Dominasi Juventus Berakhir, Inter Raih Scudetto

0
45
Inter Milan

Debatbola.com – Menginjak pekan ke-34, Serie A telah menghasilkan juaranya. Inter Milan yang dilatih oleh Antonio Conte musim ini tampil begitu impresif. Padahal pertandingan masih tersisa empat kali bertanding lagi namun gelar scudetto telah berhasil mereka genggam.

Inter saat ini berhasil mengumpulkan 82 poin dari 34 pertandingan yang telah dijalani. Torehan poin itu berselisih 13 poin dari Atalanta yang duduk sebagai runner up klasemen sementara dengan koleksi 69 poinnya.

Raihan scudetto itu begitu spesial lantaran Inter berhasil memutus dominasi Juventus. Dimana klub asal kota Turin tersebut selalu meraih scudetto selama sembilan musim berturut-turut sejak periode 2011/2012.

Inter Menang, Atalanta Imbang

Inter Milan sukses meraih scudetto ke-19 nya setelah membungkam tuan rumah Crotone dengan skor 0-2. Tampil di markas klub juru kunci Serie A tersebut, klub yang berjuluk Nerazzurri itu tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Pada babak kedua, Inter tampil mengganas. Gol pertama berhasil dicetak oleh gelandang asal Denmark, Christian Eriksen setelah bekerja sama dengan Lukaku. Akhirnya Eriksen menyelesaikan umpan tersebut dengan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti yang tak bisa dibendung kiper Crotone.

Sedangkan gol penentu keadaan berhasil dicatatkan oleh Achraf Hakimi. Pemain asal Maroko itu sukses menggetarkan gawang lawan dengan memanfaatkan momen serangan balik yang berhasil dibangun oleh Nicolo Barella. Kedudukan 0-2 pun bertahan hingga waktu babak kedua berakhir.

Sementara itu sang runner up, Atalanta gagal meraih kemenangan atas Sassuolo. Pertandingan yang berlangsung di Mapei Stadium, markas Sassuolo itu berakhir dengan kedudukan 1-1. Gol masing-masing dibukukan oleh Robin Gosens tepat pada menit ke-32 bagi kubu La Dea. Sementara Sassuolo menyeimbangkan skor lewat tendangan penalti yang dieksekusi oleh Berardi.

Peran Pemain

Sumber : https://www.beinsports.com
Sumber : https://www.beinsports.com

Lini serang Inter menjadi alasan kuat konsistensi tim itu pada musim ini. Dimana di lini tersebut dihuni oleh duo striker haus gol Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku. Kedua penyerang tersebut jika digabungkan telah mencetak 36 gol musim ini di kancah Serie A.

Sempat gagal di Manchester United, Romelu Lukaku berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai bintang selama berseragam Nerazzurri. Striker timnas Belgia tersebut membuktikan bahwa insting mencetak golnya masih belum pudar.

Sementara sang tandem, Lautaro Martinez gelar scudetto musim ini menjadi trofinya yang pertama sejak bermarkas di Giuseppe Meazza. Tak sia-sia perjuangan sang striker berusia 23 tahun tersebut selama ini.

Nerazzurri menjadi tim kedua yang paling subur selama musim ini. Hingga pekan ke-34, Nerazzurri berhasil mencatatkan 74 gol ke gawang musuh. Dimana klub yang paling subur adalah sang runner up, Atalanta dengan torehan 79 golnya.

Fungsi dari pemain bertahan juga tak boleh disepelekan dan bahkan dilupakan begitu saja. Pertahanan sang kampiun Serie A tersebut menjadi yang terbaik pada musim ini. Mereka hanya kebobolan 29 gol saja hingga pekan ke-34.

Inter menggunakan formasi tiga bek selama musim ini. Tiga posisi itu ditempati oleh Stefan De Vrij, Alessandro Bastoni dan Milan Skriniar. Ketiga pemain bertahan itu tampil sangat mengesankan selama musim ini.

Berkat kekompakan di lini pertahanan itu, Inter hanya menelan dua kekalahan saja musim ini. Mereka kalah saat bertamu ke markas Sampdoria dengan kekalahan tipis 2-1. Serta tumbang ketika berhadapan dengan rival sekota, AC Milan.

Memenangi Persaingan Dengan Milan Dan Juventus

Inter sukses mengambil alih posisi puncak dari AC Milan saat pekan ke-22. Posisi teratas klasemen Serie A itu berhasil mereka duduki setelah memenangkan pertandingan melawan Lazio. Laga yang digelar di Giuseppe Meazza itu dimenangkan oleh Nerazzurri dengan skor 3-1.

Sementara rival sekota mereka, AC Milan gagal meraih poin penuh kala bersua Spezia. Pertandingan yang dimainkan di Stadion Alberto Picco, markas Spezia itu berhasil dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 2-0.

Sementara sang juara musim lalu, Juventus gagal menunjukkan sinarnya kembali untuk yang kesepuluh kalinya. Mereka justru terseok-seok hingga kini hanya menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Serie A.

Sang pelatih, Antonio Conte menjelaskan bahwa tersingkirnya mereka dari Liga Champions justru membuat timnya terfokus di liga domestik. Kritik yang berdatangan dari para fans berhasil menjadi pemicu semangat tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here