Derita Moussa Marega

0
413
Derita Moussa Marega

Debatbola.com – Rasisme masih menghantui sepakbola. Para pesepakbola berkulit hitam selalu jadi sasaran. Mereka dicemooh dan dihina melalui suara-suara dan perlakuan yang tak pantas. 

Teranyar dialami oleh penyerang asal Mali, Moussa Marega. Pemain berusia 28 tahun ini mendapatkan rasisme saat timnya, FC Porto, menghadapi Vitoria. Ia mendapatkan siulan bahkan saat merayakan gol ia mendapatkan lemparan kursi.

Marega melawan rasisme yang didapatkannya. Ia memutuskan untuk meninggalkan lapangan meski pertandingan masih berlangsung. Meski sudah dihalau oleh rekan-rekan setimnya, Marega tak terbendung untuk tak melanjukan pertandingan. Ia bahkan sempat mengacungkan jari tengah pada pendukung Vitoria sebelum masuk ruang ganti.

Tak berhenti sampai di situ, Marega kembali menyerukan perlawanannya terhadap rasisme lewat unggahan di akun media sosialnya. Ia menantang para penonton yang melakukan rasis, juga mengkritik wasit yang malah memberikannya kartu kuning.

“Aku ingin bilang ini pada para idiot yang datang ke stadion cuma untuk melakukan terikan rasis… persetan kalian semua! Aku juga ingin berterima kasih pada wasit yang tak membelaku dan malah memberiku kartu kuning karena aku membela warna kulitku. Aku harap aku tak pernah bertemu lagi denganmu! Kau memalukan!”

Pelatih Porto, Sergio Conceicao, mengatakan bahwa Marega sebenarnya sudah mendapatkan perlakuan rasis sebelum pertandingan dimulai, saat ia menjalani pemanasan. Ia aneh, padahal Marega merupakan pemain yang pernah membela Vitoria. 

Di sisi lain, Presiden Vitoria, Miguel Pinto Lisboa, menilai insiden ini terjadi akibat dari sikap Marega-nya sendiri. Menurutnya Miguel, para pendukung Vitoria rasis karena ada gerakan-gerakan Marega yang menantang mereka.

“Vitoria punya banyak pemain dengan kulit berbeda, ras, dan latar belakang. Kami mempromosikan perbedaan itu dengan selalu mengedepankan sisi olahraga. Kalau ada suporter Vitoria yang melakukan rasis kami akan melakukan tindakan, tapi buatku tidak ada asap kalau tidak api. Sikap sang pemain pun sudah terlihat dari kamera televisi.” 

Marega jelas bukan pemain pertama yang mendapatkan perlakuan rasis dari suporter. Mario Balotelli, Blaise Matuidi, dan pemain-pemain berkulit gelap lain pun bergantian mengalaminya. Tapi FIFA masih belum tahu cara melindungi para pemain dari perlakuan rasis. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here