Debatbola.com – Nasib tragis didapat Unai Emery pada musim keduanya di Arsenal. Pengganti Arsene Wenger itu dipecat The Gunners pada November. Rentetan hasil negatif jadi sebab.

Unai Emery sendiri baru-baru ini membeberkan sejumlah masalah yang terjadi pada timnya di awal musim 2019/20 ini. Salah satu yang paling krusial adalah soal perekrutan pemain. Pelatih asal Spanyol ini membeberkan bahwa sebenarnya dirinya lebih ingin merekrut Wilfried Zaha dibanding Nicolas Pepe.

“Kami merekrut Pepe. Dia pemain bagus tapi kami tidak tahu karakternya dan dia butuh waktu untuk adaptasi, butuh kesabaran,” tutur Emery pada The Guardian. “Aku lebih menyukai seseorang yang berpengalaman di liga dan tidak lagi perlu adaptasi.”

“Zaha memenangkan banyak pertandingan, melawan Tottenham, Manchester City, dan melawan kami. Permainan yang luar biasa. Aku bilang pada mereka: ‘Ini pemain yang aku tahu kualitasnya dan aku inginkan’.

Emery mengatakan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Zaha. Zaha pun sudah bersedia untuk bergabung ke London. Tapi Crystal Palace enggan menjual Zaha dengan harga murah. Yang terjadi kemudian, manajemen Arsenal memecahkan rekor transfer untuk membeli Pepe: 72 juta poundsterling.

“Aku sudah bertemu dengan Zaha dan dia ingin bergabung. Tapi klub memutuskan bahwa Pepe adalah salah satu pemain masa depan. Aku bilang: ‘Ya, tapi kita harus menang sekarang juga dan pemain ini memenangkan banyak pertandingan.’ Dia juga mengalahkan kita sendirian.”

“Benar juga bahwa harganya sangat mahal dan Palace sebenarnya tidak ingin menjual Zaha. Tapi ada sejumlah keputusan yang akan berdampak pada hasilnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here