Di Balik Kegagalan Arsenal Gaet Raphinha, Edu Dari Awal Dia Pilih Barcelona

0
24

Debatbola.com – Perburuan tanda tangan Raphinha telah dimenangkan Barcelona, tetapi banyak narasi yang menyebut Arsenal kecewa berat. Arsenal dianggap sebagai tim yang paling gencar memburu Raphinha. Tetapi, direktur olahraga Arsenal, Edu, baru-baru ini mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan terkait hal ini.

Barcelona yang Memenangkan Raphinha

Raphinha adalah salah satu properti panas pada summer transfer edisi tahun ini, dimana tanda tangan eks gelandang Leeds United diburu banyak klub. Arsenal sudah memantau situasinya sejak lama. Barcelona juga ingin menggaetnya. Sementara Chelsea berusaha curi-curi kesempatan.

Pada akhirnya, Barcelona yang berjaya mendapatkan tanda tangan eks Leeds United tersebut. Sejumlah sumber mengatakan bahwa memang dari awal, tujuan Raphinha pergi adalah supaya ia bisa bergabung dengan Barcelona. Azulgrana menuntaskan transfer ini lewat mahar sekitar 58 juta euro.

Mimpi yang Tak Bisa Dipaksakan

Banyak narasi yang menyebut bahwa Arsenal begitu kecewa mengetahui fakta Raphinha lebih memilih Barcelona. Padahal, mereka adalah klub pertama yang mengejar eks gelandang Leeds United. Banyak yang beranggapan Arsenal kecewa berat karena Raphinha yang merupakan target utama gagal didapat.

Namun, sebuah fakta cukup mengejutkan baru-baru ini terlontar dari mulut direktur olahraga Arsenal, Edu. Edu membenarkan memang ada minat terhadap Raphinha. Tetapi ia tidak begitu mendesak transfer ini. Arsenal menerima segala kemungkinan, termasuk kemungkinan Raphinha lebih memilih Barcelona.

“Orang-orang berpikir bahwa kami mengejar Raphinha terlalu jauh, karena semua pemberitaan adalah soal Raphinha.” Kata Edu, seperti mengutip via 90min. “Memang benar kami sudah melakukan pembicaraan dengan Deco. Deco adalah agennya, dan saya berhubungan baik dengannya, kami berteman.”

“Saya cuma bertanya pada Deco, ‘Bisa kau jelaskan soal situasi Raphinha?’. Lalu dia menjawab dengan jelas, ‘Edu, kita ini berteman. Tapi aku tak mau bohong, yang dia pikirkan sejak awal adalah pergi ke Barcelona. Karena Barcelona adalah impiannya.’”

“’Kami sudah lama berbincang dengan Barcelona.’ Lalu, saya membalas, ‘Baiklah, terimakasih. Jika terjadi sesuatu, beritahu aku karena aku bisa memahami situasi. Kalau memang tidak ada, tidak apa-apa, kita tetap berteman.’”

Kesimpulannya, Edu dan Arsenal tidak pernah mengejar Raphinha sampai-sampai mereka kecewa berat karena Raphinha memilih Barcelona. Edu sudah tahu bahwa Raphinha memang menginginkan Barcelona. Jadi, Edu tak bisa berbuat banyak, apalagi mendesak Raphinha melakukan sesuatu yang tidak ia mau.

Bukan Keputusan Transfer Satu Orang

Terlepas dari kegagalan mendapatkan Raphinha, Arsenal kini sudah mendapatkan beberapa pemain bagus. Gabriel Jesus menjadi nama pertama yang datang, disusul Marquinhos dan Fábio Vieira. Lalu setelahnya, giliran Oleksandr Zinchenko yang merapat ke Emirates Stadium.

Tidak sedikit pihak yang menyanjung Edu atas sejumlah transfer luar biasa Arsenal di summer transfer ini. Tetapi bagi Edu, setiap keputusan transfer tidak ia putuskan sendiri. Ia tetap meminta pertimbangan Mikel Arteta. Jadi baginya, setiap keputusan transfer adalah keputusan bersama.

“Selamanya, tidak pernah saya mendatangkan pemain yang Mikel (Arteta) tidak cocok.” Papar Edu. “Itu bukan gaya saya, juga bukan gaya Arsenal. Jika kami memutuskan bekerja sama, maka setiap keputusan diambil bersama. Itu bukan keputusan Edu, ataupun Arteta, itu keputusan Arsenal.”

“Dengan demikian, bagi saya, semua orang harus paham. Terkadang, orang-orang menyanjung Mikel atau saya, tapi sanjungan itu sepatutnya diberikan untuk Arsenal. Kami adalah Arsenal, dan kami membuat keputusan bersama.”

“Di balik setiap keputusan, bukan cuma ada Edu dan Mikel, tapi semua orang juga terlibat dalam keputusan itu. Pesan terpenting untuk fans dan semua orang, bahwa kami mendatangkan pemain untuk Arsenal, karena Arsenal yang memutuskan itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here