cacian dan hinaan mengalir untuk Southgate, bahkan dari para pendukung Tiga Singa sendiri. Tetapi, di tengah situasi demikian, Raheem Sterling membela pelatihnya. Performa pasukan Southgate akhir-akhir ini tidak bagus. Tapi Southgate harusnya tidak dinilai buruk hanya karena tiga hasil tersebut.

“Tidak ada yang mengharapkan itu.” Kata Sterling kepada BBC Radio 5 Live pasca laga kontra Hungaria. “Secara keseluruhan, permainan itu mengecewakan karena laga itu harusnya bisa kami menangkan. Tapi sepakbola terkadang kejam, dan kami ingin pulih lagi mulai September.”

“Tentu akan ada banyak yang kecewa, akan ada tanda tanya besar, akan ada banyak keraguan. Tapi saya sangat optimis dengan tim kami. Itu semua tergantung kami sebagai pemain. Setiap laga, kami menurunkan skuad terbaik, kami cuma gagal mendapat hasil terbaik.”

“Untuk negara ini, saya selalu bilang, setelah dua laga terakhir, anda tidak boleh menilai kami cuma berdasarkan dua laga itu. Anda harus melihat hasil yang dia (Southgate) lakukan dalam beberapa turnamen. Saya pikir, hasil buruk itu tidak bisa dijadikan acuan.”

“Dia sudah memimpin kami dengan sangat baik, dia membimbing kami menjadi lebih dewasa. Banyak yang sudah ia berikan untuk kami di ruang ganti. Dia fokus membina para pemain muda, memastikan mereka mendapat cukup pengalaman. Itulah yang kami rasakan sekarang.”

Southgate Tidak Pikirkan Kritikan
Memang, ada banyak tekanan menghampiri Southgate, tetapi pria 51 tahun mengaku tak terlalu mempermasalahkannya. Southgate menilai kritikan adalah sesuatu yang wajar. Apalagi statusnya kini adalah pelatih Inggris yang notabene kekuatan sepakbola besar Eropa.

“Yah, saya pikir ini bukan waktu yang bagus untuk memikirkan itu (mundur dari kursi kepelatihan) dalam waktu yang pendek, karena saya tahu semua butuh waktu.” Kata Southgate. “Saya tahu akan ada banyak kritikan dan akan ada banyak yang meminta pergantian.”

“Namun, kembali lagi ke fakta bahwa kami punya tim terbaik, kami punya hasil-hasil terbaik. Saya pikir, para pemain juga seharusnya bisa memberikan semuanya. Ini adalah pertandingan-pertandingan yang unik. Saya paham, tapi kami tidak bisa menurunkan tim terbaik dalam setiap pertandingan.”

“Kami paham bahwa Jerman adalah tantangan terberat dan terpenting. Tapi kami perlu mengetahui kemampuan pemain lain untuk World Cup juga. Karena semua tim terus berevolusi. Itulah alasan di balik semua keputusan yang saya buat di dua laga terakhir.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here