Deretan Fakta Terungkap Setelah Indonesia Kalah Dari Meksiko

0

Debatbola.com – Timnas Indonesia U-19 telah menyelesaikan pertandingan dengan baik selama kompetisi Toulon Cup di Prancis. Laga terakhir Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Meksiko U-19. Meskipun kalah dari Meksiko, ada beberapa fakta yang wajib diketahui usai laga berakhir.

Tertekan Sejak Menit Awal
Kekalahan Timnas Indonesia U-19 dari Meksiko menjadi akhir dari skuad Garuda Muda di kompetisi bergengsi tersebut. Timnas Indonesia benar-benar tertekan sejak menit awal pertandingan. Semua terlihat ketika Meksiko melancarkan serangan-serangan mematikannya.

Serangan-serangan Meksiko meskipun pada awalnya tidak berbuah gol, menjadikan Indonesia harus bermain dengan ketat. Para pemain Indonesia harus sekuat tenaga menghentikan laju bola dari pemain Meksiko yang terkenal cepat.

Pada akhirnya, Indonesia kebobolan pada babak pertama setelah pemain muda asal Meksiko sukses menyelesaikan eksekusi penalti. Eksekusi yang dilakukan Santiago Munoz berhasil menggetarkan jala gawang Indonesia di menit ke-39. Hadiah penalti diberikan setelah Dimas Juliono terkena hukuman akibat melanggar pemain Meksiko di kotak terlarang.

Berusaha Memperbaiki
Setelah tertinggal di babak pertama, Dzenan Radocic yang menjadi pelatih berusaha memperbaiki keadaan dengan melakukan perubahan permainan. Terlihat permainan Timnas Indonesia U-19 mulai lebih baik dan berkembang. Namun perubahan tersebut belum bisa menghasilkan gol juga.

Disisi lain, tentunya Timnas Meksiko U-19 tidak hanya diam ketika Indonesia terlihat melakukan perubahan permainan. Meksiko juga terlihat semakin memperbaiki penguasaan bola di lapangan hijau. Sehingga hal ini menjadi adu taktik yang baik dari kedua pelatih.

Namun pada akhirnya Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Meksiko U-19. Kekalahan ini tentu sangat menyakitkan karena Indonesia sudah bermain sangat baik. Terbukti dalam laga sebelumnya Indonesia sudah bisa mengalahkan Ghana yang merupakan salah satu tim kuat.

Penjaga Gawang Berkelas
Timnas Indonesia memang kalah dengan Meksiko dalam kompetisi kemarin. Namun laga tersebut menunjukkan Indonesia memiliki penjaga gawang berkelas. Bahkan usai laga tersebut, penjaga gawang Indonesia dinilai layak naik kelas.

Cahya Supriadi selaku penjaga gawang Timnas Indonesia bermain dengan sangat baik. Penjaga gawang milik Persija Jakarta ini benar-benar menunjukkan kualitas terbaiknya yang menjadikannya sorotan di ajang tersebut. Tercatat dirinya menerima 6 gempuran akurat dari Meksiko.

Namun sangat disayangkan, usahanya menangkis gempuran akhirnya dipatahkan melalui tendangan penalti dan kecolongan di menit akhir pertandingan. Meskipun Indonesia kalah, pemain ini tetap dianggap sebagai pemain terbaik milik Indonesia dalam laga tersebut.

Bukan Juru Kunci Grup
Indonesia meraih target yang realistis dalam gelaran kompetisi kemarin. PSSI meminta seluruh tim berusaha semaksimal mungkin untuk melaju ke fase gugur. Untuk bisa menembus fase tersebut, Indonesia harus juara grup atau setidaknya menjadi runner-up terbaik.

Indonesia tidak menjadi juru kunci dalam kompetisi bergengsi di Prancis ini. Padahal dalam laga perdana kompetisi tersebut, Indonesia sempat kalah dari Venezuela. Kekalahan perdana tersebut membuat Indonesia tidak tenang, pasalnya Timnas Indonesia harus menang di laga-laga berikutnya.

Kemudian Indonesia berhadapan dengan tim kuat lainnya yaitu Ghana. Menakjubkannya Indonesia berhasil menang dari Ghana. Kemenangan tersebut menjadi pemacu semangat Garuda Muda untuk memenangkan laga berikutnya. Namun sayang, Meksiko berhasil mematahkan laju Indonesia ke babak selanjutnya.

Indonesia Di Atas Arab Saudi dan Argentina
Meskipun gagal melaju ke fase selanjutnya, Indonesia memiliki torehan yang masih bisa dibanggakan. Indonesia memberikan permainan yang sangat baik dan bisa menjadi pembelajaran. Barisan lini belakang dan ditambah penjaga gawang Cahya Supriadi membuat Indonesia tampak kokoh.

Tidak hanya terlihat secara visual dari mata secara langsung, bahkan dari statistik pun Indonesia lebih baik dari negara yang notabenenya kualitasnya jauh di atas Indonesia. Timnas U-19 berhasil mencatatkan statistik lebih baik dari Timnas Argentina U-19 dan Arab Saudi U-19.

Tercatat Indonesia hanya kebobolan 3 gol selama mengikuti kompetisi ini di Prancis. Sedangkan Argentina kebobolan 3 gol lebih banyak dari Indonesia. Arab Saudi sendiri lebih memilukan, penjaga gawangnya harus memungut 10 kali bola dari dalam gawangnya selama di Prancis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: No !!!
Exit mobile version