Disangka Jadi Kuda Hitam, Timnas Turki Malah Jadi Juru Kunci

0
169
Disangka Jadi Kuda Hitam, Timnas Turki Malah Jadi Juru Kunci

Debatbola.com – Timnas Turki telah memainkan laga terakhirnya di fase grup EURO 2020. Pada pertandingan melawan timnas Swiss itu, kekalahan menjadi hasil akhir yang diraih. Laga itu pun sekaligus menjadi partai terakhirnya di EURO 2020.

Pasalnya dengan bergelar nol poin, mereka tak bisa tampil di fase 16 besar gelaran internasional terakbar di benua Eropa. Sementara itu Italia dan Wales sukses menjadi perwakilan grup A dengan total poin masing-masing sembilan dan empat.

Menjadi Kuda Hitam Yang Gagal

Awalnya Timnas Turki begitu diunggulkan pada gelaran EURO 2020 ini untuk bisa melangkah jauh. Pasalnya kiprah mereka di World Cup Qualification dan kualifikasi EURO menjadi perbincangan dimana-mana.

Pada kualifikasi EURO yang diselenggarakan pada 2019 silam pasukan yang berjuluk Ay-Yıldızlılar ini tampil sangat impresif. Mereka hanya kebobolan tiga gol saja dari sepuluh pertandingan. Padahal lawan terkuat mereka adalah Prancis dan Islandia.

Skuat asuhan Senol Gunes ini juga berhasil menjadi runner up grup H dengan total poin 23 dari tujuh kemenangan. Mereka pun menemani timnas Prancis untuk berlaga di EURO 2020 yang diselenggarakan tahun ini.

Sementara itu di gelaran World Cup Qualification pada bulan Maret silam, timnas Turki tergabung di grup G bersama tim Eropa lainnya. Tim terkuat di grup tersebut adalah timnas Belanda dan tim asal Skandinavia, Norwegia.

Timnas Belanda sukses mereka taklukkan dengan skor 4-2. Padahal tim yang berjuluk De Oranje tersebut diperkuat oleh nama-nama besar seperti Memphis Depay, Matthijs De Ligt dan Georginio Wijnaldum.

Kiper muda mereka, Ugurcan Cakir dan duet pemain bertahan, Ozan Kabak dan Caglar Soyuncu menjadi pahlawan pada laga itu. Selain itu ada juga striker haus gol, Burak Yilmaz yang pada pertandingan itu membobol gawang Tim Krul dan menciptakan hattrick.

Setelah itu mereka juga bertemu timnas Norwegia yang juga sukses mereka permalukan. Skuat Ay-Yıldızlılar berhasil menjebloskan bola sebanyak tiga kali ke gawang Rune Jarstein. Bahkan lawannya itu tidak mampu menciptakan gol. Padahal, Erling Haaland dan Martin Odegaard pada laga itu bermain sejak menit awal.     

Atas pencapaian itulah timnas Turki begitu dijagokan untuk bisa menjadi runner up atau bahkan juara grup A. Namun itu semua resmi buyar, mereka menderita kekalahan di semua pertandingan yang dimainkan.

Deretan Kekalahan Timnas Turki

Pertandingan perdana diawali menghadapi tim kuat di grup A, Italia. Pada partai yang dimainkan di Olimpico Roma ini, skuat Ay-Yıldızlılar turun dengan kekuatan penuh dengan dipimpin oleh Burak Yilmaz sebagai ujung tombak.

Namun tak disangka-sangka, pertahanan mereka yang kokoh di dua kualifikasi berhasil dihancurkan oleh strategi apik Roberto Mancini. Bahkan tiga gol berhasil disarangkan ke gawang Ugurcan Cakir tanpa bisa dibalas.

Laga kedua, timnas Turki menghadapi timnas Wales yang diperkuat oleh Gareth Bale dan Aaron Ramsey. Skuat Senol Gunes pun sangat diunggulkan untuk memenangkan pertandingan ini lantaran kedalaman skuat mereka yang lebih cenderung lebih baik.

Akan tetapi kembali lagi pertahanan yang sudah dihancurkan timnas Italia kembali menjadi bulan-bulanan pemain Wales. Dua gol dari masing-masing Aaron Ramsey dan Connor Roberts menjadi mimpi buruk bagi Burak Yilmaz dan kawan-kawan.

Mereka pun secara mengejutkan mengisi posisi juru kunci dan terancam tidak lolos ke babak 16 besar. Setelah itu pada pertandingan terakhir mereka harus bertanding menghadapi skuat Swiss. Seperti de javu, kekalahan menjadi hasil yang diraih oleh skuat ini.

Tiga gol menjadi kado perpisahan timnas Turki dan gelaran EURO 2020. Brace Xherdan Shaqiri dan Haris Seferovic menjadi mimpi buruk yang kembali dimimpikan mereka. Alhasil, skuat asuhan Senol Gunes itu pun harus mengakhiri EURO 2020 dengan sangat cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here