Fakta Dibalik Adilson Maringa, Kiper Andalan Arema

0
33

Debatbola.com – Sejak bergabung pada pertengahan tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 1 Juli 2021, Adilson Maringa mampu menjadi kiper yang lincah. Pemain yang tingginya mencapai angka 1,92 meter itu dikontrak Arema FC hingga bulan Maret 2024 yang akan datang. Dan berikut merupakan beberapa fakta lain mengenai Adilson Maringa, sang kiper andalan Arema.

Statistik Yang Apik

Semenjak membela Arema, Adilson tercatat telah diturunkan di 38 laga. Dari ke-38 laga yang telah dimainkannya itu, Adilson hanya kebobolan sebanyak 28 gol saja. Sementara itu untuk jumlah clean sheet, Adilson mampu menjaga gawangnya dari kebobolan hingga 19 kali banyaknya. Hal tersebut berbeda jauh saat ia masih bersama UD Vilafranquense.

Bersama klub Portugal itu, Adilson sampai kebobolan hingga 52 gol hanya dari 34 laga yang dijalaninya. Dirinya pun hanya mampu menorehkan sebanyak 8 kali clean sheet saja. Tentu hal semacam itu bukanlah catatan yang mentereng. Merupakan sebuah progress yang baik bagi Adilson Maringa sendiri yang mampu memperbaiki performanya bersama Arema.

Dari klasemen Liga 1 musim 2021/2022, jumlah kebobolan Arema mengalami penurunan yang signifikan dibanding beberapa musim sebelumnya. Contoh saja di tahun 2019, pada saat Maringa belum bergabung Arema. Pada musim tersebut, Arema sampai kebobolan hingga 62 kali. Sementara di musim 2021/2022 sebagai musim debutnya, Arema hanya kemasukan 25 gol saja.

Saingan Baru Andritany

Mungkin tak banyak orang yang tahu jika seorang Adilson Maringa bahkan mampu menyaingi seorang Andritany di Liga 1 musim lalu. Dirinya termasuk dalam 5 penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak di Liga 1 musim 2021/2022. Dirinya mampu menggeser sejumlah kiper ternama lain seperti Miswar Saputra, Syahrul Trisna hingga Teja Paku Alam.

Menurut data yang dikutip dari Wikipedia, Adilson Maringa tercatat mampu melakukan sebanyak 87 kali penyelamatan. Dirinya hanya kalah dengan Andritany yang mampu melakukan 101 penyelamatan. Untuk seorang pemain asing yang baru menjalani debut di Liga Indonesia, hal semacam itu sudah tentu patut untuk diacungi jempol.

Pemain Terbaik Piala Presiden

Tak hanya di Liga 1, Adilson juga tampil mentereng dalam helatan Piala Presiden kemarin. Tampil penuh selama 90 menit di 7 pertandingan, Adilson tercatat hanya kebobolan 2 gol dengan 5 kali clean sheet. Tak sampai disitu, Adilson Maringa juga menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak hingga 23 kali melakukan penyelamatan.

Dengan aksi lincahnya itu akhirnya, Adilson Maringa mampu mengantarkan Arema menjuarai Piala Presiden. Selain berpengaruh kuat terhadap tim, Adilson juga kerap menunjukkan jiwa kepemimpinannya dan mampu menunjukkan perilaku baik di lapangan. Karena itu, pemain berusia 31 tahun tersebut didaulat menjadi pemain terbaik Piala Presiden kemarin.

Ketergantungan Arema

Di Liga 1 musim lalu, Adilson pernah menderita 2 kali cedera. Cedera yang ia derita ialah cedera lutut dan mengalami gangguan pada adduktor. Terkhusus cedera adduktor, Adilson menderita cedera tersebut ketika ia mengalami benturan kala pertandingan melawan Persela Lamongan pada Februari lalu. Adilson pun harus ditarik keluar di 34 menit pertama jalannya pertandingan.

Karena cedera tersebut Adilson harus menerima perawatan selama kurang lebih 2 pekan lamanya. Karena cedera ini, Adilson harus meninggalkan 2 pertandingan. Sementara ketika ia cedera lutut sebelumnya, dirinya juga harus absen di 2 laga. Sehingga total terdapat 4 laga yang Adilson lewatkan karena menderita cedera.

Arema bisa dikatakan cukup bergantung dengan Adilson Maringa. Sebab dari 4 laga tanpa Adilson Maringa, Arema hanya meraih 1 kali kemenangan dan 3 hasil imbang. Meski begitu, Arema tetap mampu mencetak 2 clean sheet dan hanya kebobolan 2 gol saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here