Diperlakukan Tidak Adil, Begini Kritik Paul Munster Terhadap Wasit

0
54

Debatbola.com – Juru taktik Bhayangkara FC, Paul Munster mengkritik kinerja dari wasit Liga 1 2021/2022 yang sudah menjadi permasalahan semenjak lama, akan tetapi tidak kunjung ada perubahan. Dirinya merasa tim dipaksa untuk move on menatap pertandingan selanjutnya jika terdapat keputusan dari wasit yang tidak memuaskan.

Keputusan Kontroversial

Salah satu keputusan wasit yang kontroversial yakni ketika laga Bhayangkara FC kontra PSIS Semarang pada Jum’at (26/11/2021). Pertandingan ini berakhir dengan skor 0-0. Ada satu hal yang menurut Paul Munster sebuah keputusan kontroversial dari wasit. Saat itu Lee Yu-jun diberi kartu merah pada menit ke-79 lantaran tangannya yang mengenai muka pemain PSIS Semarang. Menurutnya, pemain PSIS juga harus menerima kartu yang sama lantaran terlebih dahulu melakukannya.

Ketika pertandingan usai, Paul Munster mengatakan bahwa banyak hal janggal dalam beberapa pertandingan terakhir yang merugikan pihak Bhayangkara FC. Termasuk dalam pertandingan kontra PSIS Semarang. Padahal pemain PSIS yang memukul pemain Bhayangkara FC, Lee Yu-jun terlebih dahulu. Memang terdapat reaksi dari Lee. Namun, menurut Paul Munster dikartu merah bukanlah tindakan yang tepat.

Jika memang dikartu merah, harusnya kedua pemain mendapatkan kartu yang sama. Tidak hanya pertandingan kontra PSIS Semarang saja, tapi hal janggal juga kerap terjadi di beberapa laga terakhir. Memang banyak wasit yang bertindak tidak memuaskan. Tidak untuk timnya saja, tapi juga kepada tim lainnya.

Paul Munster Merasa Malu

Permasalahan yang sudah ada sejak lama di dunia sepakbola Indonesia ini memang seolah begitu sulit untuk dibenahi. Sehingga, eks juru formasi Timnas Vanuatu ini beranggapan untuk selalu dipaksa melupakan atau move on dan fokus menatap laga selanjutnya tanpa solusi. Satu hal yang dikecewakan yakni, meskipun dirinya bukan orang asli Indonesia, dirinya merasa malu dengan kepemimpinan perangkat pertandingan.

Para wasit ini sering membuat keputusan yang salah, yang bisa dibilang cukup memalukan. Paul Munster pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi? Dirinya benar-benar tidak tahu dan tidak pernah menemukan jawaban yang pasti mengenai alasan dibalik tindakan wasit dan bagaimana sebetulnya performa mereka.

Dalam 2,5 tahun berada di Liga Indonesia, Paul Munster merasa itu (keputusan kontroversial wasit) adalah hal yang seakan terus berulang. Tidak ada tindakan yang jelas supaya perangkat pertandingan bekerja dengan bagus. Setiap tim selalu dipaksa untuk move on untuk pertandingan selanjutnya. Setiap kali merasa dirugikan, tidak pernah ada solusi yang jelas.

Kronologi Kartu Merah Lee Yujun

Pada menit ke-78 tim Bhayangkara FC harus bermain dengan sepuluh pemain saja. Hal ini lantaran Lee Yu-jun harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Gerakan tangan pemain asal Korea itu seolah menampar ke arah wajah Finky Pasamba saat berduel. Akhirnya Lee Yu-jun dikenai kartu merah, sedangkan Finky Pasamba dikenai kartu kuning. Mengenai hal ini, Paul Munster lantas angkat jempol.

Menurut Paul Munster. Pemain Bhayangkara FC sudah bermain sesuai dengan strategi yang dirinya inginkan. Memang secara keseluruhan anak asuhnya sudah bermain dengan luar biasa, tapi sayangnya masih belum cetak gol. Meski begitu, menurut Paul masih terdapat hal positif. Dalam laga kontra PSIS Semarang ini, Bhayangkara FC masih mendapatkan clean sheet. Sehingga, timnya masih bisa ambil poin, perjuangan anak asuhnya juga sudah bagus.

Menyusul dengan hasil ini Bhayangkara FC masih memuncaki klasemen Liga 1 dengan koleksi 30 poin. Mantan pelatih timnas Vanuatu itu mengatakan bahwa kompetisi masih panjang. Liga 1 ini bukanlah kompetisi seperti lari sprint, tetapi marathon.

Sementara itu, ini menjadi kali kedua beruntun bagi Bhayangkara FC gagal dalam mencetak gol. Sebelum ini, Bhayangkara FC berlaga kontra PSS Sleman dan berakhir imbang tanpa gol. Paul Munster berkomentar bahwa sejauh ini Bhayangkara FC masih mampu menciptakan sebuah peluang untuk mencetak gol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here