Deretan Peristiwa-Peristiwa Menarik dari Pertandingan Borneo FC Melawan Persik Kediri

0
47

Debatbola.com – Pertandingan menarik dan menegangkan ditampilkan oleh Persik Kediri dan Borneo FC di penampilan perdana mereka pada putaran kedua Liga 1. Persik Kediri nyaris saja berhasil mengamankan tiga poin. Akan tetapi, Boaz Solossa, striker senior Indonesia menjadi pahlawan yang berhasil menyelamatkan Borneo FC. Pertandingan berakhir imbang dengan dramatis.

Klub Persik Kediri tunduk kepala setelah mereka berhasil ditahan imbang oleh Borneo FC. Laga dramatis itu terjadi pada putaran lanjutan Liga 1 2021/22, di lapangan Kapten I Wayan Dipta, hari Sabtu lalu. Laga berlangsung menegangkan, serta dihiasi dengan kartu merah untuk masing-masing pemain dari kedua klub. Beberapa peristiwa terjadi pada pertandingan seru itu.

Saling Adu Serangan Balik dan Adu Kuat Pertahanan

Kedua klub, Borneo dan Persik sama-sama kerap tampilkan permainan dengan tempo cepat dan menyerang. Pergerakan pemain klub Persik Kediri kerap membahayakan pertahanan Borneo, terutama lewat serangan balik yang mereka bangun dari arah sayap. Begitupun sebaliknya, Borneo FC juga tidak kalah melakukan penekanan. Tapi, kerap kali gagal.

Pemain Bernama Youssef Ezzejjari berhasil mencatatkan namanya di papan skor untuk Persik Kediri. Serangan balik dari Persik Kediri tidak dapat dibendung oleh Borneo. Hingga akhirnya Youssef menyelesaikan umpan cantik Dionatan Machado. Dengan sentuhan tajamnya, Youssef berhasil membuat penjaga gawang Borneo FC tidak berdaya.

Sebenarnya berulang kali Persik mampu membahayakan pertahanan dari skuad Borneo pada babak pertama. Dapat dikatakan, Persik Kediri berhasil mendominasi pada babak pertama. Namun, Borneo cukup solid pada laga ini. Walaupun peluang Borneo kerap tidak menghasilkan. Babak pertama diakhiri dengan Persik unggul sementara 1-0.

Selanjutnya, pada permainan babak kedua skuad Borneo FC mencoba mendominasi kendali pertandingan. Beberapa pergantian pemain dilakukan kedua tim, dengan pertandingan yang cukup menegangkan terjadi di laga ini. Beberapa peluang dimiliki oleh Borneo FC. Tidak ingin kalah, Persik Kediri mempertajam penyerangan mereka juga.

Peluang-peluang diciptakan oleh kedua tim, hingga masing-masing pelatih kerap terlihat menampakkan ketegangan. Persik Kediri berusaha mempertahankan dan menambah kemenangan. Sedangkan Borneo FC berupaya menyamakan kedudukan, atau bahkan membalikkan keadaan. Mental optimis terdapat pada kedua klub tersebut.

Kartu Merah, Hingga Ambulan Masuk Lapangan

Pada penghujung laga, kiper Persik Adi Satryo harus menerima perawatan serius hingga dibawa ambulans. Permainan harus terhenti sementara, pasalnya keselamatan para pemain adalah prioritas penting daripada permainan itu sendiri. Kekhawatiran dan ketegangan nampak dari semua orang yang ada di lapangan. Akhirnya, Adi Satryo harus dinaikkan ambulan.

Fenomena menegangkan dimana ambulan harus diturunkan di lapangan hijau. Menandakan bahwa peristiwa yang terjadi bukan sebuah hal sepele. Pasalnya, menurunkan ambulan ke lapangan hijau hanya diperbolehkan apabila situasi benar-benar urgent. Setiap pemain dan official kedua klub sama-sama berdoa untuk keselamatan Adi Satryo.

Mantan kiper PSS Sleman itu tidak sengaja terkena kaki dari Kei Hirose. Kemudian, wasit didesak para pemain Persik Kediri untuk mengambil keputusan tegas. Hingga akhirnya Hirose dikenai kartu merah. Wasit menilai pelanggaran itu adalah pelanggaran keras. Di luar masalah Hirose sengaja atau tidak sengaja, pelanggaran keras tidak dibenarkan dalam sepak bola.

Yang menarik, Javier Roca sebagai pelatih Persik Kediri juga menerima kartu kuning kedua. Akhirnya, Javier juga mendapatkan kartu merah. Belum jelas kenapa alasannya, akan tetapi Roca memang banyak menyampaikan protes keras sepanjang laga. Pro dan kontra terjadi setelah sang pengadil lapangan memutuskan memberikan Roca kartu merah.

Penyelamatan Dramatis Dari Boaz Solossa

Pertaruhan terakhir dilakukan oleh Risto Vidakovic di penghujung laga. Hal tersebut dilakukannya demi menyelamatkan Borneo FC dari kekalahan. Pada menit-menit terakhir, Francisco Torres ditarik keluar, kemudian digantikan oleh Boaz Solossa. Mengejutkan, baru saja tiga menit di lapangan, Boaz berhasil menyelamatkan Borneo dari kekalahan.

Gol tercipta melalui tendangan Boaz dari sudut yang cukup sempit, dirinya mampu menaklukkan kiper pengganti milik Persik. Borneo selamat dari kekalahan melalui perjuangan yang dramatis. Sosok Boaz Solossa, mampu membayar tuntas keputusan dari Vidakovic. 1-1 menjadi skor akhir pertandingan Borneo FC menghadapi Persik Kediri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here