Dibekuk Real Madrid, Paris Saint-Germain Dapat Kritikan Tajam Lebih Cocok Main TikTok

0
52

Debatbola.com – Meski dengan skuad bertabur bintang, Paris Saint-Germain harus tetap mengubur impian menjuarai Liga Champions pasca dibekuk Real Madrid. Kekalahan ini ternyata membuat klub asal Prancis dihujani berbagai kritikan. Salah satunya dari jurnalis Prancis yang menyebut para pemain Les Parisiens lebih cocok main TikTok ketimbang sepakbola.

Gagal Lagi di Liga Champions

Uang tidak bisa membeli apapun. Barangkali ungkapan itu cocok untuk Paris Saint-Germain yang terus dipaksa mengubur impian mereka menjuarai Liga Champions. Musim ini, mereka punya kans membawa trofi ‘Si Kuping Lebar’ ke ibukota Prancis. Tetapi ambisi itu kandas di tangan Real Madrid.

Babak 16 besar Liga Champions mempertemukan sang jagoan Prancis dengan pentolan Liga Champions yakni Real Madrid. Kans Paris Saint-Germain lolos sejatinya terbuka setelah mereka berada dalam posisi unggul secara agregat ketika melakoni leg ke-2. Belum lagi, Les Parisiens unggul lebih dahulu lewat gol Kylian Mbappé.

Namun, apa mau dikata, Paris Saint-Germain nyatanya tumbang juga di tangan pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak. Hattrick dari Karim Benzema sudah cukup mengirim Les Parisiens pulang ke Prancis dengan tangan hampa. Sekali lagi, kekalahan ini membuktikan bahwa uang bukanlah segalanya dalam dunia sepakbola.

Tak dapat dipungkiri bahwa ambisi Paris Saint-Germain memenangi Liga Champions memang begitu besar. Klub asal Prancis juga tercatat mendatangkan banyak bintang pada summer transfer kemarin, termasuk Lionel Messi dan Sergio Ramos. Tapi, mereka nyatanya masih gagal memenangi gelar paling prestisius di Eropa tersebut.

Lebih Cocok Main TikTok

Kegagalan Paris Saint-Germain lolos dari fase knockout Liga Champions ternyata menjadi sorotan sejumlah media, utamanya media-media dari Prancis. Beberapa media itu saling melontarkan kritik untuk Les Parisiens. Sejumlah kritik bahkan terdengar begitu menusuk buat tim asal ibukota, dan salah satu kritikan itu datang dari jurnalis RMC Sport.

Sang jurnalis adalah Daniel Riolo, seorang jurnalis asal Prancis yang bekerja untuk RMC Sport. Riolo menggarisbawahi kekalahan Paris Saint-Germain atas Real Madrid pada leg ke-2 knockout Liga Champions kemarin. Menurutnya, kekalahan ini menunjukkan bahwa para pemain Les Parisiens hanyalah badut yang lebih baik main TikTok ketimbang sepakbola.

“Olahraga di level tertinggi adalah soal kekejaman dan kekuatan mental. Paris Saint-Germain mempersiapkan diri dengan pergi ke Fashion Week dan main TikTok.” Kata Riolo kepada RMC Sport. Riolo kemudian mengkritik performa Neymar yang menurutnya seperti badut dan lebih pandai bermain poker ketimbang sepakbola.

“Neymar itu seorang badut, dia harus dipecat, dia bukan lagi pesepakbola, bahkan, dia harusnya pergi saja ke fashion week. Bulan Juli nanti, akan ada kejuaraan poker internasional. Jadi, saya akan mengajaknya bersama saya karena itulah keahliannya.” Sambung jurnalis berusia 51 tahun tersebut.

Bentuk Mental Adalah yang Utama

Kritik yang ingin disampaikan Daniel Riolo sejatinya mengarah ke satu poin, bahwa kemenangan tak lantas bisa dibeli dengan uang. Sudah terbukti, dengan banyaknya bintang berharga mahal, Paris Saint-Germain tetap tak bisa juara di Liga Champions. Paling bagus, mereka hanya bisa masuk final kompetisi paling elit Benua Biru tersebut.

Memang, para bintang yang didatangkan Paris Saint-Germain bukanlah pemain-pemain sembarangan. Namun terkadang, apa yang terlihat bagus untuk suatu klub belum tentu bagus untuk klub lainnya. Ide menggabungkan para bintang menjadi satu klub juga bisa jadi ide buruk karena para bintang bisa saja justru terpecah, bukannya bersatu.

Media wahana888 menilai salah satu faktor yaitu mental lagi-lagi menjadi sesuatu yang penting dalam sepakbola, dan sampai saat ini, Paris Saint-Germain belum memiliki mental juara, Berbeda dengan Real Madrid dan Bayern München, Paris Saint-Germain belum punya mental juara. Karenanya, alih-alih belanja bintang, mungkin lebih baik Paris Saint-Germain membentuk mental juara timnya lebih dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here